
Suasana kamar yang terasa sepi tidak ada nya suara menjadi saksi keterdiaman 2 insan manusia yang sibuk dengan pemikirannya mading-masing...
Angin yang cukup lebat menandakan akan turun hujan kembali masuk melalui jendela kamar yang masih terbuka ,
dalam diam nya Anin menggosok-gosok tangannya kedua telapak tangannya dan memeluk lengannya untuk menghalau hawa dingin yang terasa menembus ke dalam baju nya...
Saat angin dari luar terasa semakin berembus kencang , Anin berniat untuk beranjak menutup jendela kamar nya ..
ketika baru saja akan membangunkan badannya untuk berdiri ia merasakan sebelah lengannya di pegang oleh seseorang yang sudah dapat di pastikan oleh Anin bahwa itu adalah elang.
Anin terdiam sesaat , helaian rambut panjang nya beberapa kali di terpa angin luar yang masuk dari jendela , Anin memejamkan matanya sejenak sebelum pada akhirnya membalikan tubuhnya menghadap pada elang yang masih menggenggam pergelangan tangannya.
Kedua sorot mata mereka kembali bertatapan selama beberapa saat, banyak terdapat sebuah pertanyaan maupun pemikiran yang mereka coba bagikan melalui tatapan mata.
hingga akhirnya tangan elang kembali terulur untuk menarik Anin perlahan agar kembali terduduk tepat di samping nya.
berulang kali elang ingin angkat bicara untuk menghilangkan kecanggungan yang tercipta diantara mereka berdua, akan tetapi ia kembali mengatupkan bibirnya rapat-rapat karena merasa bingung harus memulai darimana .. karena mereka memulai segala sesuatu nya dari awal dengan cara yang salah dan untuk meluruskannya kembali juga tidak akan semudah yang mereka bayangkan.
__ADS_1
Dengan ragu elang memberanikan diri membuka suara mengawali pembicaraan yang akan ia katakan, meski komunikasi sudah mulai terjalin bagus namun disaat intens seperti ini baik elang maupun Anin merasa sangat canggung dan kaku.
" Anin...." ucap elang
" Iya kak...." jawab Anin ragu.
" Maafkan atas semua kesalahanku selama ini , dari awal kakak menikahimu kakak selalu memberikan kesan yang membuat kamu pasti membenci kakak, sejak awal kita memulai dengan cara yang salah kita sibuk dengan pemikiran dan kesibukan kita masing-masing kakak tidak pernah mengetahui dirimu begitupun sebaliknya...."
"Anin, bisakah kita memulai segala sesuatu nya kembali dari awal...tempo hari kakak sudah menanyakan hal ini pada mu dan kakak belum mendapatkan jawaban darimu makannya kakak menanyakan kembali agar kakak mendapatkan jawaban yang pasti...."
Anin terdiam berusaha mencerna maksud perkataan elang yang justru semakin menimbulkan berbagai jenis pertanyaan lainnya yang kembali bermunculan dalam benak Anin.
akhirnya Anin membuka suara nya, tetapi bukannya jawaban justru pertanyaan lah yang di lontarkan Anin untuk mengetahui isi pikiran elang yang sangat sulit di tebak menurutnya.
"Anin kakak hanya ingin memperbaiki hubungan kita , sedari awal kita memulai hubungan dengan cara yang salah oleh sebab itu kakak ingin memperbaiki semuanya dari awal ..."
Anin kembali terdiam, pikirannya berkecamuk memikirkan berbagai kemungkinan dari keputusan yang akan diambilnya , Apakah mungkin dengan memulai segala sesuatu nya dari awal akan memperbaiki hubungan mereka.
__ADS_1
" Apa yang membuat kakak memilih memulai segala sesuatu nya dari awal , sementara kakak sendiri menyadari bahwa sama sekali tidak ada cinta diantara kita berdua..."
Perlahan Anin mengeluarkan semua pertanyaan yang terlintas di dalam benaknya Anin ingin mengetahui bagaimana tanggapan elang untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang Anin pertanyakan meskipun hati Anin terasa sedikit yersentak saat ia berbicara tidak ada cinta diantar kita ,
meski Anin membenci elang karena sikap nya yang sangat dingin dan menyebalkan tetapi hati Anin sering merasa tertarik pada elang dan sering berdebar bila saat di dekatnya.
Saat ini Anin hanya membutuhkan kepastian, jika elang memang bersungguh-sungguh dengan ucapannya mungkin Anin masih bisa mempertimbangkan nya.
" jika boleh berkata jujur , kakak akui kakak mulai tertarik padamu meski seperti apa yang kamu katakan tadi meski belum ada perasaan cinta yang tumbuh dalam diri kita masing-masing , tapi apa salah nya jika kita mencoba memulainya dari awal lagi setidaknya kita akan mencobanya bersama-sama bukan hanya berpasrah .."
Kini Elang menatap Anin dengan tatapan matanya , mencoba menembus garis pertahanan Anin yang dapat elang ketahui dengan pasti masih meragukan perkataannya.
" Aku tau memang sulit bagimu memulainya setelah apa yang aku lakukan sebelumnya, terlalu banyak kesalahpahaman yang terjadi diantara kita dan juga ego dari masing-masing diri kita yang membuat semuanya semakin rumit. Sementara komunikasi dan keterbukaan satu sama lain yang menjadi kunci dalam sebuah hubungan telah kita abaikan sedari awal.
Elang telah memikirkan segala sesuatu nya dari awal ia telah mencerna apa yang seharusnya ia lakukan dan mana yang harus ia kesampingkan.
dan setelah memikirkannya ia baru menyadari bahwa awal mula rumitnya hubungannya dengan Anin adalah karena adanya komunikasi yang minim serta kurangnya keterbukaan dari diri mereka masing-masing agar dapat saling memahami satu sama lain.
__ADS_1
Bahkan elang sama sekali tidak mengetahui bagaimana kepribadian Anin selama ini, hal hal remeh yang menjadi kesukaan ataupun yang tidak di sukai anin, ia tidak mengetahui apapun , maka dari itu elang mencoba memulainya dari awal , di mulai dari memahami karakter diri masobg-masing.