Terpaksa Menikahi Tawanan-ku

Terpaksa Menikahi Tawanan-ku
Bab 52


__ADS_3

Tanpa diduga Alex langsung mendorong tubuh Laurent hingga terhempas di atas tempat tidur.


"Bagus berarti aku tidak akan susah membukanya ." ucapnya menyeringai sambil membungkukkan badannya. Membuat Laurent beringsut mundur.


"Bersiaplah, kita akan melakukan malam pertama." ucap Alex dengan entengnya lalu membuka kancing atas piyamanya. Membuat Laurent terlonjat kaget.


"A-apa maksudmu? kau sedang bercanda kan?" tanya Laurent gugup sambil beringsut mundur lalu bergerak cepat turun dari tempat tidur.


"Tidak, aku serius. Aku tidak suka membuang-buang waktu." tegas Alex lalu membuka bajunya dan melemparnya ke sofa. "Aku ingin kau secepatnya hamil!" tambahnya.


Mati aku, pria babu ini tidak boleh menyentuhku. Hanya Keynand seorang yang boleh menyentuhku. Tidakkk..ini tidak bisa dibiarkan. Batin Laurent menjerit dalam hati.


Laurent melangkah cepat menuju kamar mandi, ia harus menghindari Alex. Ia akan berlama-lama di dalam kamar mandi sampai Alex tertidur.


"Kau mau kemana?" tanya Alex yang langsung menghadang Laurent. Seketika Laurent menghentikan langkahnya.


"Ak-aku mau ke kamar mandi!" ketus Laurent sambil buang muka. Laurent sungguh tidak ingin melihat tubuh kekar Alex.


Alex segera memberi jalan kepada Laurent, membuat Laurent langsung menarik sudut bibirnya hingga membentuk senyuman tipis, seolah dirinya sudah memiliki kesempatan untuk mengelabui Alex.


"Tunggu!" Alex langsung mencekal tangan Laurent, refleks Laurent langsung menoleh kearahnya.


"Apa kau ingin menghindari ku?" tanya Alex dengan sorot mata tajam. Membuat Laurent langsung gelagapan.


"Aaa-ku... memang ingin ke...ka-mar man-di." ucap Laurent terbata-bata sambil memutar bola matanya. Pokoknya malam ini ia harus menghindari Alex.


Tiba-tiba tangan Alex merengkuh pinggang Laurent dan menahan tubuhnya. Alex maju satu langkah untuk lebih dekat dari Laurent. Lalu Alex memperhatikan wajah Laurent dengan seksama hingga pandangannya fokus pada manik mata Laurent untuk mencari kebohongan di sana. Namun, dengan cepat Laurent menunduk.


"Bisa tidak, jauhkan tanganmu dari pinggangku. Soalnya aku begitu risih!" kesal Laurent dan dengan kasar mulai menjauhkan tangan Alex.


Namun kedua tangan Alex kembali merengkuh pinggang Laurent, membuat Laurent terbelalak kaget manakala tangan Alex mulai turun meremas bokongnya.


"Jangan coba-coba menghindari ku, karena mau bagaimana pun malam ini kita tetap melakukan malam pertama." ucap Alex tak ingin dibantah.


"Aku belum...." Laurent ingin melontarkan kata-kata protes namun keburu Alex langsung membungkam mulut Laurent dan mencium bibir Laurent dengan kuatnya.

__ADS_1


"Emmpphh..... Lex!" Laurent kesulitan mencari celah untuk berbicara. Bahkan kedua tangan Laurent memukuli dada bidang Alex untuk memintanya berhenti. Namun Alex tak menghiraukannya.


Tanpa melepaskan pangutannya, Alex langsung menggendong tubuh Laurent yang seringan kapas, lalu membawanya ke tempat tidur.


Tanpa ingin menunda-nunda waktu, Alex langsung menjatuhkan tubuh Laurent di atas tempat tidur. Kemudian Alex merangkak naik ke atas tempat tidur dan langsung menindih tubuh Laurent.


"Jangan macam-macam pria babu!" ucap Laurent takut dengan suara meninggi sambil memberontak memukul-mukul tubuh Alex.


Dengan sigap Alex mengunci tubuh Laurent dan mencengkeram kedua tangan Laurent yang sempat memukulnya. Ditatapnya lekat-lekat wajah cantik Laurent, wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.


"Berteriak lah meminta tolong. Tapi, kurasa tak seorangpun akan datang menolongmu." bisik Alex ditelinga Laurent membuat Laurent menggeram kesal sambil menggertakkan giginya yang diselimuti amarah.


"Apa kau lupa kita sudah menikah dan aku sudah berhak atas dirimu." ucap Alex mengingatkan kembali Laurent.


"Tapi aku mengganggap pernikahan ini hanyalah pernikahan palsu pria babu!. Kau sungguh pria babu yang menjijikan, pemaksa, mesum, pemerkosa dan...." Laurent menggantung ucapannya melihat wajah Alex semakin dekat dengan wajahnya. Mendadak wajah Laurent semakin pias.


"Dan apa? teruskan cacianmu. Aku mengampunimu atas tingkah pembangkang mu ini. Tapi, aku tidak akan melepaskanmu sampai pagi." ucap Alex menyeringai dan ingin mencium bibir Laurent, namun Laurent langsung buang muka, sehingga Alex menjatuhkan ciumannya di leher jenjang Laurent.


