
Pagi itu Anin terlihat tengah siap dan rapih memakai kemeja berwarna peach yang di gulung hingga siku nya dan juga celana jeans yang membalut kaki jenjang nya...
Seperti biasa setiap pagi Anin selalu mempersiapkan sarapan pagi untuk elang dan juga Aira...
setalah di rasa selesai dengan kegiatan memasak sarapan paginya di dapur, Anin segera beranjak menuju lantai atas rumah ya untuk membangunkan dan memandikan Aira karena hari ini Aira akan kembali masuk sekolah ...
Ketika Anin baru saja sampai di lantai atas rumah nya ia berpapasan dengan elang yang selalu berpenampilan sempurna setiap harinya...seperti biasa setelan jas dan kemeja di dalam kemeja membuat elang selalu tampil perfect membalut tubuhnya...
Anin nampak berhenti sejenak saat berpapasan dengan elang yang juga menatapnya dengan dahi mengerut melihat penampilan Anin yang juga sudah terlihat rapih..
"Kak aku sudah menyiapkan sarapan pagi di meja makan, kakak turun saja ke ruang makan, aku akan membangunkan Aira terlebih dahulu..."
Elang hanya menganggukan kepalanya mendapati perkataan Anin dan langsung turun menuju ruang makan.
Anin langsung berjalan menuju kamar Aira dan membangunkan gadis manisnya yang nampak masih tertidur pulas...
__ADS_1
"Aira sayang ..... ayo bangun nak...." Anin menepuk-nepuk pelan pipi gembil Aira yang masih belum membuka kedua matanya.
"Sayang....ayo bangun nak...katanya hari ini Aira mau masuk sekolah,, kalau masih gak mau bangun bunda bilangin ya ke Bu gurunya kalau Aira masih sakit..."
"Enghhh....Aira mau sekolah bunda...." perlahan Aira membuka kedua matanya dan tampak mengucek kedua matanya dengan gerakan yang membuat Anin gemas ingin mencubit kedua pipi tembem nya.
Anin langsung mencium kedua pipi gembil Aira, lalu menutup hidung nya...
"ikkhhh...Aira mandi gih ...bau acem..."
mendapati tingkah mika yang begitu manja terhadapnya membuat Anin mau tak mau menjadi tertawa ..
"Aira mau mandi, tapi mandi nya mau sama bunda..."
"Baiklah tuan putri...sekarang saat nya kita mandi..."
__ADS_1
Aira langsung tersentak dan tertawa senang saat Anin tiba-tiba langsung menggendong dirinya menuju kamar mandi di kamarnya...
Kejadian tersebut tentu saja tak luput dari tatapan sepasang mata yang tengah mengamati kebersamaan keduanya, beberapa saat yang lalu saat elang mengambil beberapa berkas yang tertinggal di ruang kerjanya tak sengaja ia mendengar tawa Aira yang begitu riang mengawali pagi.
karena meras penasaran akhirnya elang mengintip dari celah pintu kamar mika yang tidak tertutup sepenuhnya.
Seulas senyum tipis perlahan tersungging di sudut bibir elang saat mendapati keceriaan Aira, karena aira biasanya paling susah saat baru bangun tidur, tetapi dengan mudahnya Anin bisa membangunkan Aira bahkan bisa membuat Aira tertawa saat terbangun dari tidurnya..
Setelah selesai membangunkan Aira, memandikan Aira dan mempersiapkan semua keperluan dan kebutuhan sekolah Aira , kini anin dan Aira tampak turun dari lantai atas rumahnya dengan senyuman yang tak pernah luntur dari keduanya...
Anin kini telah duduk di meja makan yang posisinya bersebrangan dengan elang di ikuti Aira yang duduk di sebelahnya...Mereka makan dengan diam, disertai dengan rengekan aira yang minta disuapi oleh Anin. Dan tentu saja dengan senang hati Anin akan menuruti kemauan gadis kecil kesayangannya.
Lagi-lagi elang hanya melihat kedekatan keduanya dengan seulas senyum tipis yang bersarang di bibirnya. Melihat kasih sayang yang di curahkan Anin pada putri kecilnya, entah mengapa membuat perasaan elang menghangat.
Ia ingin tetap melihat kebahagiaan Aira , karena bagaimana pun kebahagiaan Aira adalah prioritasnya saat ini.
__ADS_1