TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU

TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU
Ada Rasa


__ADS_3

Malam itu setelah permasalahannya antara dirinya Anin dan juga Sonia , elang pulang tengah malam sekitar pukul 01.00 ke rumahnya ..


entah apa yang terjadi pada elang saat itu yang jelas elang pulang dengan keadaan lusuh dan kusut.


Elang memasuki rumahnya yang nampak sepi sepertinya para penghuni rumah sudah tidur elang masuk rumahnya dengan menggunakan kunci duplikat yang ia pegang.


setelah memasuki rumah elang langsung memasuki kamar tidur nya .


Suasana kamar nya yang malam itu begitu temaram nampak terlihat sejak elang memasuki kamar itu , elang melangkahkan kaki nya mendekati ranjang tidur yang disana sudah terdapat Anin tengah pulas tertidur dalam keadaan meringkuk memeluk guling.


Perlahan elang duduk di tepi sisi ranjang samping Anin,


elang terdiam memandang lurus wajah Anin yang sedang dalam keadaan tertidur.

__ADS_1


Elang merapihkan helaian rambut Anin yang nampak menutupi wajah cantik Anin yang tengah damai dalam mimpinya.


Elang nampak terpesona melihat kecantikan dari diri dan wajah Anin meski sedang tertidur elang membenarkan posisi tidur Anin yang tadinya meringkung menjadi terlentang , kemudian elang juga membenarkan selimut untuk menyelimuti tubuh Anin.


Dengan tatapan nya yang dalam elang memandang wajah Anin, wajah yang selalu bisa menutupi kesedihannya wajah yang selalu elang tatap dengan tatapan tajam nya dan wajah yang jarang sekali menapakan senyuman nya saat berada di dekat elang karena perlakuan elang terhadapnya ...


Setelah itu elang memberanikan diri untuk menyentuh pipi mulus Anin dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Cantik....." Suara batin elang


Kemudian usapan jari jemari elang turun hingga ke hidung Anin yang mancung dan usapan jari jemari itu berhenti tepat di sudut bibir Anin.


Selama beberapa saat elang terpaku menatap bibit ranum Anin, bibir yang pernah di rasakanya walau hanya sekali, bibir yang mampu membuatnya tidak bisa tertidur semalaman setelah insiden ciuman tak terduga itu.

__ADS_1


Entah mengapa setelah elang menyadari bahwa itu adalah ciuman pertama Anin , melihat dari respon dan sikap Anin ketika elang menciumnya elang menjadi merasa bahagia karena elang adalah laki-laki pertama yang mencium nya, ciuman pertama Anin di dapatkan oleh suami sah nya..


kejadian itu membuat elang merasa bangga sekaligus menjadi lelaki brengsek saat itu juga


Bagaimana tidak, ia mengingat dengan jelas saat itu bagaimana dengan tidak berperasaannya ia merenggut kebebasan masa muda Anin agar mau menikah dan menjadi istrinya dengan sebuah ancaman.


Tetapi elang tidak pernah menyesali atas tindakannya itu menarik Anin ke dalam sebuah ikatan pernikahan, meskipun setiap malam elang harus mati-matian menahan hasrat sebagai laki-laki normal saat tidur bersama Anin.


Maka dari itu elang tidak ingin terlalu menciptakan kedekatan yang intens terhadap Anin, ia tidak mau sampai kehilangan kendali dirinya atas Anin. Elang tidak mau melakukan hal lebih kepada Anin sebelum elang mengetahui dengan pasti speerti apa perasaan Anin terhadap nya ,Sudah cukup elang bertindak brengsek dengan menyeret secara paksa Anin untuk mau menjadi istrinya dan ibu dari anak nya, jadi elang tidak mau terlalu menuntut agar Anin mau melayani hasrat brengsek nya karena paksaan.


Berulang kali elang menyangkal bahwa secara perlahan kehadiran Anin mulai berpengaruh dalam hidupnya, karena setiap apa yang di lakukan Anin selalu berhasil menarik perhatian dirinya.


Entah itu ketika melihat interaksi kedekatan Anin dengan Aira , ataupun di saat betapa cekatannya saat dia melayani segala kebutuhan dirinya dan juga Aira dan sifat nya dinilai lebih dewasa dari usia nya itu membuat elang merasa tertarik ,

__ADS_1


ya walaupun elang tidak pernah menunjukan rasa tertarik nya itu di hadapan Anin.


__ADS_2