TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU

TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU
Jengkel


__ADS_3

Malam itu Anin, Aira dan Bu Dahlia duduk santai di ruang keluarga.


Elang pun ikut duduk disana namun elang sibuk dengan Laptop nya.


"Papah, papah lagi ngerjain apa sih kok dari tadi papah sibuk sama laptop itu...??


"Papah lagi ngerjain pekerjaan papah sayang, selama Aira sakit banyak pekerjaan papah yang terbengkalai jadi papah harus menyelesaikan nya cepat-cepat.."


ucap elang sambil pandangan nya terus ke arah laptop di hadapannya.


"Selalu begitu, papah selalu sibuk dengan pekerjaan.."


"Aira , Aira gak boleh gitu sayang....sini Aira mainnya sama bunda, jangan gangguin papah nak.."


Aira kembali berjalan menghampiri Anin.


"Aira benar elang, Aira kan baru sembuh mungkin Aira masih ingin bermain-main dengan kamu..." ucap mamah Dahlia


"Elang harus cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan ini Bu, laporan ini harus segera selesai...Aira kan bisa main sama bunda nya lagian kan sekarang sudah ada bunda nya.."

__ADS_1


Mendengar perkataan elang hati Anin merasa sangat kesal dan jengkel dengan tanpa dosa nya elang berkata seperti itu seakan menjadikan diri Anin itu sebagai pengasuh nya Aira, Anin hanya terdiam saat mendengarkan perkataan elang Anin harus bersikap netral tidak menunjukan kejengkelannya.


"Omah....waktu di rumah sakit Aira minta adik bayi ke bunda, soal nya temen-temen Aira banyak yang punya adik, apalagi Alvin dia punya adik bayi kembar lucu2 deh omah.."


"Kenapa kok Aira pengen punya adik, apa Aira sudah siap menjadi seorang kakak, jadi kakak itu gak gampang loh sayang..." ucap Bu dahlia


"Tuh kan apa kata bunda, omah juga sama kan jawabannya sama bunda...punyak adik itu gak gampang sayang Aira harus menjadi kakak yang sigap untuk menjaga adiknya .."


"Aira siap kok bunda....Aira akan jagain adik bayi dan juga bunda nanti.."


"kalau mau punya adik Aira gak boleh cengeng, gak boleh manja, gimana nanti jagain adik nya kalau sekarang Aira masih suka cengeng dan manja..." ucap Bu dahlia


Aira berekspresi sangat lucu da lugu dengan gaya polosnya membuat Anin semakin gemas dan sayang terhadapnya.


"Sudah,sudah, Aira sekarang minum obat yu terus bobo..." ucap Anin


"Gak mau...Aira mau punya adik bayi dulu ..."


"Ya udah kalau gitu Aira minta nya ke papah..."

__ADS_1


Aira kembali mendekati elang...


"Pah, Aira mau adik bayi tapi bunda sama omah malah ketawa..."


Elang mengehentikan aktifitas nya sejenak dan memegang kedua tangan Aira, elang menatap wajah Aira dan tersenyum manis.


"Iya sayang....nanti papah sama bunda kasih adik bayi buat Aira..."


Mendengar perkataan elang Anin sontak mendongak kan wajah nya.


"Apa maksud nya dia ngomong gitu....laki-laki menyebalkan seenak hati memberi jawaban tanpa memikirkan perasaan orang lain...."


"Ingat Anin, itu hanya rayuan elang untuk anaknya, dia akan bersikap manis bila di hadapan anak nya bukan untuk yang sebenarnya...jangan terpengaruh Anin jangan..."


Anin terus menggerutu di dalam hati nya, namun dia selalu bersikap netral untuk menghargai Aira dan ibu mertuanya.


"Yeeee.....Aira mau punya adik....makasih ya pah..." Aira bersorak gembira dengan polos nya


"iya sayang....tapi Aira sekarang tidur minum obat dulu ya sama bunda terus bobo....papah mau meyelesaikan pekerjaan ini dulu..weekend nanti kita jalan-jalan ..."

__ADS_1


__ADS_2