
Anin Aira dan elang kini sudah sampai di rumah nya elang, bagi Aira dan elang mungkin itu biasa saja karena itu rumah milik mereka namun bagi Anin ini adalah rumah baru bagi nya.
Rumah yang besar, mewah, dengan semua fasilitas yang lengkap.
harus nya Anin senang tinggal di rumah itu, tapi justru malah sebalik nya karena sifat dan sikap elang yang dingin dan cuek harus ia hadapi setiap harinya.
Kedatangan mereka telah di sambut oleh mamah nya elang juga bi Darmi, mulai hari itu bi Darmi kembali ikut bersama keluarga kecil elang sebagai pengasuh Aira seperti dulu saat elang tinggal di rumah itu ketika bersama mendiang istrinya.
"Selamat datang sayang, akhirnya cucu omah sembuh dan kembali lagi ke rumah..." ucap mamah nya elang pada cucu pertamanya.
"Iya omah ... Aira juga senang karena Aira sudah bisa pulang dan pulang nya ke rumah Aira sendiri bersama dengan papah dan juga bunda...Aira tidak akan takut dan kesepian lagi tinggal di rumah ini kan sekarang sudah ada bunda..." ungkapan Aira yang amat sangat bahagia...
" Ya sudah....ayo masuk sayang....ayo elang Anin masuk...mamah bi Darmi dan Art yang lain sudah membersihkan dan mempersiapkan keperluan kalian ...."
__ADS_1
Semua orang disitu memasuki rumah elang, dalam hati Anin terus berkecamuk bagaimana ia bisa melewati hari-hari di rumah ini bersama dengan bongkahan es yang berstatus suami nya. namun Anin harus tetap kuat demi Aira karena Anin mau menikah dengan elang itu demi Aira.
"Oh ya mah... apa papah jadi berangkat ke Surabaya menemui relasi elang disana ...??
"Jadilah sayang....papah dan kamu kan gak beda jauh tidak mau mengecewakan para relasi perusahaan karena kamu tidak bisa hadir disana makannya Papah yang menggantikan...."
"Oke baiklah...." balas elang
"Iya sayang....mari mamah antar ke kamar Aira..." ucap mamah nya elang
Sedangkan elang hanya terdiam seakan tak peduli pada Anin.
Bisa di rasakan seperti apa perasaan Anin saat ini, harus nya Anin senang tinggal di rumah mewah milik suami nya dan menjadi nyonya di rumah itu namun ternyata kebalikannya Anin justru malah nampak resah bingung dan kaku, apa yang harus Anin lakukan di rumah itu melihat sikap elang yang nampak tenang dan manis jika di dekat Aira namun nampak seperti es batu dan macan saat di dekat Anin...
__ADS_1
"Menyebalkan, kalau saat ini status dia bukan suami aku udah pengen aku cakar wajah dinginnya ...."
Anin terus menggerutu dalam hatinya sambil menggendong aira menuju kamar nya.
"Anin ini kamar nya Aira....dan itu kamar nya elang,,semau barang-barang kamu sudah ibu masukan ke kamar itu nak cuman belum sempat ibu bereskan sayang..." ucap ibu mertua Anin sambil menunjukan ke arah pintu kamar yang besar dan luas .
"Oya dan pintu yang itu adalah ruang kerja elang..." ucap Bu Lidia kembali
"Iya Bu...." jawab Anin
"Perlahan sayang...nanti juga kamu akan hapal seisi rumah ini kamu kan istri elang jadi kamu nyonya disini nanti bi darmi dan para ART yang lain akan menemani dan melayani kalian disini..."
Anin dan mertua nya memasuki kamar Aira...
__ADS_1