
Sonia beranjak dari duduk nya dan hendak pergi meninggalkan kediaman Elang..
"Kamu mau kemana Sonia...."
Tanya elang secara spontan langsung memegang pergelangan tangan Sonia yang hendak melangkah pergi.
"Aku terlalu banyak merepotkan mu elang, sebaiknya aku pergi dari sini ..."
"Kamu mau pergi kemana....??? tanya elang
"Lebih baik aku pulang ..." jawab Sonia pelan berusaha menampilkan senyum manis dan melepaskan pegangan tangan elang.
"Biar aku yang mengantarmu..." ucap elang tegas yang langsung mencengkram erat pergelangan tangan Sonia dan membawa nya menuju mobil untuk mengantarkan pulang
Suara deru mesin mobil terdengar dari halaman depan rumah kembali mengusik Anin yang baru saja berhasil menidur siang kan Aira , Anin segera melangkah kan kakinya mendekati jendela kamar Aira yang langsung menghadap ke halaman depan rumah mereka , Anin menyikap tirai jendela yang menghalangi pandangannya.
__ADS_1
Saat itu juga hati nya merasa sangat sakit bagaikan di remas saat kembali melihat pemandangan yang untuk kesekian kalinya merasakan sesak di dadanya.
Di sana Anin melihat dengan jelas bagaimana elang memegang pergelangan tangan Sonia dengan erat menuntunnya pelan untuk masuk ke dalam mobilnya.
Hati Anin terasa sakit dan panas melihat perlakuan elang terhadap Sonia, sedangkan Anin yang status nya sebagai istri belum pernah mendapatkan dan merasakan perlakuan seistimewa itu dari elang.
Setelah memastikan bahwa Aira sudah tertidur pulas , perlahan Anin mencium kening Aira dengan penuh kasih sayang setelah itu Anin berjalan menuju kamar nya.
Dengan langkah lesu Anin melangkahkan kaki nya ke arah ranjang dan memilih untuk merebahkan tubuhnya disana. Sebisa mungkin Anin memejamkan matanya dan menghilangkan pikirannya tentang elang dan Sonia yang selalu terbayang-bayang di Fikirannya.
Perlahan bulir-bulir air mata mulai berjatuhan membasahi pipi Anin yang hanya bisa diam tak tahu harus berbuat apa , Anin terus menyangkal dalam hatinya kalau ia memiliki perasaan lebih pada elang suaminya, tapi semakin ia menyangkal maka semakin terasa menyakitkan dan menyesakan di dalam dada dan hatinya ..
"Salahkan jika aku mulai menaruh hati pada kak elang, suamiku sendiri....???
Ucap Anin di tengah-tengah tangis nya.
__ADS_1
Sedangkan elang saat ini tengah di perjalanan untuk mengantarkan Sonia pulang ke rumah orang tuanya..
dalam keadaan menyetir elang terus terbayang-bayang tatapan tajam Anin saat di ruang tamu baru kali ini elang melihat Anin dengan tatapan tajam nya itu...
elang seakan melihat sisi lain dari wajah Anin
"Kenapa Anin menatapku seperti itu, dan sindiran-sindiran itu seakan terus menghantuiku...kenapa aku merasa tak tega melihat Anin seperti itu....kenapa aku merasakan rasa bersalah atas perlakuan ku terhadap dia, ada apa dengan hati ku kenapa aku terus terbayang wajah Anin...."
"Arrgghhhhhh shitt...."
Secar tidak sadar elang memukul setir mobilnya saat mengingat Anin, Sonia pun langsung memalingkan wajah nya ke arah elang.
"Are you oke elang...." tanya Sonia...
"Iya...aku baik-baik saja kok..." jawab elang tersenyum padahal hati nya saat ini sedang merasa gundah.
__ADS_1
Setelah mengantarkan Sonia pulang ke rumah orang tuanya elang tidak langsung kembali ke rumah elang mendatangi suatu tempat yang bisa menjawab dan memberi pendapat akan kegundahan hatinya...