
Anin mencoba mengenyahkan semua pemikirannya tentang hubungan apa sebenarnya antara elang dan Sonia....Anin mencoba tidak memperdulikan mereka
Anin terus membuang pemikirannya tentang siapa Sonia sebenarnya...
anin harus terus memfokuskan Fikirannya kepada Aira...
Tak lama elang dan Sonia kembali lagi ke tengah-tengah Anin dan Aira...
entah apa pembicaraan yang mereka bicarakan Anin tidak memperdulikan...Anin tetap bersikap netral seakan-akan dirinya baik-baik saja.
"Kak sepertinya Aira kecapean dan mengantuk, sebaik nya kita pulang saja.." ucap Anin
"Baiklah...." jawab elang sambil menggendong aira yang meminta di gendong oleh nya
Lalu Elang melihat ke arah Sonia ,
"Setelah ini kau mau kemana Sonia..."tanya elang
"Karena kalian akan pulang aku pun akan pulang , aku akan naik taksi karena aku tidak membawa mobilku..." jawab Sonia
__ADS_1
"Ikutlah dengan mobil ku....lagian Anin tidak akan keberatan "
Ando melirik sekilas pada Anin seolah meminta persetujuan, sedangkan Anin hanya terdiam tanpa berkata sedikit pun.
Elang lalu memegang pergelangan tangan Sonia dan berjalan berdampingan keluar dari resto itu tanpa sedikit pun menoleh kepada Anin...
Senyuman manis kembali merekah di bibir Sonia saat mendapati tangan elang memegang pergelangan tangannya, perasaanya menghangat perlakuan elang masih sama seperti dulu
Perasaan sesak kembali menghampiri Anin bahwa hanya pengabaian yang di terima oleh nya ..
Anin memutuskan untuk berjalan di belakang elang dan Sonia berjalan yang bersisian dengan suaminya di hadapannya.
Akan terasa sangat memalukan jika sampai ia menangisi seseorang yang bahkan tidak menghiraukan keberadaanya.
Sesampainya mereka di mobil elang tanpa dosanya Sonia berkata meminta agar posisi duduknya di depan di samping elang...
"Elang boleh kah aku duduk di kursi depan..." ucap Sonia
Elang melirik kembali ke arah Anin seakan meminta persetujuan,
__ADS_1
"Kenapa harus meminta persetujuan ku bila perlu aku yang akan naik taksi " batin Anin menyuarakan kejengkelannya yang dengan sempurna ia tutupi dengan senyuman.
Anin beranjak terlebih dahulu memasuki pintu belakang mobil dengan menggendong aira yang sebelumnya tengah merengek meminta kembali di gendong oleh nya dan tentu saja dengan senang hati Anin menerima uluran tangan aira untuk mengalihkan rasa sesak yang menghimpit dadanya.
Mobil berjalan meninggalkan parkiran mall itu dengan elang yang menyetir dan Sonia yang duduk di samping nya.Bahkan kini Anin menyadari bahwa kini ia tak ubahnya hanya dijadikan sebagai pengasuh Aira jika di bandingkan sebagai istrinya ..
Tetapi Anin harus tetao kuat, karena satu-satunya alasan kenapa dia mau menikah dengan elang itu karena Aira, jadi Anin harus kuat demi Aira..
Sesampainya di rumah Anin segera keluar dari mobil elang dan berjalan cepat tanpa mengucapkan sepatah kata pun Anin segera memasuki rumah nya sambil menggendong aira yang tertidur.
ingin rasanya Anin mencakar dan menyumpah serapah elang andai saja dia bukan suaminya
"Untung saja statusmu sebagai suamiku, jika tidak mungkin aku tidak akan ragu untuk mencakar dan mencaci maki mu..." geram Anin dalam hatinya .
"Sepertinya Anin tidak menyukaiku...." ucap Sonia pada elang saat merasa bahwa sikap Anin berubah .
"Tidak usah terlalu di pikirkan..mungkin anin hanya buru-buru untuk menidurkan aira...sudah ayo sebaik nya aku mengantarkan mu pulang...." ucap elang
elang dan Sonia kembali menaiki mobil menuju kediaman sonia
__ADS_1