TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU

TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU
Membuka Pikiran


__ADS_3

Setelah melaksanakan sholat isya Anin terduduk di atas ranjang tidur nya..... karena dirasa belum merasa mengantuk Anin membaca buku tentang dunia kedokteran dengan konsen Anin terus membaca buku yang sangat tebal itu ,


hingga anin tidak menyadari kehadiran elang di kamar mereka....


"Belum tidur..??? tanya elang


"Kak elang ..." ucap Anin sedikit kaget lalu menutup buku yang ia baca


"Maaf kak, aku tidak mendengar kakak membuka pintu...." ucap Anin


" Tak apa.... " jawab elang


Elang melangkah kan kaki nya ke arah tempat tidur yang sudah ada Anin terduduk disana , Anin mulai merasa salah tingkah saat elang mulai mendekat ...


hanya tinggal 1 langkah ke tempat tidur tiba-tiba aliran listrik mati dan semuanya menjadi gelap ,

__ADS_1


seketika Anin teriak histeris karena memang sejak kecil Anin seperti phobia kegelapan sejak kecil ketika mati lampu Anin selalu menangis ketakutan dan harus langsung di peluk mamahnya hingga akhirnya tertidur


dan itu pun terjadi sekarang Anin berteriak ketakutan saat lampu di kamarnya mati berubbah menjadi gelap.


Dengan sigap , tanpa menghiraukan apapun elang langsung mendekati keberadaan Anin dan langsung memeluk Anin, elang menenggelamkan wajah dan kepala Anin pada dada bidangnya , karena hawa takut Anin pun tidak menolak pelukan elang Anin justru memeluk erat elang dan terus menenggelamkan wajah pada dada bidang elang....


"Sudah, sudah, jangan menangis jangan takut kakak ada disini kakak akan menjaga mu...."


Hangat, dan aroma harum tubuh elang yang wangi membuat Anin nyaman hingga Anin kini tidak begitu histeris menangis...


pada saat posisi seperti itu elang merasakan gejolak yang meronta di dalam hatinya , hati elang berdebar seperti ada hawa yang tidak biasa...


"Apa ini, apa aku sudah benar-benar jatuh cinta pada Anin...." suara batin elang


Tak lama aliran listrik kembali hidup, dan lampu di dalam kamar mereka pun menyala kembali...

__ADS_1


Anin dan elang masih dalam posisi yang sama , hingga perlahan Anin membuka matanya dan merasakan bahwa suasana telah kembali terang, perlahan Anin pun menyadari posisi nya saat ini...


Anin membuka matanya dan menyadari posisi nya kini memeluk erat elang, sontak Anin langsung melepaskan pelukannya pada elang dan menunduk malu, elang hanya diam sedikit tersenyum saat memperhatikan tingkah Anin dengan eksfresi kagetnya .


"Maaf ka, maafkan Anin.... Anin tadi tidak sengaja karena Anin terlalu ketakutan pada gelap..."


Elang hanya tersenyum saat Anin meminta maaf pada nya .


Anin terus menunduk , Anin merasa malu atas pelukannya tadi


elang pun terbawa suasana hingga membuat dirinya salah tingkah....


kini 2 insan manusia itu pun malah saling diam dengan posisinya masing-masing...


Elang terduduk di tepi sisi ranjang sambil menyenderkan punggung ke kepala ranjang tidur mereka , posisi Anin pun sama seperti elang di tepi sisi lainnya beda nya Anin tetap menundukkan kepalanya karena masih merasa malu...

__ADS_1


Tak ada yang membuka suara sama sekali mereka berdua terdiam sibuk dengan pikirannya masing-masing...sementara udara malam yang dingin semakin terasa membekukan kulit , udara malam ini begitu sangat dingin berbeda dengan malam-malam biasanya itu mungkin karena sekitar jam 5 sore turun hujan makannya hawa udara pada malam itu menjadi lebih terasa dingin.


__ADS_2