TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU

TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU
Keras Kepala


__ADS_3

Aira sudah kembali ke ruang kamar perawatannya...meskipun keadaan nya masih lemah, Anin selalu di samping aira selangkah pun Anin tidak jauh dari Aira....


Kedua orang tua elang dan juga mamah nya Anin sudah berada di dalam kamar perawatan Aira....


Tak lama Elang masuk ke dalam kamar perawatan Aira setelah menemui dokter dan mendapatkan penjelasan tentang tindakan operasi aira, sembari di tangan nya membawa dokumen hasil pemeriksaan Aira...


"Bagaimana keadaan Aira elang....apa Aira baik-baik saja...???" tanya pak brahmantyo ayah nya elang


"Alhamdulillah pah semua nya baik-baik saja keadaan Aira masih lemas itu efek bekas operasi tadi aira masih harus mendapatkan perawatan sampai kondisi nya benar-benar pulih....dan yang paling luar biasa ternyata riwayat penyakit ginjal Aira kini semakin membaik hanya 2 x terapi lagi Aira sembuh total... ini sebuah keajaiban ...."


"Alhamdulillah.....mamah senang dengar nya elang berarti Aira tidak harus bolak balik ke rumah sakit....lagian nanti juga Aira bakal ada yang rawat setiap hari nya Bu dokter sekaligus merangkap menjadi bunda nya Aira...." ucap Bu Dahlia

__ADS_1


Anin hanya tersenyum saat Bu dahlia membicarakannya,


jangan di tanya elang gimana, elang hanya diam da cuek seperti biasanya...


"Menurut elang sebaiknya mamah dan papah juga Bu paramita dan juga Anin sebaiknya pulang saja dan istirahat di rumah, biar elang yang menjaga Aira disini..."


"Apa maksud kak elang menyuruh ku pulang....apa secara tidak langsung dia mengusir ku, aku tau itu hanya akal-akalan kak elang biar bisa jauh dari aku...." suara hati Anin


semua mata tertuju pada Aira sekarang..


"bunda tidak boleh pulang, bunda harus disini Aira mau sama bunda..."

__ADS_1


"Iya sayang....ini bunda masih disini...kan bunda sudah berjanji Tidak akan meninggalkan Aira..."


"Bagus lah Aira tidak memperbolehkan ku pulang...aku ingin tau apa yang akan di lakukan kak elang kepada ku saat di dekat aira.." suara hati Anin


Kedua orang tua elang dan mamah nya Anin berpamitan pulang ......


Malam semakin larut Aira kini sudah tertidur setelah di nyanyikan lagu2 penghantar tidur oleh Anin, mungkin karena kelelahan Anin pun tertidur di samping aira lebih tepat nya Anin tertidur sambil duduk dan tangannya digunakan sebagi bantal di samping ranjang Aira ...


Elang yang baru kembali masuk ke ruangan itu setelah membeli beberapa minuman ke supermarket melihat adegan itu....elang merasa kasihan melihat posisi tidur Anin yang sepertinya tidak nyaman elang lalu menggendong anin dan memindahkan Anin ke atas sofa yang ada di dalam kamar perawatan Anin lalu menyelimuti tubuh Anin menggunakan jaket nya....


Setelah itu elang menggantikan posisi Anin duduk di kursi samping aira dan terus menemani Aira disana hingga elang pun imut tertidur seperti posisi tidur awal Anin sebelum di pindah ke sofa...

__ADS_1


Sedingin-dinginnya sikap elang ke Anin disaat Anin sedang tidak sadar elang seperti sedang tidur elang selalu memperhatikan Anin dan sebenarnya ia menikahi Anin bukan hanya sebatas mengikuti permintaan Aira elang juga berpendapat Anin wanita yang baik Anin bisa bersifat dewasa meski umur nya masih muda bahkan Anin bisa menjadi ibu yang baik untuk Aira, hanya saja mungkin saat ini belum tumbuh rasa cinta dan masih menjaga gengsi nya elang bersikap seperti menjaga jarak dari Anin..


__ADS_2