
Tak lama setelah kepergian dokter yang merawat Aira ... Aira pun tersadar..
"Papah...."
Suara lirih nan lembut itu berhasil menarik perhatian orang-orang yang berada di dalam ruangan itu...dan sekarang di dalam ruangan itu selain ada Anin dan juga elang terlihat sudah ada kedua orang tua elang...
Elang segera mendekati Aira dan langsung menggenggam tangan mungil gadis kecil kesayangannya..
"Iya sayang....ini papah...papah ada disini..."ucap elang yang sangat mengkhawatirkan aira.
"Pah...apa benar Aira harus di operasi...?? "
Seketika pertanyaan yang keluar dari bibir mika membuat terdiam orang-orang yang berada di ruangan itu, terlebih elang ... elang memejamkan mata nya sejenak hingga tak terasa setetes air mata keluar dari matanya...
"Iya sayang,, aira harus di operasi agar Aira smebuh dan bisa bermain kembali....dan Aira tak perlu takut sayang papah ada disini papah akan selalu menemani aira...Aira mau kan nak menjalani operasi ..."
"Iya pah....Aira mau di operasi...tapi dengan satu syarat dan papah harus mau mengabulkan permintaan Aira....
__ADS_1
"Apapun itu nak....apapun persyaratan dan permintaan Aira akan papah kabulkan sayang....
"Papah berjanji....???
"Janji sayang....papah berjanji ...asalkan Aira sembuh.."
"Baiklah....Aira mau di operasi asalkan papah menikah dengan kak Anin dan kak Anin menjadi mamah nya Aira...."
"Apa...." teriak Anin spontan ketika mendengar pernyataan Aira...
wajah Anin berubah, ketenangan Anin terusik saat mendengar permintaan Aira untuk menikah dengan elang laki-laki yang bagi Anin sangat menyebalkan.
tanpa menghiraukan keadaan Anin dan tanpa mendengarkan pendapat anin Elang begitu ringannya menerima dan mengabulkan permintaan aira...
"Yeeeee...." Aira tertawa bahagia
"Akhirnya sebentar lagi Aira punya mamah...Aira tidak akan di ejek teman-teman lagi karena tidak punya mamah...makasih ya pah..." ucap Aira dan langsung memeluk elang
__ADS_1
Masih dalam fikiran yang tidak karuan Anin berjalan keluar meninggalkan ruangan perawatan Aira...
tanpa mengeluarkan kata apapun Anin pergi entah kemana yang jelas Anin keluar dari ruangan itu tanpa menghiraukan kedua orang tua elang yang terus memanggil Anin ...
Kedua orang tua elang mengejar kepergian Anin...
hingga mereka menemukan Anin yang sedang terduduk sendiri di lorong rumah sakit Anin nampak syok kala itu..
kedua orang tua elang menghampiri Anin mereka mencoba menenangkan Anin..
Bu Dahlia memeluk Anin dan mengusap-usap rambut Anin...Bu Dahlia merasakan dan mengerti apa yang Anin rasakan.
"Nak Anin....ibu mengerti perasaan Anin sekarang..tapi ibu harap nak Anin tidak membenci Aira karena permintaan Aira yang begitu membebani nak Anin...ibu dan bapak tidak bisa memaksakan nak Anin agar mau menikah dan menjadi ibu sambung Aira ...
ibu yakin nak Anin anak yang bijak dan bisa mengambil keputusan yang terbaik...
Anin tidak menjawab sepatah kata pun Anin hanya bisa menangis di pelukan Bu Dahlia...
__ADS_1
Anin tidak membenci Aira namun Anin merasa belum siap kalau harus menikah secepat itu dan secara mendadak , apa kata orang-orang nanti yang tidak mengetahui permasalahan yang ada pasti semua orang akan berpendapat kalau Anin menikah karena MBA apalagi Anin akan menikah dengan seorang duda.
"Semoga Anin mau mengabulkan permintaan Aira .... hanya Anin yang bisa membawa perubahan hidup Aira.." saura batin papah nya elang yang meskipun baru-baru ini mengenal Anin..