"Perlu kau ingat, tugasku saat ini membuatmu cepat hamil. Bukankah kau ingin bebas dariku, maka dari itu setelah kau melahirkan penerus untuk keluargaku, aku berjanji akan membebaskanmu." ucap Alex bersungguh-sungguh membuat Laurent langsung mengalihkan pandangannya ke arahnya.


Apa ucapannya bisa di pegang? tidak... tidak, aku tidak boleh percaya kepadanya. Batin Laurent.


"Tapi...aku akan tetap melakukannya!" ucap Alex menyeringai, lalu menarik tali jubah mandi Laurent dan langsung membukanya.


"Aaaaaaa"


Laurent berteriak histeris saat Alex membuka jubah mandinya lalu melemparnya ke lantai. Ia ingin menutupi mahkotanya, namun kedua tangannya masih dalam cengkeraman tangan Alex.


Sementara itu Alex hanya mampu menelan ludahnya dengan kasar melihat pemandangan indah tubuh Laurent. Kejantanannya sudah mengeras dan ingin segera mendapatkan kenikmatan. Tanpa basa-basi Alex langsung mencium bibir Laurent dan melumattnya dengan lembut, membuat Laurent kembali memberontak, namun usahanya hanya sia-sia.


Ciuman Alex berpindah ke leher jenjang Laurent dan membuat beberapa tanda di sana. Sedangkan Laurent terus berteriak meminta Alex agar tidak menyentuhnya, namun tidak dihiraukan oleh Alex.


Kini bibir Alex bermain-main di gunung kembar Laurent dan kembali memberikan banyak tanda disana. Tanpa sadar Laurent melenguh halus hingga mengeluarkan suara dessahan.


"Eugghh.."

__ADS_1


Alex sudah melepaskan kedua tangan Laurent dan membiarkan wanita itu melampiaskan amarahnya pada tubuhnya.


Puas menjelajahi gunung kembar Laurent, Alex kembali mencium bibir Laurent dan melumattnya lembut agar Laurent mau membalas ciumannya. Perlahan Laurent mulai terhanyut dengan ciuman Alex, namun tak berselang lama kesadaran Laurent kembali pulih.


Tiba-tiba Laurent mendorong dada bidang Alex, membuat Alex menghentikan ciumannya. Alex menatap wajah Laurent dengan tatapan sendu dan penuh hasrat.


"Lepaskan aku bajingan!" ucap Laurent marah dengan mata memerah dengan sisa tenaga yang dimilikinya.


"Sssttt, aku tidak akan melepaskanmu. Kau akan jadi milikku." ucapnya dengan mata sayu dan penuh nafsu.


Hasrat Alex sudah diatas ubun-ubun, ia seolah ingin segera memulai permainan pada intinya. Ia langsung melepaskan penutup terakhir pada tubuhnya. Sehingga mereka berdua tak memakai sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya.


Alex kembali menindih tubuh Laurent dan perlahan mulai memasukkan miliknya pada milik Laurent.


"Akkhh..ssakit." Laurent menjerit tatkala Alex mencoba memasukinya.


Sementara Alex tersenyum tipis dan terus menerobos masuk ke dalam milik istrinya yang masih bersegel.


"Akkkkhh...pria ba...emmpphh" Alex kembali membungkam mulut Laurent sambil melancarkan aksinya.


Tubuh Laurent terhentak dengan kasar. Ia hanya mampu memejamkan matanya saat mahkota berharganya sudah direnggut oleh Alex, pria yang sudah sah menjadi suaminya.


Sementara Alex tersenyum dalam hati, mendapati Laurent masih Virgin, dialah orang pertama yang menyentuh istrinya. Tak sia-sia ia melepaskan keperjakaannya untuk wanita yang masih suci.


Baik Alex dan Laurent sama-sama merasakan gelenyar baru di tubuhnya. Mereka sama-sama merasakan kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Ini menjadi pengalaman pertama mereka bercinta.


Pergulatan panas mereka masih terus berlanjut. Alex menjelma menjadi singa lapar dan tak akan melepaskan Laurent. Sementara Laurent yang masih kesal dan marah hanya pasrah, Alex terus bercinta berulangkali dengannya. Toh apa yang dijaganya sudah hilang.


Keringat mereka membaur menjadi satu akibat suasana yang diciptakan oleh tubuh mereka berdua dan mampu mengalahkan suasana dinginnya malam di mansion tersebut.


Malam panjang untuk pengantin baru itu baru saja dimulai, hanya terdengar suara dessahan dan deritan ranjang yang memecah keheningan isi kamar mewah tersebut.


Berkali-kali Alex melepaskan kenikmatan dan mengakhirinya dengan memberikan ciuman di kening Laurent, dimana Laurent sudah terlelap dan tak bertenaga.


"Terima kasih." bisiknya dan kembali mengecup bibir Laurent berulangkali lalu menarik tubuh Laurent masuk ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Alex terkekeh kecil membayangkan bagaimana dirinya begitu agresif ingin meniduri Laurent dan usahanya pun akhirnya berhasil. Alex ikut memejamkan matanya dan tak berselang lama kemudian, ia sudah terlelap dan terbuai mimpi.


Bersambung....


__ADS_2