TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU

TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU
Sindiran


__ADS_3

Anin terus berusaha menekan rasa sesak yang begitu menghimpit dadanya. ia berfikir untuk keluar menemui orang-orang di sana dan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Akan tetapi apa yang di inginkan ya berbanding dengan perasaanya.


Air mata nya memang sudah berhenti menetes, akan tetapi rasa sesak itu masih ad dan enggan pergi. Anin memukul pelan dadanya dan menghembuskan nafasnya berulang kali.


Anin memilih untuk membasuh wajah yang terlihat kusut terlebih dahulu ke kamar mandi sebelum Anin memutuskan keluar untuk menemui orang-orang disana.


"Ayo Anin...kami gadis kuat...Jangan biarkan hal seperti itu mempengaruhi hidup mu dan membuat mu terlihat lemah ..."


Berkali-kali Anin melafalkan kalimat penyemangat tersebut dalam hatinya sebelum menatap bayangan dirinya di depan cermin kamar mandi di dalam kamarnya yang terlihat lebih baik setelah membasuh wajah kusutnya tadi.


Setelah itu anin berjalan melangkahkan kakinya menuju ruang tamu , di ruang tamu rumah nya adalah tempat berkumpulnya elang, Sonia, dan Aira saat ini...


Suasana ruang tamu yang tadi nya penuh dengan rasa bahagia langsung mendadak hening saat Anin menapakan kakinya di ruangan tersebut.


Entah mengapa elang yang tadinya tengah asyik bercengkrama dengan Sonia langsung mendadak diam seribu bahasa ketika menyadari kehadiran Anin.


"Bunda...."

__ADS_1


Teriak Aira saat mengetahui kehadiran anin,, aira langsung berlari ke arah Anin dan memeluk kaki Anin dengan erat karena tinggi Aira yang hanya mencapai pinggang Anin.


"Bunda....Bunda kok gak jemput Aira pulang ke sekolah , Aira kan menunggu bunda..."


Anin yang mendapati pertanyaan dari Aira lantas tersenyum dan berjongkok sejajar dengan tinghi Aira.


"Maafin bunda sayang, sebenarnya bunda mau menjemput aira tapi tadi bunda kelamaan menunggu taksi yang katanya mau menjemput bunda, jadi waktu bunda datang ke sekolah untuk menjemput Aira ternyata sekolah aira sudah sepi sayang..."


"Bunda ke sekolah aira ...???" tanya Aira polos dengan mata bulatnya


" Iyaa sayang, tadi bunda ke sekolah Aira..." jawab Anin


Aira menolehkan kepalanya pada elang dan langsung melayangkan protes pada papah nya..


Anin sedikit menyunggingkan seulas senyum di sudut bibirnya saat mendapati pembelaan dari Aira, ia melirik sekilas pada elang yang memalingkan wajahnya menghindari tatapan tajam dari Anin.


"Bunda kenapa gak minta jemput papah aja..."

__ADS_1


Anin kembali tersenyum mendapati pertanyaan polos Aira ..


"Mungkin papah lagi sibuk sayang, jadi papah gak bisa menjemput bunda ..."


Sekali lagi Anin melirik elang yang kembali memalingkan wajah nya.


"Ya sudah...sebaiknya sekarang kita k kamar aira yu sayang , Aira harus segera bersih-bersih dan ganti baju .... kita mainnya di kamar aja jangan disini kelihatannya papah lagi sibuk banget dengan urusannya."


Setelah mengucapkan kalimat sindiran halus tersebut Anin langsung beranjak meninggalkan ruang tamu itu dengan Aira yang saat ini berada di gendongannya.


" Pokonya Aira marah sama papah.." teriak aira sebelum akhirnya menenggelamkan kepalanya pada perpotongan leher Anin.


Sementara di sisi lain elang hanya bisa menghela nafasnya kasar dan berusaha mengendurkan dasi yang terasa mencekik lehernya.


"Elang aku minta maaf ya ... pasti ini semua gara-gara aku..."


Ucap Sonia sambil menunduk merasa bersalah...

__ADS_1


"Sudahlah Sonia, ini semua bukan salah mu.."


Balas elang dengan suara lelah yang berusaha di tutupinya.


__ADS_2