
Kini Para suster mulai membawa Aira menuju ruang operasi nya....
ketiga suster itu mempersiapkan semua keperluan operasi aira dan mendorong ranjang yang di tiduri Aira menuju ruang operasi...
Elang Anin kedua orang tua elang dan juga mamah Paramita mengikuti para suster itu dari belakang, papah Anin tidak nampak hadir disana karena sedang menangani pasien nya namun beliau sudah menginstruksikan kepada para dokter dan suster agar melakukan yang terbaik untuk cucu nya....
sambil berjalan hati Anin terus berdoa agar operasi aira bisa berjalan dengan lancar, karena bagaimanapun Anin sangat mengharapkan kesembuhan aira, Anin sudah menyayangi Aira seperti anak nya sendiri ...
setelah menikah sifat dan sikap Anin terlihat lebih dewasa dari umur nya. Anin lebih bijak sabar dan tenang saat menjalani hidup nya..
Aira sudah memasuki ruang operasi tersebut...
sedangkan elang Anin dan orang tua mereka menunggui Aira di luar ruangan operasi tersebut...
__ADS_1
perasaan merek semua cemas, terlebih elang elang nampak begitu cemas dan mengkhawatirkan keadaan Aira yang sudah berada di dalam ruangan operasi itu...elang sangat panik sehingga dia tidak bisa diam elang terus berjalan mondar mandir di depan pintu ruang operasi itu, Anin yang memperhatikan tingkah elang lalu mendekatinya dan mengajak nya untuk duduk dalam diam dan tenang.
"Kak....sebaiknya kita duduk...aku tau kakak sangat mengkhawatirkan keadan Aira di dalam namun kakak sebagai ayah nya harus tetap tenang, lebih baik sekarang kita berdoa untuk kelancaran operasi aira dan Aira bisa sembuh kembali....Ayo kita duduk kak..." ucap Anin dengan begitu lembut dan bijak.
Elang menuruti perkataan anin dan kini mereka duduk berdampingan di kursi yang ada di depan ruang operasi, begitupun kedua orang tua elang dan mamah Farida..mereka terus mendoakan untuk kelancaran operasi aira.
Elang terduduk dan menundukan kepalanya dengan kedua tangan yang di satukan untuk menopang keningnya...
entah bisikan darimana Anin memberanikan diri untuk menyandarkan tubuh elang ke pundak nya sambil terus mengelus-elus punggung elang ....
dan elang pun merespon baik tanpa perlawan ia mengikuti pergerakan Anin kini kepala elang bersandar di pundak Anin dan tangan nya setengah memeluk tubuh Anin, memang saat ini elang sangat membutuhkan seseorang sebagai sandarannya dan yang mampi menenangkan dirinya.
Tak terasa setitik air mata jatuh dari mata elang, elang sangat takut kehilangan Aira sama seperti dulu ia kehilangan istrinya, saat ini yang elang miliki hanyalah aira, putri kecil nya. bahkan Aira lah yang membuat elang bertahan menjalani hidup setelah kepergian istrinya...jika tidak ada aira entah akan seperti apa hidup elang...
__ADS_1
Tak lama kemudian pintu ruang operasi terbuka...keluar lah dokter yang menangani operasi aira dengan 1 orang suster ,,
elang langsung bangkit dari pelukan Anin menghampiri dokter itu dan menanyakan keadaan Aira.....
"Bagaimana dokter...bagaimana keadaan putri saya....???
"Alhamdulillah operasi nya berjalan dengan lancar,, kita tinggal menunggu putri bapak siuman baru kita akan memindahkannya kembali ke ruang perawatan untuk menjalani perawatan selanjutnya..."
"Alhamdulillah .... terimakasih dokter ... sekarg bapak ikut ke ruangan saya untuk saya jelaskan hasil operasi tadi..."
"Baik dokter baik...."
Elang segera mengikuti dokter itu ke ruangannya, sedangkan Anin kedua orang tua elang dan mamah nya tetap menunggui Aira sampai Aira di pindah kan kembali ke ruangan perawatannya...
__ADS_1