
Hari itu pun tiba....
Hari yang sangat di takutkan oleh Anin...setelah mendapat persetujuan dan izin dari kedua orang tua nya untuk menikah.
Doa yang pernah di panjatkan Anin terkabulkan Allah seakan mempermudah saat Anin meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk menikah ..
Anin menceritakan semua kejadian yang menimpa Aira...
sebisa mungkin Anin meyakinkan kedua orang tuanya agar merestui pernikahannya anin meyakinkan kalau elang adalah pria terbaik untuk Anin...Anin menceritakan hal-hal baik tentang elang padahal kenyataan nya adalah sebaliknya
Anin sengaja melakukan itu agar kedua orang tuanya merestui pernikahannya dan tidak mengkhawatirkan keadaan Anin nantinya...
------------------
Saat ini Anin mematut dirinya di depan meja rias , matanya menatap lesu bayanga dirinya di dalam cermin di hadapannya....
Anin yang tengah memakai baju pengantin berwarna putih, dengan make up yang lumayan tebal untuk menutupi lingkaran hitam yang ada di sekeliling matanya.
__ADS_1
Anin nampak terlihat lebih dewasa dari pada biasanya, rambutnya di sanggul rapih dengan penjepit rambut sederhana namun tetap terlihat elegan.
kebaya putih panjang yang sedikit mengexpose bagian pundak nya, membalut tubuh nya yang ramping namun berisi dengan sempurna.
Tidak ada yang istimewa di kebaya pengantin itu, hanya saja saat Anin yang mengenakan kebaya pengantin itu , kebaya tersebut nampak begitu pas dan cantik membalut tubuh nya...
Suara helaan napas keluar dari bibir Anin...tidak ada sedikit pun terpikirkan di benak Anin ia akan menikah semuda ini dan secepat ini.
jika saja di izinkan saat ini Anin ingin kabur dan melarikan diri dari acara pernikahan ini...
Tapi Anin tidak boleh egois memikirkan dirinya sendiri, sedangkan disana ada seseorang yang sangat berharap menginginkan Anin menjadi penyemangat hidup nya.
"Ceklek..." terdengar seseorang membuka suara pintu kamar Anin yang ternyata itu adalah bu Paramita mamah nya Anin..
"Anin .... kamu sudah siap nak..." tanya mamah Paramita
"Iya mah..." jawab Anin
__ADS_1
"Lihatlah nak...hari ini kamu nampak cantik sekali...mamah tidak menyangka kamu akan menikah secepat ini.."
Mamah Paramita memeluk Anin hingga Anin pun terbawa hanyut dalam pelukan hangat mamah nya.
"Mamah akan selalu mendoakan agar kamu bahagia menjalani pernikahan mu ini bersama suami mu nanti sayang..."
"Ya...semoga saja mah...."
hanya kata itu yang keluar dari bibir Anin.
Anin tersenyum paksa di hadapan mamahnya, karena yang mamah Paramita tau Anin menikah dengan seorang pria yang Anin cintai , berbanding terbalik dengan kenyataan yang sebenarnya, akan tetapi sebuah keharusan yang tidak bisa Anin tolak.
"Ya sudah...kamu bersiap-siap sayang sebentar lagi prosesi ijab kobul pernikahan mu akan segera di mulai ... elang dan keluarganya sudah berada di tengah-tengah tempat prosesi ijab kobul mu...nanti saat waktu nya tiba setelah elang selesai menyelesaikan pelafalan ijab kobul nya mamah dan papah akan kembali lagi kesini untuk menjemput kamu..."
"Iya mah..." jawab Anin
Pernikahan elang dan Anin di laksanakan secara sederhana...hanya keluarga inti dan kerabat terdekat yang menghadiri pernikahan mereka.
__ADS_1
Dan pernikahan ini di langsungkan secara diam-diam .. baik para karyawan yang bekerja di perusahaan elang maupun teman-teman Anin di kampus nya . itu terjadi atas permintaan elang Anin hanya mengikuti saja karena elang dan keluarga nya yang mengurus segala sesuatu untuk pernikahannya.