
Tak lama kemudian tibalah mereka di rumah sakit tempat perawatan Aira....
dan ternyata Aira akan melakukan operasi dan perawatan di rumah sakit milik keluarga Anin...itu semua atas permintaan kedua orang tuanya nya Anin...mereka ingin memberikan yang terbaik untuk cucu nya.
Elang memarkirkan mobil nya di parkiran rumah sakit, setelah mematikan mesin mobil nya elang langsung keluar dari mobil nya tanpa berkata apapun pada Anin, elang berjalan dengan langkah lebar dan cepatnya pergi meninggalkan Anin yang masih berada di dalam mobil menuju ruang perawatan Aira...
"Apakah tidak bisa dia menungguku, memang aku ini benda mati yang sama sekali tidak di lihat nya .." gerutu Anin
Anin segera keluar dari mobil elang dan berjalan mengikuti elang yang sudah jauh meninggalkannya..
Anin berjalan menuju lobi utama rumah sakit keluarga nya hampir setiap dokter suster dan para pegawai rumah sakit mengenalnya...tak aneh setiap Anin berjalan jika bertemu mereka, mereka selalu menyapa dirinya....
"siang Bu Anin...."
"Selamat siang Bu Anin..."
Ucap para pekerja maupun suster-suster yang ada di dalam lobi rumah sakit....
__ADS_1
"siang .." balas Anin dengan senyuman selalu terpancar dari bibir nya
Anin terkenal akan keramahannya Anin selalu membalas setiap sapaan untuk dirinya, makannya banyak orang-orang menyukai Anin selain cantik senyumannya manis juga ramah.
ketika masuk ke dalam lobi rumah sakit keluarga ternyata elang sudah menunggu nya disana dengan tatapan tajam nya elang melihat ke arah Anin, dan Anin pun mengerti akan tatapan elang terhadap nya Anin segera mengencangkan langkah dan mendekati keberadaan elang...
"Jangan terlalu mengumbar senyuman mu pada setiap orang, ingat akan status mu sekarang ..."
ucap elang dengan nada datarnya dan langsung menggenggam tangan anin dan membawanya melangkah bersama menuju ruangan perawatan Aira...
"iya sama siapa ya ... tidak biasanya bu Anin bersama laki-laki,, dan sepertinya laki-laki itu lebih jauh dewasa dari Bu Anin..."
"tapi meskipun lebih dewasa dari dokter Anin tapi penampilan laki-laki itu keren sekali tampan dan matang sekali...aku terpesona oleh nya...."
"Huuusss....ngaco kamu...gimana kalau itu pacar nya Bu Anin...bisa masalah kamu...
tepatnya itu pembicaraan orang2 di resepsionis dan orang2 apoteker yang melihat Anin dan elang berjalan bersama, mereka memanggil Anin dengan sebutan ibu meskipun Anin masih sangat muda itu karena Anin merupakan putri tunggal si empunya rumah sakit tempat mereka bekerja dan Anin juga calon dokter muda jelas mereka sangat menghormati Anin..
__ADS_1
******
Sesampainya elang dan Anin di depan ruang perawatan Aira mereka langsung masuk dan menemui Aira yang sedang terbaring lemah di atas ranjang perawatannya ...
"Aira sayang....papa datang nak...."
elang mengusap kepala Aira dengan satu tangannya lalu mengecup kening Aira penuh dengan kasih sayang.
"Papah....kak Anin...."
Ucap Aira, Aira tersenyum bahagia karena kini Aira memiliki keluarga yang lengkap seperti teman-temannya, kini Aira mempunyai seorang ibu yang selama ini ia harapkan dan ia impi-impikan.
Tatapan Anin tertuju pada jemari tangannya yang masih di genggam elang dengan eratnya, elang yang menyadari maksud tatapan wajah Anin langsung melepaskan genggaman tangannya dan mengalihkan perhatiannya pada Aira dengan menanyakan keberadaan kedua orang tuanya.
"Dimana opah dan omah sayang... "
"Opah dan omah lagi di ruang dokter tadi dokter kesini mencari papah karena papah gak ada jadi opah dan omah kesana.." jawab Aira dengan polosnya...
__ADS_1