TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU

TERPIKAT PESONA DUDA ANAK SATU
Gengsi


__ADS_3

Anin memasuki rumah nya dan pandangannya langsung tertuju pada Aira yang sedang asik bermain dengan para boneka nya sambil di temani Bi Darmi...


"Aira sayang....Bunda pulang...." teriak Anin


"Bunda, .." Teriak Aira


Aira langsung berdiri dan berlari memeluk Anin..


"Bunda, Aira kangen...."


"Masa sih sayang, kan cuma beberapa jam aja gak ketemu nya ..."


"Iya tapi Aira kangen bunda..." ucap manja Aira


Mendengar perkataan Aira kenapa Anin malah terbayang kebersamaan elang dan juga Sonia...


"Kalau bukan karena Aira mungkin aku sudah menyerah..." suara hati Anin sambil terus merekatkan pelukannya pada Aira..


"Aira sayang, bunda mau ke kamar dulu ya bunda mau mandi dulu gerah banget ...Aira main dulu sama bi Darmi ya ..."


"Iya bunda...."


"Bi temani Aira dulu ya , aku ke kamar dulu..."

__ADS_1


"Iya non..." jawab Bu darmi


Anin berjalan menuju kamar di lantai atas rumah nya , bagaimana pun saat ini hati Anin sedang kalut dan sedih di depan Aira Anin selalu bersikap ceria karena Anin tidak mau melihat Aira sedih...


Setelah memasuki kamar nya Anin memutuskan untuk langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuh nya Anin butuh kesegaran untuk menyegarkan suasana hati dan pikirannya..


Setelah dirasa cukup Anin kembali keluar dengan keadaan badan yang sudah bersih dan wangi juga memakai dress rumahan selutut berwarna Cream, Anin keluar kamar mandi sambil terus mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk rambut nya hingga tiba-tiba Anin menghentikan pergerakannya karena Anin melihat se sosok manusia yang sebenarnya sangat malas Anin untuk melihat yang tengah terduduk di tepi ranjang tidurnya dengan sambil terus menatap anin dengan tatapan yang sulit Anin artikan.


Anin berusaha menata suasana hatinya, Anin berusaha tidak menampakan kemarahan pada elang atas apa yang telah terjadi pada mereka, Anin akan bersikap seakan-akan tidak terjadi apa-apa diantara mereka dan tidak pernah melihat apa-apa.


"Kak elang tumben sudah pulang....", sapa Anin


Tanpa ada jawaban elang malah terus menatap anin dengan tatapan mata elang nya...


"Laki-laki,.." ucap Anin dengan eksfresi pura-pura bingung


"Laki-laki mana, siapa maksud kakak..." tanya Anin


"Ciihhh,, " Elang berdecik


"Tidak usah berpura-pura aku melihat dengan mata kepala ku sendiri kau berboncengan dengan laki-laki lain di jalan..."


"Berboncengan, di jalan....salah lihat kali ..." ucap Anin sambil berjalan menuju meja rias dab tak menghiraukan tatapan elang

__ADS_1


"Anin aku tidak suka di permainkan..."teriak elang dan sepertinya sudah mulai marah


"Aku tidak pernah mempermainkan kakak, justru kakak yang terus mempermainkan aku..."


"Apa maksudmu..." bentak elang..


"Apa perduli kakak terhadap ku ..."


"Jelas aku perduli, karena kamu adalah istriku..." jawab elang...


"istri...." ucap Anin sambil tersenyum sinis


"maksud kakak istri yang tidak pernah di anggap keberadaannya iya..."


Entah kekuatan dari mana hingga anin bisa berkata seperti itu terhadap elang


"Anin kamu, ..." elang berteriak dan terus menatap anin dengan kemarahannya


"Kalau boleh aku membalikan pertanyaan kakak tentang Sonia, siapa Sonia dan apa kapasitas Sonia dalam hidup kakak...? tanya Anin


"Dia temanku juga teman andra, kami berteman sejak kami kuliah ..."


"Nah sekarang kakak juga tau kan siapa Laki-laki yang mengantarkan kan ku , sama hal nya seperti kakak dia adalah Bisma dia teman ku...Puas..."

__ADS_1


Jawab Anin sambil berjalan keluar dari kamar nya meninggalkan keberadaan elang...


__ADS_2