
" Apa yang kamu lihat...."
Anin tersadar dari lamunannya saat mendengar perkataan elang...
" Kakak mau kemana...???
Anin mencoba bertanya pada elang yang sudah berpenampilan rapih seperti itu...
"Aku akan pergi ke rumah sakit..." jawab elang singkat
"Rumah sakit.." ucap anin
Anin masih berusaha mengumpulkan sebagian nyawanya dan mencoba mencerna maksud dari perkataan elang, lalu setelah ingatannya terkumpul sepenuhnya barulah ia sadar dan mengingat bahwa hari ini Aira akan menjalani operasi nya...
__ADS_1
" Astaga ... hari ini adalah jadwal operasi nya Aira hampir saja aku tidak mengingatnya...tunggu sebentar kak aku akan bersiap-siap dan ikut ke rumah sakit.."
Anin beranjak turun dari ranjang tidur dengan tergesa-gesa Anin berjalan menuju kamar mandi di dalam kamarnya,, sebelum Anin masuk kedalam kamar mandi perkataan datar elang mendadak menghentikan langkah Anin.
"Tidak perlu, aku akan berangkat sendiri lagian disana sudah ada kedua orang tua ku..."
Dengan panik, Anin mencoba membujuk elang agar mau menunggu nya untuk ikut ke rumah sakit....
"Anin mohon kak...tunggu Anin...Anin ikut...Anin ingin berada di samping aira sebelum Aira melakukan operasi nya...
"Baiklah kalau begitu...aku akan menunggumu di mobil.."
mendapat izin dari elang membuat Anin memekik senang dan langsung reflex memeluk elang dengan erat...
__ADS_1
Jantung elang berdebar saat Anin secara tiba-tiba memeluknya....
"Lepaskan pelukanmu....kamu merusak kerapihan pakaianku...capat kamu mandi sekarang" ucap elang
Anin yang mendapati sikap cuek dan dingin dari elang langsung melepaskan pelukannya Anin tertunduk malu dan salah tingkah karena saking senang nya Anin spontan memeluk elang, tanpa pamit Ani langsung masuk kedalam kamar mandi di dalam kamar itu untuk segera membersihkan dirinya karena takut kalau terlalu lama akan membuat elang marah dan meninggalkannya sendirian untuk pergi ke rumah sakit...
Elang masih berdiri tegap di posisinya, bukan tanpa alasan elang menyuruh Anin untuk melepaskan pelukannya dengan alasan Anin merusak kerapihan pakaiannya dan segera menyuruhnya mandi , elang beralasan seperti itu karena tanpa sengaja saat Anin memeluk tubuh elang dengan begitu eratnya kedua gunung kembar milik anin menempel pada dada bidang milik elang yang hanya tertutupi kemejanya, dimana hal itu membuat aliran darah elang berdesir dengan cukup kuat hasrat dan bayangan liar nya kembali meronta dari tubuh elang, sehingga elang sengaja menggunakan alasan itu agar dirinya tidak lepas kontrol.
Setelah melakukan mandi kilatnya Anin segera berdandan tipis dan memakai baju dress selutut yang warna nya senada dengan kemeja elang, padahal saat itu karena terburu-buru Anin asal ambil saat memilih baju nya ia tidak menyadari kalau warna dress nya senada dengan kemeja elang mungkin karena mereka di takdirkan berjodoh makannya bisa samaan...
Sambil membawa tas selendang kecilnya Anin berlari menuju sebuah mobil mewah yang sudah terparkir di halaman depan rumah Anin dan sudah di dalam mobil itu sudah ada elang yang menunggunya , Anin langsung masuk dan duduk di samping elang ...
tak lama kemudian elang menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobil menuju rumah sakit tempat perawatan aira ..
__ADS_1
suasana hening tergambar di dalam mobil itu tidak ada satupun yang angkat bicara untuk mencairkan suasana canggung yang melingkupi mereka.
Elang fokus dengan kegiatan menyetirnya, sedangkan Anin hanya terdiam pandangan lurus ke depan tanpa ad sepatah katapun keluar dari bibir nya