TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU

TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU
Ciuman pertama


__ADS_3

Anin telah selesai membuatkan teh untuk Elang dan Sonia....


walaupun Anin merasa kesal dan jengkel pada Elang dan Sonia Anin tetap membuatkan teh yang layak untuk mereka kalau Anin ingin berniat julit bisa saja Anin menjahili mereka.


Anin kembali ke ruang keluarga menghampiri elang dan Sonia sambil membawakan teh buatannya.


"Ini teh nya...silahkan di minum ..." ucap Anin sambil menyodorkan teh itu


Tanpa banyak berkata Elang langsung menyesap teh buatan anin, berbeda dengan Sonia yang hanya diam memasang wajah tak enak hati nya pada Anin yang masih dengan setia berdiri sambil tersenyum bak seorang pelayan yang menyambut para costumer nya dengan setia.


"Mengapa tidak di minum teh nya Sonia....??


"Tenang saja aku tidak akan menarih racun dalam minuman mu..."


Ucap Anin spontan saat mendapati bahwa Sonia terlihat ragu untuk meminum teh nya.


Yang dimana hal tersebut sontak mendapat lirikan tajam dari elang


"A ....aku akan meminumnya Anin, aku tidak punya pikiran seperti itu kok , .." jawab Sonia dengan ragu


Anin tertawa saat mendengar jawaban Sonia,


"Mengapa kamu serius sekali , aku hanya bercanda kok...."


"Baiklah seperti nya aku harus ke kamar ku dulu ...permisi...."


Anin melenggang pergi begitu saja tanpa menghiraukan tatapan tajam yang di layangkan elang terhadapnya, Anin tidak perduli jikalau elang akan marah kepadanya,


Ia hanya akan mengatakan apa yang ingin di katakanya.


Yaaahhh......!!!


dan sekali lagi Anin akan menganggap bahwa semua ini adalah sebuah permainan.


Anin memasuki kamar nya , Anin terduduk di tepi ranjang tidur nya...


Anin termenung Fikirannya berkecamuk kekesalan dan amarah yang sejak tadi dia tahan kini ia keluarkan lewat air matanya, entah perasaan apa anin yang biasanya kuat kini sampai menangis mengeluarkan air matanya.


Dalam tangis nya Anin menelaah bagaimana suasana hati nya saat ini.


terlalu dini jika ia mendefinisikan rasa sesak yang mendera nya kini sebagai rasa suka atau sejenisnya, karena Anin yakin benar bahwa rasa itu belum hadir setidak nya untuk saat ini.

__ADS_1


"Tidak...tidak...rasa itu belum hadir...."


ucap Anin sambil terus menggelengkan kepalanya saat mendapati pemikirannya tadi.


Membayangkan jika sampai ia berhasil jatuh cinta pada elang membuat dada nya semakin sesak.


"Tidak,,tidak...aku tidak boleh jatuh cinta pada kak Elang. Sebelum perasaanku semakin tersakiti


Anin kembali menggelengkan kepalanya berusaha mengesampingkan perasaanya agar tidak sampai terjerat pada pesona Elang.


Memang tidak salah dan tidak ada yang melarang jika seorang istri mencintai suaminya sendiri, tetapi melihat perilaku elang pada Anin selama mereka menikah membuat Anin yakin bahwa untuk menaruh hatinya pada elang adalah suatu hal yang tidak di inginkan.


Entah sampai kapan perang dingin diantara mereka akan segera berakhir...


Saat Anin masih dalam tangisannya, anin mendengar suara pintu kamar yang di buka lalu di tutup kembali dengan cukup kuat sedikit menyentak..


menyadari kedatangan elang di kamar mereka Anin segera berhenti dan segera menghapus air matanya Anin tidak mau kalau sampai elang mengetahui Anin tengah menangis saat ini.


Anin masih terduduk di atas ranjang dengan posisi membelakangi elang, dan posisi elang saat ini tak berada jauh dari posisi Anin.


