
Setiba nya di ruang kelas Anin langsung melangkahkan kaki nya untuk masuk ke dalam kelas tersebut.
Teman-teman satu kelas Anin menyambut kedatangan Anin dengan penuh suka cita, karena sifat dan sikap Anin yang banyak di senangi orang tak aneh jika teman-teman satu kelas Anin langsung menyambut kehadiran Anin kembali.
Ada yang memeluk Anin, menanyakan kabar nya, dan hal lainnya .. yang jelas semua teman-teman Anin menanyakan suatu hal yang sama dengan Vania mereka menanyakan kenapa Anin tiba-tiba tidak masuk kuliah bahkan sekaligus meminta izin selama 2 Minggu.
Sebisa mungkin Anin mencari alasan untuk menjawab pertanyaan teman-temannya, Anin belum siap bila teman-teman harus mengetahui status pernikahan nya saat ini.
Karena jika Anin mengatakan yang sejujur nya Vania dan semua teman nya pasti akan kaget dan berasumsi yang tidak-tidak atas diri Anin...
Tak lama kemudian datanglah Mr.semmy yang merupakan dosen mata kuliah anestesiologi.
Anin dan teman-teman nya langsung menduduki kursi mereka masing-masing untuk mengikuti pelajaran yang akan di sampaikan oleh Mr.Semmy..
Anin terlihat sangat serius saat mendengarkan penjelasan dari Mr.Semmy yang membahas tentang materi anestesi tak lupa Anin juga mencatat materi yang sekira nya penting.
Satu jam berlalu mata kuliah Mr Semmy pun berakhir , Anin segera mengemasi peralatan dan buku-buku kuliah nya.
seperti biasa Anin dan juga Vania selalu memilih keluar paling belakang karena malas jika harus berdesak-desakan dengan yang lainnya.
Setalah dirasa kelas sudah lenggang Anin dan Vania memutuskan untuk keluar dari kelas mereka, ternyata di dalam kelas itu masih terdapat Mr Semmy yang masih mengemasi peralatan mengajarnya.
"Anindia Prameswari..." panggil Mr Semmy
Karena merasa namanya di panggil Anin dan Vania pun menghentikan langkah mereka dan membalikan tubuh mereka ke arah dosennya itu.
"Bisa kemari sebentar, ada yang perlu saya sampaikan..."
__ADS_1
Anin dan Vania saling bertatapan sejenak..
"Udah samperin aja..." ucap Vania
Anin menganggukan kepalanya..
"Ya udah gue duluan ya,, kan cuma elu yang di panggil .. gue nitip ya tolong bilangin sir Semmy tolong kondisikan ketampanannya..." ucap Vania
Anin segera berjalan mendekati keberadaan Mr Semmy..
"Iya sir, ada yang bisa saya bantu..." tanya Anin sopan setelah berada tepat di hadapan Mr Semmy
"Saya dengar Minggu depan kamu akan melakukan pro-koas ??"
"Iya sir, minggu depan saya akan melaksanakan koas saya, kalau boleh tau darimana sir tau jadwal koas saya..."
"Oh begitu ya sir....sebelumnya saya ucapkan terimakasih ya sir..."
"Tidak usah sungkan, aku dan papah mu sudah berteman lama , dokter Rahman orang yang baik , loyal, dan juga bijak tidak pernah pilih-pilh orang untuk ia bantu dan aku adalah salah satunya papah mu banyak berjasa untuk ku...jadi karena dokter Rahman telah menitipkan kamu pada ku jadi selama masa koas kamu adalah tanggung jawabku ya itung-itung aku sedikit balas jasa pada dokter Rahman selama ini..."
"Oya apa kamu sudah mengetahui akan di tempatkan di rumah sakit mana....??? tanya Mr Semmy
"Sudah sir, saya di tempatkan di rumah sakit Harapan Nusa Sir.."
"Kenapa kamu tidak meminta untuk di tempatkan di rumah sakit keluargamu..."
"Kan tidak bisa memilih sendiri sir, lagi pula aku ingin merasakan suasana baru di rumah sakit lain yang pastikan nanti pengalaman nya pun baru.. "
__ADS_1
"Iya sih kamu benar Anin....dan saya senang kamu di tempatkan di rumah sakit Harapan Nusa , kebetulan saya yang menjadi residen di rumah sakit itu jadi saya bisa menunjuk kamu sebagai saya selama kamu berada si stase bedah untuk membantu saya dalam menangani beberapa pasien di rumah sakit itu.
"Maksud nya sir..???"
Anin di buat bertanya-tanya maksud dari perkataan Mr Semmy
"Saya menunjuk kamu menjadi asisten saya selama di Stase bedah
"Anda serius sir...?? Anin terkejut saat mendengar pernyataan dari Mr. Semmy bagaimana tidak menjadi asisten Mr.Semny itu hanya ada di dalam mimpi Anin dan kini mimpi itu telah menjadi kenyataan.
"Tentu...saya tidak pernah main-main dengan perkataan saya...
"Baiklah sir....saya menerima tawaran dari sir...sebelumnya terimakasih sir terimakasih ..." Anin tersenyum senang dan langsung mengulurkan jabatan tangannya pada Mr. Semmy dan Mr. Semmu pun membalas jabatan tangan Anin di sertai senyum tipis di bibirnya, tidak hanya itu Mr.Semny terus memperhatikan wajah Anin.
"Sama-sama kalau begitu saya permisi...." ucap Mr.Semmy
Dengan senang hati anin tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini, menjadi asisten Mr. Semmy justru akan semakin memuluskan jalannya ujian koas pada stase bedahnya, dan jangan lupakan dengan nasib nilai ujian koas-nya yang tidak akan mengecewakan..
Setelah kepergian dosen tampan idola para mahasiswi di kampus itu terutama mahasiswi kedokteran, Anin tidak berhenti tersenyum sepanjang jalannya. ia begitu senang bisa menjadi asisten dokter sekaligus dosen yang banyak di gandrungi para mahasiswi itu.
Setiap mahasiswi kedokteran pasti banyak yang ingin berada di posisi Anin saat ini .
Siapa yang tidak tergila-gila pada seorang dokter muda yang saat ini telah mengambil spesialis dokter bedah saraf dan saat ini menjadi residen yang merangkap sekaligus sebagai dosen tidak tetap di usianya yang masih muda , di tambah poin plus nya dia masih lajang di usianya yang tahun ini tepat berusia 28 tahun.
"Akhhh.....sayang sekali karena status ku kini sudah menikah, kenapa kesempatan seperti ini baru datang sekarang..."
Anin menghembuskan nafas kecewa saat mengingat status nya sekarang, bohong jika Anin tidak tertarik pada Mr.Semny seperti kebanyakan mahasiswi pada umumnya, namun itu hanya sebatas ketertarikan biasa bukan rasa suka atau sejenisnya.
__ADS_1
tepatnya disini Anin merasa kagum pada Mr.Semmy ..