
Seulas senyum nampak muncul di bibir elang, ia mulai mengingat kembali saat pertemuan pertama kali nya dengan Anin, mengancam Anin di rumah sakit agar mau menikah dengannya, dan mengingat pada saat Anin turun dari lantai atas rumah nya menggunakan kebaya putih khas pengantin di gandeng oleh papah nya setelah elang melafalkan ijab kobul di depan penghulu dan para saksi.
Elang mengingat kembali pada saat itu Anin nampak terlihat sangat cantik, bahkan elang pun sempat terpesona.
Elang mengusap pipi Anin dengan lembu, sebelum ia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi karena keringat di tubuhnya terasa sangat lengket ingin segera di bersihkan.
Tak lama elang selesai membersihkan tubuhnya, kini elang sudah memakai piyama tidurnya lalu menyandarkan tubuhnya ke sandaran kasur sebelum ia merebahkan tubuh nya.
Elang kembali menatap wajah Anin yang tengah damai dalam tidurnya, entah mendapat bisikan darimana secara perlahan elang mulai menundukan kepalanya mengecup kening anin dalam, lalu elang mengecap kedua mata Anin yang terpejam secara bergantian tak merasa cukup hanya sampai disitu , kini tatapan mata elang terfokus pada bibi Anin, meski ragu perlahan tapi pasti elang kembali mendekatkan wajah nya pada wajah Anin dan menempelkan bibir nya pada bibir Anin.
Awal nya hanya sebatas menempel sebelum akhirnya keinginan lainnya muncul untuk kembali ******* bibir manis Anin.
Anin yang sedang tertidur mulai merasa terusik akibat tingkah elang yang mencium bibir nya , perlahan mata Anin terbuka barulah kedua bola mata Anin membeliak kaget saat mendapati elang yang tengah menciumnya
__ADS_1
Anin berusaha mendorong dada bidang elang dengan sisa tenaga nya, meski hasilnya sia-sia.
Anin terus memberontak saat elang tak kunjung melepaskan ciuman sepihaknya pada anin.
" Maaf "
Satu kata yang di ucapkan elang berhasil membuat Anin menghentikan pemberontakannya.
Tubuh Anin terasa kaku , pikirannya terlalu bingung mencerna apa yang sedang terjadi.
Sementara anin masih belum bergeming, pikirannya masih terasa sulit untuk mencerna setiap kata yang di ucapkan elang kepadanya, seolah nyawanya yang baru terbangun dari tidurnya belum terkumpul sepenuhnya.
Awal nya Anin ingin kembali memberontak saat elang kembali menciumnya, akan tetapi salah satu tangan elang mencengkram tangan Anin dan mengarahkan nya menuju dada bidang milik elang yang kini tengah berdebar cukup keras.
__ADS_1
Anin dapat merasakan debaran jantung elang yang tak kalah kerasnya dengan debaran jantungnya, perlahan mulai menyerah dan membiarkan ketika elang menciuminya dengan lembut.
Tak beberapa lama kemudian, elang akhirnya melepaskan ciumannya dan memejamkan matanya yang sayu dengan menempelkan keningnya pada kening anin.
" Maaf .."
Sekali lagi elang mengucapkan kata itu pada Anin , sebelum akhirnya menarik Anin ke dalam pelukannya dan menenggelamkan wajah Anin dalam dada bidang nya.
"Tidurlah...." ucap elang, lalu mencium puncak kepala Anin penuh dengan kasih sayang.
Sementara anin masih terdiam tanpa kata akan apa yang sedang terjadi saat ini, Anin berfikir bahwa mungkin saat ini Anin sedang terbawa arus mimpi.
Karena masih dalam keadan mengantuknya tanpa merubah posisinya Anin tertidur lelap dalam pelukan dada bidang elang.
__ADS_1
Malam itu menjadi malam pertama Anin dan elang tidur sedekat itu, itu menjadi kali pertama elang memeluk erat Anin istrinya.