
Melihat keadaan Aira yang sudah tertidur nyenyak, Anin segera meninggalkan Aira tertidur di kamar nya yang serba ping dan banyak boneka untuk pergi ke kamar nya yang di tunjukan oleh ibu mertuanya, karena merasa kegerahan Anin berniat untuk mandi dan membersihkan dirinya.
Anin berjalan menuju kamar yang di tunjukan oleh ibu mertua nya.
"Ceklek...."
Anin membuka pintu kamar nya,
perlahan Anin berjalan memasuki kamar itu yang lebar dan luar dengan fasilitas yang lengkap dan mewah .
Anin nampak terdiam saat pandangan nya tertuju pada sebuah foto yang lumayan besar terpampang di dinding kamar itu,
ya.....
Anin melihat foto pernikahan elang dengan mendiang istri pertama nya.
__ADS_1
"Ada apa dengan hati aku....kenapa aku merasa sedikit sesak melihat foto itu...."
"tidak, tidak, jangan sampai, jangan sampai aku merasa cemburu sama si monster itu lagian kan memang wajar foto itu ada di kamar ini,, kamar ini kan kamar dia bersama mendiang istrinya dan rumah ini juga rumah kak elang dengan mendiang istrinya terdahulu, aku kan disini hanya orang baru yang tidak pernah dianggap keberadaanya.."
"Ah...sudah lah...yang jelas sekarang aku ingin berendam untuk menenangkan fikiranku..."
Anin segera bersiap untuk ritual mandi nya dan Anin memasuki kamar mandi yang ada di dalam kamar itu.
Ketika sedang asyik berendam, tiba-tiba perkataan elang terhadap dirinya kembali terngiang di benaknya..
"Tidak akan ada perceraian, tidak akan ada perceraian..."
Anin terus mengulang kata-kata tersebut di benak nya, hingga ia tidak menyadari bahwa pintu kamar mandi yang lupa ia kunci terbuka..
Lalu munculah sosok elang dalam balutan handuk putih menutupi bagian pusar sampai kebawah di atas lutut.
__ADS_1
Ketika Anin membuka kedua matanya yang terpejam, ia sontak merasa kaget saat mendapati elang yang telah berdiri tegap di depan pintu kamar mandi dan tengah melihat tubuhnya dengan eksfresi yang sulit di mengerti oleh Anin.
"Bodoh....bagaimana mungkin aku sampai lupa tidak mengunci pintu kamar mandi ini...."
Anin yang jelas sudah merasa malu langsung salah tingkah di dalam bath up , dan sial nya busa sabun yang ada di dalam bak mandi tersebut telah habis dan hanya menyisakan sedikit busa untuk menutupi tubuh telanjang anin.
"Pantas saja dia melihatku tanpa berkedip, dia lelaki normal , dasar anin bodoh, bodoh..!!." suara batin Anin
"Hemmm...maaf aku kira tidak ada orang di dalam, dan aku tidak mendengar suara bunyi air serta pintu nya tidak di kunci.."
Ucap elang yang juga nampak salah tingkah, serta pandangan mata yang tidak fokus mencoba mengalihkan pandangannya dari tubuh telanjang anin yang tidak tertutup busa sabun.
Tanpa aba-aba elang segera melangkah keluar dari kamar mandi itu dengan membuka dan menutup pintu itu agak keras sehingga menimbulkan suara berdebum yang cukup kencang.
Elang meninggalkan Anin yang masih terdiam di dalam kamar mandi itu .
__ADS_1