"Apa maksud perkataan mu tadi ...???


Menghembuskan nafas sejenak, Anin membalikan badannya menghadap ke arah elang yang kini menatap kedua matanya tajam.


"Jangan coba-coba mempermainkan ku Anin...." sentak elang


"Maaf kak, aku tidak mengerti apa maksud perkataan Kakak...." jawab Anin santai


"Permisi aku harus pergi ke kamar Aira..."


"Apa kamu cemburu...."


Langkah Anin langsung terhenti saat mendengar perkataan elang.


Deg....hati anin pun bergetar saat elang mengucapkan perkataan itu


"Tidak...!!! aku tidak cemburu....mana mungkin aku cemburu pada kak elang .."


"Jika bicara,,tatap lah lawan bicaramu Anin..."


Anin menghembuskan nafas dan menutup matanya sejenak sebelum akhirnya kembali membalikan badannya pada elang, lalu membalas tatapan elang dengan tatapan datar nya.

__ADS_1


"Aku bilang aku tidak pernah cemburu pada kak elang ..."


Ucap Anin dengan tegas dan entah mengapa malah membuat rahang elang sedikit mengeras saat mendengar perkataan Anin.


"Sudahlah kak....aku harus pergi aku harus menemui Aira di kamar nya...sebaiknya kakak kembali ke ruang keluarga menemani dan mengobrol tentang masa lalu kalian disana..."


Tanpa menghiraukan ekspresi elang, Anin membalikan badannya dan melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan elang di kamar mereka.


Tapi lagi-lagi Anin harus tersentak saat tanpa di duga tangan elang menarik cukup kuat tangan Anin hingga kini tubuh Anin kembali terbalik menghadap tubuh elang, perlakuan itu membuat Anin terkejut.


"Apa yang kakak lakukan..."


Kontan kedua mata Anin membulat sempurna saat mendapati sesuatu yang kenyal tengah menempel di bibirnya...


Tubuhnya seakan membeku, aliran darah dalam tubuh nya terasa ber desir dengan kuat.


Berulang kali otak Anin mengatakan dengan keras untuk mendorong tubuh elang agar menjauh darinya, tapi tubuhnya seakan kaku tak mau merespon pikirannya.


Hingga pada saat bibir Elang perlahan mulai bergerak menyesap bibir atas dan bawah nya,barulah dengan gerakan reflek nya Anin langsung mendorong tubuh elang untuk menjauh darinya.


Setelah nya Anin langsung membuka pintu kamar mereka yang entah mengapa terasa sangat sudah untuk di bukanya.


berulang kali Anin membuka pintu kamar tersebut dengan tangan gemetar, hingga pada putaran ketiga barulah pintu kamar mereka terbuka, Anin langsung berlari menuju kamar Aira meninggalkan elang yang masih terdiam di dalam kamar tidur mereka.


Setiba nya di kamar Aira, Anin langsung masuk dan menutup pintu kamar Aira juga langsung mengunci nya dari dalam.


Perlahan tubuh Anin yang bersandar pada pintu kamar aira mulai merosot, saat bayangan ketika elang menciumnya tadi masih terasa di bibirnya...


"Ya Allah....ada apa dengan detak jantung ku..."


Anin kembali memegangi detak jantungnya yang kini tengah berdegup kencang seusai elang menciumnya bibirnya tadi.


Perlahan Anin meraba bibirnya yang masih terasa basah akibat ciuman elang...


"Itu , itu, itu adalah ciuman pertama ku..."


Aira yang berada di dalam kamar nya terus memperhatikan bundanya....


"Bunda....bunda kenapa....???


Anin menyadari aira yang sejak tadi memperhatikannya ... Anin langsung menghampiri Aira dan memeluk Aira ...

__ADS_1


"Tidak sayang....bunda tidak apa-apa..."


__ADS_2