TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU

TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU
Mengungkapkan


__ADS_3

"Baiklah....mungkin ini saat nya aku berbicara terus terang kepada mu agar permasalahan diantara kita selesai dan tidak terjadi lagi ke salah pahaman diantara kita..."


"Bisakah kita berbicara sambil duduk, agar lebih tenang dan santai..??" tanya elang


Elang memegang pergelangan tangan Anin lalu mengajak Anin berjalan ke arah ranjang tidur mereka, tanpa perlawan dan hanya diam seribu kata Anin mengikuti elang....


Panjang kali lebar kali tinggi dengan serius nya elang menceritakan semua perihal rumah tangga bersama istri pertamanya dan juga cerita tentang wanita yang bernama Sonia, wanita masa lalu yang sekarang kembali masuk ke dalam hidup elang.


Dengan seksama Anin mendengarkan semua cerita elang,


sesekali Anin merasa sedih saat elang sedang menceritakan tentang Zihan istri pertamanya , mungkin karena sesama perempuan Anin merasa iba terhadap Zihan...


Anin merasa lega untuk yang pertama kali nya Anin berbicara serius dan sedekat itu dengan suaminya , Anin juga merasa bahagia karena elang sudah mau jujur dan terbuka terhadap dirinya.


Semua yang di ceritakan elang sama persis dengan apa yang di ceritakan oleh BI Darmi pengasuh Aira...


justru setelah mendengar langsung dari bibir kak elang Anin malah terasa kepanasan jantung Anin berdebar lebih dari saat mendengarkan cerita BI Darmi...

__ADS_1


Anin sangat merasa jengkel saat elang menceritakan kapasitas Sonia di dalam hidup nya..


Meski begitu Anin tetap masih mempertahankan sikap sinis nya pada elang, Anin belum percaya 100 persen pada elang karena Anin belum begitu tau bagaimana perasaan elang terhadap Sonia dan juga dirinya...


"Tidak, tidak,, Anin tidak,, jangan Anin, jangan, jangan mudah percaya...." suara hati Anin


"Apa kakak masih mencintai Sonia...."


Dengan lantang dan penuh penekanan Anin menanyakan pertanyaan itu pada elang. mengingat perlakuan elang pada Sonia melebihi seorang sahabat, kedekatannya pun begitu intens.


"Sahabat, sekarang aku sadar bahwa perasaan ku terhadap Sonia tak sedalam dulu , mungkin perasaan itu hilang saat aku mulai mencintai Zihan , dan sekarang perasaan itu sudah tertambat pada calon dokter muda cantik , yang terlihat kuat pantang menyerah tapi kadang akan terlihat manja melebihi Aira...."


Anin tetap dengan sikap sinis nya, meskipun hati Anin saat ini sedang berdebar karena mendapat gombalan dari elang itu tetap Anin tutupi karena Anin tidak mau menyerah begitu saja...


"Yakin hanya sebatas sahabat, aku merasa bahwa cara kakak memperlakukan Sonia selama ini mencerminkan bahwa kakak masih memiliki rasa terhadap Sonia .."


kali ini tidak ada rasa segan atau pun canggung lagi dalam diri Anin, dengan berani ia menatap langsung kedua mata elang dengan ekspresi sinisnya.

__ADS_1


" itu hanya pemikiranmu saja, " jawab elang dengan ekspresi datarnya.


" Kakak berusaha menghindar ..??" Anin tidak mau mengalah, Anin harus mendapatkan jawaban malam ini juga meskipun itu akan membuat elang marah.


"Tidak, aku tidak akan menghindar dan aku tidak akan pernah bisa menghindarimu karena sekarang kamu adalah istri ku...."


Elang terdiam menatap anin, sebelum melanjutkan perkataannya....


"Anin dengarkan kakak, mulai sekarang kakak sudah memutuskan untuk membuka hati kakak dan menerima kamu dalam hidup kakak, yang kakak harapkan mulai sekarang jangan ada lagi yang kita tutupi, saat terasa terjadi masalah kita bicarakan bersama secara baik-baik kita cari bersama jalan keluarnya ...


"Anin apakah Anin mau menerima kakak dan memaafkan atas kesalahan kakak selama ini terhadap mu ??


Ani Hanya terdiam tanpa ekspresi , Anin mencoba mengingat-ingat apakah sekarang dirinya sedang bermimpi.


Melihat ekspresi Anin elang malah tersenyum elang merasa gemas dengan ekspresi Anin yang seperti itu...


" Jangan terlalu di pikirkan, tanpa jawaban kamu pun saat ini kamu sudah menjadi istri ku dan selama nya akan menjadi milik ku...."

__ADS_1


Ucap elang menggoda Anin, tapi justru Anin malah merasa kesal saat mendengar kata-kata yang barusan elang ucapkan.


"Dasar egois...." suara batin anin


__ADS_2