
Anin Berusaha mengabaikan barbagai pemikiran buruk yang berkecamuk di dalam pikirannya.
Anin memberanikan diri untuk mendekat ke arah keduanya yang terlalu asyik bercengkrama sehingga tidak menyadari bahwa kini Anin telah tepat berada di dekat mereka.
"Ekhmm,, apa aku mengganggu...???"
Sebisa mungkin Anin merubah tampilan wajahnya sepolos mungkin untuk menutupi kerisauannya.
Sontak kedua orang yang tengah asyik mengobrol itu langsung kompak mengalihkan pandangan mata mereka pada Anin yang kini tengah berdiri sambil menyunggingkan senyum yang di buat nya semanis mungkin.
"Anin...." ucap elang
Elang yang menyadari keberadaan Anin kini kontan merubah raut wajahnya yang tadinya cerah menjadi datar tak terbaca.
Begitupun Sonia ketika mengetahui keberadaan Anin ia berusaha menampilkan senyum yang terkesan tidak sampai dimatanya, sementara Anin masih tetap menampilkan senyum manis tidak bersalahnya.
__ADS_1
"Sebegitu berpengaruhnya kah kehadiranku disini..??? Cih..."batin Anin berdecak sinis melihat perubahan raut wajah keduanya.
Tanpa permisi Anin langsung duduk tepat disisi elang yang telah merubah raut wajahnya menjadi datar seperti biasanya.berbeda dengan Sonia yang langsung berpindah tempat duduk pada singgle sofa di sisi kiri elang.
"Oh ayolah....aku hanya ingin ikut bergabung dalam pembicaraan kalian yang sepertinya sangat menarik, mengapa kalian menghentikan obrolan kalian...??
Anin berkata santai seolah-olah tidak menyadari perubahan atmosfir yang tadinya tenang berubah menjadi tegang.Merasa tidak mendapat respon dari keduanya membuat Anin menghembuskan nafasnya pelan sambil memandangi wajah keduanya secara bergantian.
"Wow...saking penasarannya dengan obrolan kalian aku jadi lupa tidak membuatkan minuman untuk tamu spesial ku....ah dasar aku ini tuan rumah yang buruk...baiklah sebaiknya aku akan ke dapur untuk membuatkan kalian teh hangat...." ucap Anin tertawa
"Sebentar ya aku pergi ke dapur dulu...."
Anin berjalan menuju dapur meninggalkan elang dan sonia.
Di dapur Anin mencoba mendinginkan hatinya atas apa yang terjadi
__ADS_1
Pengabaian ini membuat Anin seakan menjadi seseorang yang sangat tidak di inginkan, baru kali ini Anin mendapatkan perlakuan seperti itu dalam hidupnya.
Se benci itukah elang kepada anin hingga ia begitu terganggu saat Anin menghampirinya tadi.
Jujur saja niatan anin menghampiri mereka karena penasaran dengan bagaimana sikap elang kepadanya jika berhadapan dengan Sonia, dan reaksi yang di dapati nya tadi sungguh luar biasa raut wajah mereka seolah mencerminkan sepasang kekasih yang tengah ketahuan selingkuh di depan istrinya.
Anin kembali menarik dan menghembuskan nafasnya berulang kali mencoba menetralkan pasokan oksigen agar kembali mengalir lancar dalam paru-parunya.
"Oke Anin....!!! kamu wanita kuat jangan biarkan kamu merasa tersakiti atas apa yang mereka lakukan anggap saja ini sebuah permainan, dan mari kita lihat sejauh mana kamu dapat bertahan. Apakah kamu akan berhasil menaklukkan sang raja , atau kamu hanya akan menjadi sebuah pion yang dengan mudah di singkirkan.
"Let's play the game ..." ucap Anin
Setelah mengucapkan kata-kata penyemangat tadi, kini rasa sesak yang mendera Anin telah lenyap di gantikan dengan sebuah seringai yang menunjukan bahwa Anin kini akan mencoba mengikuti alur permainan yang berlangsung.
Mungkin saat ini diam adalah kata yang tepat untuk Anin menghadapi sikap elang dan sonia terhadapnya.
__ADS_1