
Makan malam pun tiba ...
Anin dan juga Aira sedang bersiap-siap untuk makan malam di meja makan super big di rumah nya....
Aira yang sudah antusias untuk makan makanan buatan Anin sudah merengek untuk di suapi oleh bunda nya,
"Bi tolong panggilin kak elang ya..." Ucap Anin pada bi Darmi
"Iya non..." jawab Bi darmi seraya berjalan menuju kamar majikannya.
Tak lama elang pun datang dan menghampiri istri dan juga anak nya yang sudah berada di meja makan,
Anin nampak asik menyuapi Aira dengan sedikit candaan yang membuat mereka saling tertawa..
Melihat elang ikut duduk di dekat mereka Anin sama sekali tidak merespon keberadaan elang , Anin tetap terfokus pada Aira dan tidak memperdulikan elang
"Anin , Kau belum menjawab pertanyaan ku tadi aku masih perlu banyak bicara dengan mu..." ucap elang
"Aku sudah menjawab pertanyaan kakak , dan sudah tidak ada lagi yang harus kita bicarakan , sudahlah kak aku tidak pernah ikut campur urusan pribadi kakak dan aku harap kakak pun tidak mencampuri kehidupan pribadiku..."
Dengan nada dan cara bicara yang sinis Anin berbicara kepada elang tanpa menatap wajah nya sedikit pun.
Mendapat perlakuan dari Anin membuat hati elang memanas tanpa mengeluarkan sepatah katapun elang pergi meninggalkan Anin dan juga Aira di meja makan tersebut.
Entah apa dan kemana kepergian elang tersebut yang jelas elang pergi keluar dari rumah nya ,
"Aira , tunggu disini dulu ya sebentar...."
Anin berjalan mengikuti elang, lalu mengintip elang dari jendela depan pintu utama rumah nya.
__ADS_1
"Mau pergi kemana kak elang..." ucap Anin di balik jendela melihat kepergian elang menggunakan mobil nya.
Melihat kepergian elang kenapa ada rasa tidak rela di hati anin, setelah elang sudah tidak terlihat lagi keberadaannya Anin kembali menghampiri Aira yang ia tinggalkan di meja makan,
"Bunda habis darimana sih, Papah pergi kemana bunda..???"
"Papah lagi ada urusan mendadak sayang jadi papah harus cepat-cepat pergi..."
"Kenapa papah gak jadi makan bunda..??
"Nanti kalau pulang papah pasti makan ko....ya sudah sekarang Aira lanjutin lagi ya makannya setelah makan kita belajar.."
"iya bunda ..."
Dengan wajah polos nya Aira terus melahap makanan yang di suapi Anin...
Elang mengemudikan mobil menuju tempat ia mendapatkan solusi atas permasalahan , .ya .
dimana lagi kalau bukan ke apartemen nya Andra.
Sesampainya di apartemen Andra elang langsung masuk seperti biasa tanpa permisi dan langsung duduk di kursi dengan wajah semrawutnya...
"Udah gue tebak pasti dengan istri muda loe lagi..."
"Kenapa lagi sih loe ..." tanya Andra
"Entahlah gue pusing...." jawab elang
"Bucin loe..."
__ADS_1
"Gue abis berselisih dengan Anin, "
"Kenapa lagi loe, berantem lagi apa istri loe udah bosen sama loe dan minta cerai...."
"Tadi siang gue berpapasan dengan Anin lagi berboncengan dengan laki-laki...."
"Terus permasalahannya apa...." tanya Andra
"ya gue gak suka, dia istri gue berani-berani nya berboncengan dengan laki-laki lain dan mengantarkannya pulang sampai ke depan rumah gue..."
"Gue tanya gimana perasaan loe saat loe ngeliat Anin dengan laki-laki lain ?? tanya Andra
"Jelas gue marah lah , mana ada suami yang diem aja ngeliat istrinya dengan laki-laki lain..."
"Dan itu pun berlaku untuk Anin, Anin merasakan perasaan yang sama dengan loe saat Ani melihat loe bersama dengan Sonia..."
"Tapi Anin tidak pernah menunjukan kalau dia cemburu..."
"Darimana loe tau kalau Anin gak cemburu, bukannya selama ini loe cuek dan dingin juga tidak memperdulikan dia gimana loe tau tentang perasaanya..."
Elang terdiam saat mendengar perkataan Andra...
"Gue tanya sama loe, gimana perasaan loe ke Anin sekarang..??
"Entahlah, gue belum bisa mengategorikan perasaan ini perasaan cinta tapi gue merasa kalau gue gak suka dan rela kalau Anin bersama laki-laki lain...."
"Loe cinta, gue yakin loe udah jatuh cinta pada Anin ..."
"Sekarang loe pulang omongin baik-baik permasalahan loe dengan istri loe ,, jangan Cemen brother inget umur kenapa loe jadi bucin kaya gini..."
__ADS_1