
Selepas memutus panggilan telpon dari Vania Anin hendak beranjak dari tempat tidur nya bermaksud untuk segera bersiap-siap melakukan kegiatan pagi nya karena pagi ini Anin kesiangan...
ketika Anin hendak beranjak tiba-tiba Anin berhenti karena tangan kanan ada yang menarik dan menahannya pergi...
Deg....!!
Dan Anin langsung merasakan bahwa saat ini ada seseorang yang memeluk nya dari belakang...
ya siapa lagi kalau bukan Elang,
Elang memeluk Anin dari belakang dengan kedua kelopak matanya yang masih terpejam.
Anin hanya terdiam atas tindakan yang di lakukan oleh elang , kaget aneh bercampur aduk dalam diri Anin..
"Siapa yang menelpon mu barusan hmm...??
Elang semakin mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya pada perpotongan leher Anin, di tambah dengan elang yang bertanya di sela-sela lekukan leher Anin dengan suara khas bangun tidur nya yang terkesan seksi..
Anin merasakan perasaan bergidig saat merasakan embusan nafas hangat elang yang menerpa kulit lehernya..
"Sumpah demi apapun aku ingin menenggelamkan diriku saat ini juga.." teriak batin Anin yang saat ini merasakan seluruh aliran darahnya berdesir dan wajahnya terasa memanas..
__ADS_1
Perlahan Anin menetralkan perasaan hati nya dan menjawab pertanyaan elang...
" I....itu kak...yang barusan telpon Vania sahabatku..." jawab Anin dengan suara nya yang agak tersendat akibat posisi elang yang masih memeluknya .
"Sumpah demi apapun aku lebih memilih sikap kak elang yang super cuek dan dingin di banding sikap aneh kak elang saat ini yang membuat aku aku mati kutu seperti ini, ada apa dengan kak elang apa kepala dia habis terbentur sesuatu atau saat ini dia sedang mabuk...mengapa sikap nya aneh sekali..."
Anin terus bertanya-tanya dalam hatinya atas sikap elang yang di rasa nya aneh berbeda 180 derajat dengan sikap-sikap nya selama ini yang cuek dan dingin seakan tak peduli.
Namun sial nya sikap elang saat ini berpotensi membuat Anin memiliki riwayat penyakit jantung mengingat betapa keras nya debaran jantung Anin saat ini.
Anin berusaha melepaskan pelukan elang terhadap dirinya, akan tetapi justru semakin membuat elang mengeratkan pelukannya..
"Hmmm.."
"Aku harus bersiap-bersiap....aku harus segera membangunkan Aira...." ucap Anin masih dengan usahanya melepaskan pelukan elang..
"Nanti saja...." balas elang
"Tapi hari ini aku ada kuliah pagi kak, aku ada jadwal clas meeting pagi ini ..." jelas Anin yang sangat berharap bisa segera terlepas dari pelukan dan tingkah elang yang menurutnya sangat aneh.
"Hmmmm...."
__ADS_1
Lagi-lagi elang elang hanya bergumam di lekukan leher Anin membuat Anin merasa bergidik sekaligus geram di waktu yang bersamaan.
Andai saja Anin tidak mengingat kalau elang bukan suaminya, ingin rasanya ia membenturkan kepala elang yang dikiranya pasti sedang konslet sampai-sampai sikap nya menjadi sangat aneh
"Kak...."
Sekali lagi Anin mencoba melepaskan pelukan elang dengan pelan..
"Baiklah...." ucap elang
Dengan berat hati akhirnya elang melepaskan pelukannya terhadap Anin.
entah mengapa sikapnya begitu berbeda pagi ini terutama setelah kejadian semalam,
Tanpa bisa di tahan elang kini tersenyum tipis saat melihat Anin segera bergegas pergi ke kamar mandi dengan eksfresi lega nya karena terbebas dari pelukan elang.
menurut elang itu sangat menggemaskan.
"Aku harus berterimakasih pada Andra...Benar kata Andra...."
Gumam elang dalam hatinya...
__ADS_1