
Malam hari....
Acara pernikahan Anin dan elang telah selesai ...
orang-orang yang menghadapi pernikahan mereka sudah pergi dari rumah keluarga Anin...
Bahkan kini kedua orang tua elang dan Anin telah pergi ke rumah sakit untuk menemani Aira disana yang esok nya akan melakukan operasi nya...
karena Anin kini sudah menikah dengan elang secar otomatis Aira pun sudah menjadi cucu dari kedua orang tua Anin meskipun bukan cucu kandung kedua orang tua Anin sangat menyayangi Aira....makannya mereka rela menemani Aira di rumah sakit bersama kedua orang tua elang.
itu juga adalah salah satu rencana kedua orang tuanya agar elang dan Anin tetap tinggal di rumah karena malam ini adalah malam pertama mereka
----------------------
Berbicara malam pertama Anin kini berjalan mondar mandir di dalam kamar nya masih memaki kebaya pengantin di tubuhnya....
Anin terus mondar mandir sambil menggigit jari jemari kuku nya tanpa sadar....memang Anin bukan orang munafik yang tidak mengetahui apa saja yang di lakukan pasangan suami istri pada saat malam pertama, tapi jika boleh jujur saat ini Anin benar-benar tidak atau lebih tepatnya belum siap sama sekali untuk menunaikan tugas dan kewajiban nya seorang istri pada saat malam pengantin...mengingat bahwa pernikahan ini terjadi nya secara mendadak belum ada kesiapan dalam diri anin.
Saat Anin sedang sibuk berjalan mondar mandir elang masuk kedalam kamar Anin dan karena belum bisa berfikir secar jernih Anin tidak mengetahui kalau kini elang sudah berada di dalam kamar nya...
__ADS_1
"Apa yang sedang kamu lakukan...."
Sura lantang mengagetkan Anin dan menghentikan pergerakan Anin...Anin terdiam saat menyadari kalau elang ada di dalam kamarnya Anin tersadar bahwa sekarang elang adalah suaminya itu berarti kamar nya sekarang adalah kamar elang juga jadi elang berhak masuk dan keluar kapanpun di kamar Anin.....
"E...enggak kak...akusedang tidak melakukan apa-apa...aku hanya sedang kebingungan bagaimana caranya aku membuka kencing belakang kebaya aku tidak bisa membuka nya sendiri....."
Anin berbohong pada elang karena terlalu gugup jadi perkataan itu yang keluar dari bibir Anin...
Elang berjalan menghampiri Anin...
"Berbalik...." ucap elang ketika sudah berdiri di dekat Anin
"Berbalik badan,,,aku akan membuka kancing kebaya mu.."
Anin mengerti maksud perkataan elang dengan ragu dan sedikit gemetar Anin mengikuti perintah elang...
Anin membalikan badannya di hadapan elang...
dengan telaten elang membuka satu persatu kancing kebaya Anin dan kini punggung Anin yang putih mulus terpampang jelas di depan elang...
__ADS_1
bagiamana pun elang lelaki normal, tanpa berkedip elang terus memperhatikan punggung mulus Anin setelah hampir 5 tahun elang baru melihat lagi secara jelas punggung mulus seorang wanita karena setelah kepergian istrinya elang tidak pernah bermain cinta dengan wanita lain meskipun banyak wanita yang mengejar cinta nya dan mau menjadi istrinya...
Elang tersadar dari lamunan liar ...
"Sudah...kamu sekarang bisa membuka kebaya mu dan membersihkan tubuh mu...
Anin kembali membalikan badannya berhadapan dengan elang...Anin masih memegangi kebaya nya dan masih terlihat gugup.
"Bisakah kak elang keluar dulu dari kamar ini...???"
mengerti maksud dengan tujuan perkataan Anin tanpa sepatah kata pun elang keluar dari kamar Anin dan pergi meninggalkan Anin.
setelah kepergian elang Anin segera membuka kebaya nya , membersihkan sisa-sisa make-up baru Anin masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Sementara itu setelah elang keluar dari kamar Anin elang pun mencari kamar mandi lain untuk membersihkan tubuh nya...
elang nampak sibuk menyiram tubuhnya dibawah guyuran air dingin dari shower untuk meredakan sedikit hasratnya uang terpancing ketika melihat punggung Anin yang putih dam mulus.
elang memejamkan kedua matanya mencoba mengenyahkan segala pikiran kotor akan lekukan tubuh Anin yang seakan bergentayangan dalam Fikirannya meskipun baru hanya melihat punggung nya tapi elang sudah membayangkan lekukan tubuh Anin yang lain....
__ADS_1
"Argghhh shiitt ....!!! pikiran apa ini....kenapa aku bisa berfikir dan membayangkan hal itu sejauh ini....aku harus segera membuang jauh-jauh fikiran ini sebelum aku terbawa arus untuk menyerang tubuh Anin....aku tahu pasti Anin belum siap jika harus melayani kewajibannya sebagai seorang istri kepadaku di tambah lagi gejolak hasratku yang begitu besar aku takut lepas kontrol dan malah menyakiti Anin...lebih baik aku tahan sampai aku benar-benar menerima Anin sebagai istri ku dan Anin juga sudah benar-benar menerima aku sebagai suami nya....