TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU

TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU
Canggung dan kesal


__ADS_3

Semenjak insiden dimana elang mencium Anin untuk yang pertama kali nya, dan bagi Anin itu adalah ciuman pertamanya hubungan diantara mereka berdua mulai di Landa kecanggungan ,


Tidak hanya Anin setelah kejadian itu elang pun selalu Canggung dan salah tingkah bila berhadapan dan berinteraksi langsung dengan Anin.


Yang elang rasakan Anin selalu menghindar darinya dan elang pun selalu menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan di kantor nya..


Elang sendiri tidak mengerti mengapa saat itu ia bisa sampai kelepasan mencium Anin, jiwa primitif nya hampir saja hadir saat ia mendapati reaksi cuek dari Anin.


Meski ia tidak atas apa yang di lakukanya pada Anin, bahkan ia menginginkan nya lebih..?? Entahlah, maka dari itu elang memilih untuk lebih menyibukkan diri agar tidak kembali kelepasan melakukan hal yang lebih pada Anin.


Yaaa.......!!!


Meskipun jika ia melakukannya juga merupakan hal yang wajar. Bagaimana pun mereka adalah sepasang suami istri yang Sah , Maka dari itu sangat wajar jika elang menginginkan istrinya seperti kejadian pada saat di dalam kamar mereka kemarin.


Tetapi elang tidak ingin menjadi lelaki brengsek yang akan melakukan nya hanya karena nafsu semata , sementara dengan jelas ia tau bahwa tidak ada kesiapan apapun dalam diri Anin. Bahkan bisa di kategorikan bahwa pernikahan yang di jalani nya saat ini adalah karena sebuah keterpaksaan mengingat ia sempat mengancam Anin agar Anin mau menikah dengannya.


"Kamu mau pergi kemana...???

__ADS_1


Elang membuka suara tatkala melihat penampilan Anin yang sudah siap dan rapih..


"Aku akan berangkat ke kampus setelah mengantar Aira ke sekolahnya, karena waktu izin ku sudah habis, surat izin ku hanya berlaku 2 Minggu...."


Elang hanya menganggukan kepalanya setelah mendengar jawaban dari Anin..


"Biar aku yang mengantar..."


Perkataan elang sontak membuat Anin yang masih mengunyah makanannya mendongak dan mendapati elang telah selesai dengan kegiatan sarapannya.


"Aku tidak menerima penolakan Anin, lagi pula kau ISTRIKU..."


Ucap elang dengan menekankan kata istriku, sehingga membuat Anin bungkam dan menurut saja saat elang memaksa untuk mengantarkannya.


Saat hendak memasuki mobil elang, Anin kembali bingung antara duduk di kursi depan atau di kursi belakang , setelah menimbang-nimbang akhirnya Anin memutuskan untuk duduk di kursi belakang.


"Siapa yang menyuruhmu duduk di belakang.."

__ADS_1


elang mengangkat alis nya tak suka melihat anin duduk di kursi belakang mobil nya.


"Aku bukan supirmu, tapi aku adalah suamimu ingat itu..."


Anin yang baru saja duduk di kursi belakang seketika menahan nafasnya sejenak , menahan amarah yang bergemuruh dalam dadanya.


"Dasar pria laknat...kenapa baru sekarang dia menegaskan kalau aku adalah istrinya dan dia adalah suamiku, dengan tampang nya yang arogan sikapnya yang dingin dan cuek kemana saja dia kemarin ....Bahkan ia tak melayangkan protes apapun saat istrinya duduk di kursi belakang sementara Sonia duduk di samping nya...dasar laki-laki brengsek..."


Dengan perasaan kesal yang bercokol di hatinya, dengan berat hati Anin keluar dari pintu belakang mobil elang dan langsung masuk dan duduk di samping elang dengan Aira yang duduk di pangkuannya.


"Dasar pria menyebalkan, pemaksa seenak jidatnya..." Anin menggerutu pelan mengeluarkan kekesalan di dalam hatinya.


"Aku mendengarnya..."


Ucap elang dengan seulas senyum kecil di sudut bibir nya yang langsung membuat Anin menoleh ke arah nya dengan tatapan mata sinis dan tidak bersahabat.


Dengan tampang tak berdosa nya elang melajukan mobil nya..

__ADS_1


__ADS_2