TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU

TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU
Kebersamaan


__ADS_3

Entah mengapa semenjak kejadian elang mencium Anin dan Anin berani bersikap meledek saat elang mengobrol dengan Sonia tempo hari. membuat Anin sedikit berani enyangkal, menyanggah dan protes atas sikap elang terhadapnya.


Semua perasaan takut, segan ataupun rasa ingin menghormati elang menguap begitu saja ketika mendapati sifat dan sikap elang yang sangat menyebalkan. Ia tidak mau bersikap seperti biasanya yang hanya akan diam saja mendapati sikap semena-mena elang kepada nya dan membiarkannya merasakan perasaan sesak yang menyakitkan .Ia ingin lebih terbuka mengungkapkan apa yang di rasakan nya tanpa harus memendam segala sesuatu nya untuk membuat perasaanya lega.


Sepanjang perjalanan menuju sekolah Aira , Anin selalu mengalihkan pandangannya keluar jendela dan sesekali melihat ke arah Aira yang tampak bercerita panjang lebar..


"Pah, bunda kenapa sih kok dari tadi diam saja..???


Tanya aira ketika mobil elang telah berhenti tak jauh dari gerbang sekolah Aira .


Elang yang mengerti apa maksud perkataan Aira menoleh kan kepalanya ke arah Anin dengan senyum kecil di ujung bibir nya sebelum menjawab pertanyaan Aira..


"Bunda lagi marah sayang...."


"Bunda marah kenapa pah,,Aira nakal ya...??"

__ADS_1


Aira yang mendapati jawaban dari elang langsung memiringkan kepalanya menghadap Anin dan menangkup pipi Anin dengan kedua tangan mungilnya.


"Bunda kenapa marah, Aira nakal ya sama bunda,maafin Aira ya bunda....!!"'


Anin yang pada mula nya masih menahan kesal kepada elang , kini langsung terasa luluh saat mendapati tatapan memohon Aira yang membuatnya merasa bersalah karena ikut serta mendiamkan Aira karena ulah menyebalkan papah nya..


"Enggak ko sayang, bunda gak marah kok sama Aira, bunda cuma lagi mikir kira-kira mau masak apa ya nanti kalau Aira sudah pulang sekolah..."


Ucap Anin lembut sambil menangkup kedua pipi gembil Aira lalu menciumi kedua pipi gembil nya dengan penuh kasih sayang


seketika langsung membuat senyum ceria Aira berkembang ..


Aira langsung menciumi seluruh wajah Anin dengan lembut dan penuh kasih sayang. itu membuat senyum elang seketika mengembang saat melihat tingkah yang di lakukan Aira pada Anin begitu pun sebaliknya..


Andai saja elang mencintai Anin, mungkin saat ini hidup nya akan terasa sangat sempurna,

__ADS_1


Mungkin belum ya, tapi seperti nya sudah ada sedikit respon dari elang.


"Hmmmmm....bunda aja yang di cium...?? papa nya enggak ??"


Mendengar perkataan elang, seketika mengalihkan wajah nya menatap elang yang tengah tersenyum hangat kepadanya.


Aira langsung menghambur memeluk papah nya dan ikut serta mencium seluruh wajah papah nya penuh dengan kasih sayang.


"Aira sayang sama bunda sama papah..."


"Papah juga sayang sama Aira"


"Bunda juga sayang sama Aira"


Ucap elang dan Anin secara kompak , membalas pernyataan sayang Aira. itu membuat elang dan Anin bertatapan selama sesaat sebelum akhirnya Anin mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela mobil dengan semburat merah yang menghiasi kedua pipi nya.

__ADS_1


"Jangan Anin , kamu jangan terpengaruh terpengaruh Anin, kak elang akan tersenyum hangat padamu hanya saat kamu bersama Aira, jika hanya berdua dengan mu semua senyumannya akan berubah menjadi datar dan dingin. Bahkan tatapan matanya menajam ...."


Anin menekankan pada hatinya bahwa senyum hangat yang diberikan elang beberapa saat yang lalu hanya sebuah sandiwara agar air merasa senang, tidak lebih..


__ADS_2