
Sinar matahari pagi kembali yang masuk lewat jendela membuat anin perlahan mengerjapkan matanya, Anin sedikit kaget terbangun dari tidur nya karena mendapati dirinya terbangun sudah berada di atas sofa, padahal Anin ingat jelas bahwa semalam dia tidur di samping ranjang Aira.
Lalu Anin melihat keadaan sekitar, Anin tidak melihat elang disitu Anin hanya melihat Aira yang masih tertidur pulas.
"Kemana kak elang ...." hati Anin bertanya
"Bodo amat lah,, yang pasti sekarang aku harus ke toilet sebelum kak elang kembali lagi ke kamar ini dan melihat aku baru bangun seperti ini..." ucap Anin kembali
Anin memasuki toilet yang berada di dalam kamar perawatan aira...
di dalam toilet Anin masih mengingat-ingat posisi tidur nya yang berpindah ke atas sofa
"Apa kak elang yang memindahkan ku ke sofa itu ..."
"sebaiknya aku tetap diam pura-pura tidak tau tentang ini, kalau nanti aku bertanya salah-salah aku di sangka ke PD an lagi...."
Setelah Anin membersihkan dirinya Anin keluar dari toilet itu, ternyata elang sudah terduduk di sofa dan di depan hadapan elang sudah ada bungkusan plastik dan satu gelas teh hangat.
"Makanlah....dari kemarin kau tidak makan aku membelikannya tadi di depan.."
__ADS_1
dengan ragu Anin berjalan mendekati keberadaan elangdan duduk di samping elang lalu memakan makanan yang di belikan elang.
"Kakak sudah sarapan....???
"Hmmm..."
Mendapat jawaban yang tak jelas dari elang Anin membuang nafasnya sejenak sebelum ia kembali memakan makanannya, Anin tidak menghiraukan jawaban elang karena dirasa Anin itu pasti terjadi. Anin terus makan sedangkan elang kini berjalan mendekati Aira dan duduk di kursi samping ranjang Aira lalu mencium kening Aira yang masih tertidur.
"Pulang lah,,, kamu pasti perlu istirahat perlu mandi dan mengganti pakaian mu...biar aku yang menjaga Aira disini...."
"Tapi kak...."
"Kau Jangan keras kepala, turuti perkataan ku..."
"Baiklah..." hanya itu yang bisa Anin katakan
setelah selesai memakan makanannya Anin berpamitan pada elang untuk pulang ke rumah nya ..
"Kak Anin pamit pulang dulu ya, nanti kalau ada sesuatu yang terjadi pada Aira tolong beri tahu Anin ..."
__ADS_1
pamit Anin pada elang, lalu Anin mencium punggung tangan suaminya meskipun sikap elang jauh dari apa yang di harapkan anin, walaupun begitu Anin tetap menghormati elang sebagai suaminya.
Elang tetap diam dan membalas semua perkataan Anin di dalam hatinya, tatapan elang yang tajam kini terarah pada punggung Anin yang perlahan menghilang di balik pintu.
Setelah kepergian anin, elang menghembuskan nafasnya untuk mengurangi rasa sesak yang menghimpit dadanya, pasalnya elang tau dan ia merasa perlakuan nya kepada Anin setelah mereka menikah tidak lah baik sebagai seorang suami padahal Anin begitu baik dan tulus pada aira dan Anin juga selalu menghormati nya sebagai suaminya.
Elang masih merasa belum bisa menerima Anin di dalam hidupnya..
dan seperti dugaan Anin elang bersikap seperti itu karena masih mencintai mendiang istrinya, ternyata dugaan Anin salah ...
elang belum biasa menerima Anin di hatinya karena hatinya masih tertambat pada seorang wanita di masa lalunya wanita yang sudah berhasil membuat nya elang jatuh cinta untuk yang pertama kalinya.
Bahkan saat elang menikahi mendiang istrinya, hati nya masih terpaut pada sosok wanita dimasa lalu nya itu.memang di saat elang menikahi istri pertamanya bukan karena atas dasar cinta tapi karena suatu perjodohan yang di rencanakan oleh kedua orang tuanya.
Lambat lain elang mulai membuka hatinya untuk mendiang istrinya, nyawa istrinya tidak tertolong setelah melahirkan aira karena penyakit kanker nya.
bahkan elang tidak mengetahui selama berumah tangga bersamanya istri pertamanya itu mengidap penyakit kanker.
itulah yang menyebabkan elang sulit untuk membuka hatinya kembali untuk seorang wanita.
__ADS_1
karena disaat elang berhasil mencintai istrinya justru istri pertamanya malah pergi meninggalkan nya untuk selama-lamanya.