TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU

TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU
Kecewa


__ADS_3

Setiba nya di rumah Anin segera membayar argo taksi yang di tumpangi nya lalu berjalan melangkahkan kaki nya memasuki pekarangan rumah suaminya.


Bisma sudah tidak bisa mengikuti Anin ketika Anin sudah keluar dari taksi dan berjalan masuk ke rumah itu.


Bisma terus melihat Anin berjalan di pekarangan ke rumah yang luas dan besar hingga Anin masuk ke dalam rumah itu dan tidak terlihat lagi oleh Bisma.


"Rumah siapa ini, kenapa Anin masuk ke dalam rumah itu, ini kan bukan rumah orang tua Anin tapi melihat pergerakan Anin di rumah ini Anin seperti sudah terbiasa tinggal di rumah ini, rumah siapa ini sebenarnya apa ini rumah salah satu saudara Anin...."


"Ah....Entahlah...sebaiknya aku tidak menghampiri anin sekarang aku takut kalau Anin mencurigai ku dan mengetahui kalau aku mengikutinya...aku akan segera mencari informasi tentang itu.."


Bisma menyalakan mesin sepeda motornya dan meninggalkan rumah anin.


Anin memasuki rumahnya, Anin melihat ke setiap sudut rumahnya untuk mencari keberadaan Aira dan juga elang....


anin berjalan menuju lantai atas dan membuka pintu kamar Aira , akan tetapi tidak ada Aira disana.


Anin melangkahkan kaki nya masuk ke dalam kamar nya dan kamar nya pun kosong sambil meletakan tas dan buku-buku kuliah nya hati Anin bertanya-tanya kemana pergi nya Aira dan juga kak elang kenapa mereka belum sampai di rumah..


Anin kembali turun dari lantai atas rumahnya dan segera menanyakan hal itu kepada Bu Darmi dan ART lainnya..

__ADS_1


sesampainya di dapur Anin bertemu dengan bi Darmi yang sedang beres-beres di dapur..


"Bi...bi Darmi bibi tau gak kak elang dan Aira pergi kemana kok mereka belum pada pulang ya..."


"Eh nyonya , nyonya sudah pulang kuliah nya...???Loh...bibi gak tau ya non sejak tadi non air sama tuan elang belum ada pulang bibi kira bareng sama nyonya..."


"Tadi pulang kuliah Anin langsung mendatangi sekolah Aira , kata guru disana Aira sudah di jemput sama papah nya tapi kok mereka belum ada di rumah...."


"Aduuhh...gimana ya ... bibi kurang tau nyonya...apa sebaiknya gak di telpon aja..."


"Sudah Bi, tapi gak di angkat sama kak elang...Anin takut kalau Aira kenapa-napa..."


Saat Anin tengah berbicara dengan bi Darmi di dapur , terdengar suara mesin mobil yang baru memasuki halaman depan rumah terdengar dari suara mesinnya itu pasti mobilnya elang..


"Itu suara mobil nya kak elang Bi, akhirnya mereka pulang bi...ya sudah Anin ke depan dulu ya Bi...."


Anin bergegas berjalan menuju pintu utama rumah nya , senyum tipis tersungging di sudut bibir Anin sewaktu mengintip dari jendela kaca besar di depan rumah nya. Anin tidak langsung keluar untuk menyambut kedatangan Aira dan elang Anin ingin melihat dulu dari balik jendela rumahnya...


Dari situ Anin melihat saat elang keluar dari mobilnya dan bergegas membuka pintu di sebelahnya, elang langsung menggendong aira dan menciuminya penuh dengan kasih sayang melihat pemandangan itu membuat senyum di bibir Anin semakin berkembang.

__ADS_1


Tapi tak lama kemudian senyum yang merekah di bibir Anin perlahan memudar saat tak beberapa lama kemudian tampak seseorang ikut turun dari mobil suaminya disertai dengan senyum manisnya,


ya ... siapa lagi kalau bukan sonia ...


Anin tetap mengawasi interaksi yang terjadi di halaman depan rumahnya dengan eksfresi datar. Terlebih saat mendapati senyum kak elang yang di tujukan pada Sonia saat Sonia menciumi pipi gembil aira yang tengah berada di gendongan elang sehingga jarak diantara keduanya begitu dekat.


Tanpa terasa setetes air mata menetes di salah satu pelupuk mata Anin , melihat orang-orang yang berada di luar halaman rumah nya berjalan untuk memasuki rumah itu Anin segera berlari dan menaiki tangga rumah nya untuk masuk kedalam kamarnya.


Anin terduduk di ranjang tidur di kamarnya dan tanpa di komandoi air mata itu terus mengalir dengan derasnya...


Anin menangis dadanya sesak saat melihat kedekatan itu hatinya seakan di remas saat mengingat elang yang mengingkari janjinya.


janji akan menjemput Anin d kampusnya justru elang mengingkarinya dan malah pulang bersama Sonia.


Anin terus menangis , Anin meluapkan dan melampiaskan rasa sesak yang menghimpit dadanya.


Anin menangis untuk alasan yang tidak di ketahui nya yang jelas Anin merasa kecewa dan di bohongi oleh elang...


" Ya Tuhan...mengapa harus sesakit ini..."

__ADS_1


__ADS_2