TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU

TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU
Tidak nyaman


__ADS_3

Aira sudah tertidur lelap, Anin selalu bisa membuat Aira nyaman dan merasa menjadi berharga di tengah-tengah keluarga nya..


Anin terus membelai rambut Aira yang panjang,hitam dan lembut sambil menyanyikan lagu-lagu penghantar tidur..


dirasa Aira sudah lelap Anin memandangi wajah polos Aira yang damai bersama mimpi-mimpinya.


"Betapa aku menyayangimu sayang....entah perasaan apa yang membuat aku begitu sangat menyayangimu, aku tidak mau melihat kau bersedih yang aku harapkan kebahagiaan seperti ini yang akan selalu hadir di setiap hari-harimu...kau memang bukan darah daging ku, dan aku pun tidak lama mengenalmu tapi hati ini selalu sedih tatkala mendengar cerita hidup mu....bunda janji bunda akan selalu membuat Aira bahagia dan bersemangat...Aira juga janji ya Aira bantu bunda menghadapi papah Aira dengan segala sikap buruk nya....Kalau bukan karena Aira mungkin bunda sudah menyerah.."


Anin mencium rambut,kening,pipi Aira dan memeluk Aira dari belakang...


ketika Anin hendak tertidur sambil memeluk Aira , Bu Dahlia membuka pintu kamar Aira dan masuk ke dalam kamar Aira...


"Aira sudah tidur nak....???


"Sudah Bu...sudah nyenyak sepertinya..."


"Ya sudah, sekarang biarkan ibu yang menemani Aira tidur nak, kamu tidur lah di kamar mu bersama elang kamu pasti lelah sayang...."

__ADS_1


"Tapi Bu ....." ucap Anin mencoba menyangkal


"Tidak papa sayang, biarkan ibu menemani Aira disini sepertinya besok ibu harus sudah pulang ke rumah besok kan Papah mu pulang..."


Papah mu disini maksudnya papah nya elang susu bu dahlia papah mertua Anin...


"Baiklah Bu...." jawab Anin sedikit ragu.


Bukan nya Anin tidak mengijinkan Bu Dahlia tidur bersama Aira , namun Anin masih ragu dan canggung kalau harus tidur satu kamar dengan elang....


Bu Dahlia juga sebenarnya tau kalau Anin keberatan atas permintaan nya, namun Bu Dahlia hanya ingin membantu membuat hubungan antara Anin dan elang perlahan membaik, menjadi suami istri dan menjalani keluarga kecil mereka layak nya keluarga-kekuarga lain.


Dengan langkah ragu Anin tetap berjalan menuju kamar nya, kamar yang akan setiap hari Anin tinggali bersama elang....


Anin masuk ke dalam kamar itu, Anin terduduk di tepi ranjang tidur big size yang ada di kamar itu..


Anin masih harus beradaptasi dengan kamar itu karena menurut Anin kamar itu adalah kamar dengan berjuta kenangan antara elang dan mendiang istrinya, Anin memandangi setiap sudut kamar itu hingga Anin terus memandangi foto pernikahan elang dan mendiang istrinya.

__ADS_1


"Maafkan aku mba, bukannya aku tidak sopan tinggal dan hidup di dalam rumah ini tapi karena sudah menjadi suratan takdir anin, Anin harus menjalani ini semua, Anin janji mba Anin akan selalu membuat Aira bahagia,Aira tersenyum setiap harinya, dan memberikan warna baru untuk hidup Aira doa kan Anin ya mba agar Anin kuat menjalani sikap dan sifat buruk kak elang terhadap Anin...


Anin berbicara di kepada foto mendiang istrinua yang terpampang di dinding kamar itu Anin merasa canggung dan tak enak hati untuk tinggal di kamar itu..


Saat Anin masih terdiam dan pandangannya masih tertuju pada foto itu elang masuk ke dalam kamar itu tanpa sepengetahuan Anin..


Elang melihat lamunan Anin yang terus tertuju pada foto itu.


"Apa yang sedang kamu lakukan...???"


"Kak Elang...." Anin tersadar dari lamunannya saat mendapat teriakan kecil dari elang


"Tidurlah duluan...aku masih harus mengerjakan pekerjaanku..."


"I....iya kak...." jawab Anin ragu, hanya kata itu yang mampu keluar dari bibir Anin..


Elang mengambil satu berkas di dalam laci nakas di dalam kamar itu dan langsung kembali keluar dari kamar itu,

__ADS_1


Sedangkan Anin segera mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur nya lalu melakukan perawatan malam untuk wajah dan tubuhnya sebelum ia membaringkan wajah nya di ranjang tidur nya.


__ADS_2