The Cursed Prince

The Cursed Prince
PRINCE 11


__ADS_3

Mahasiswa semester 3 Freissy Magdalena kini tengah duduk di depan kampusnya, Ia mendapatkan pesan dari orang tuanya yang kini tengah kesulitan ekonomi dan memintanya untuk cuti kuliah.


'Rei, untuk semester ini sepertinya ndak ada uang buat kuliah, berhenti dulu nda' papa kan?'


'Rei dapat beasiswa full bu, semester depan'


Rei memilih berbohong daripada harus putus kuliah, ia sudah telat satu tahun dari teman-temannya dan kini ia bertekad untuk mencari pekerjaan. Ia tak boleh menunda kuliah lagi.


Rei membuka beberapa situs lowongan pekerjaan dan mencoba menghubunginya satu-satu. Liburan panjang 3 bulan cukup baginya untuk menghasilkan banyak uang. Ia takkan terlalu memilih pekerjaan, Cukup hasilkan banyak uang.


Barista


Lowongan pekerjaan yang pertama dituju oleh Rei. Rei mencari lokasi yang sesuai dengan alamat yang tertera di e-brosur.


"Permisi" Ujar Rei saat memasuki Caffebar yang sangat ramai, Ia bahkan tak bisa mengajak salah seorang karyawan untuk berbicara, semua sibuk dengan Pelanggan.


Rei akhirnya memilih menunggu diluar hingga lenggang.


"Kau cari pekerjaan?" tanya seorang yang menggunakan seragam Caffebar, Rei mengangguk antusias. Karyawan itu jelas tahu Rei ingin melamar pekerjaan karena amplop besar yang dibawa Rei.


"Udah penuh mba, lupa nyopot iklannya" ujar karyawan itu dan pergi ke dalam Caffe. Rei hanya tersenyum tipis saat tahu jika penantiannya sia-sia.


Rei berjalan menyusuri jalan untuk kembali ke rumahnya, sudah 4 tempat yang dikunjunginya namun tak satupun menerimanya. Tinggi badan menjadi alasan Rei tak bisa bekerja. Rei memiliki tinggi 154 , hanya kurang beberapa senti agar mencapai syarat karyawan.


Mata Rei tertuju pada sebuah pagar yang bertuliskan


Dicari Asisten Rumah Tangga


XXX-65X-X77X-X44X


"Apapun itu" Ujar Rei mengambil ponselnya dan mendial nomer yang ada pada pagar hitam itu.


"Halo" Sapa Rei saat telponnya diangkat


"Ini siapa?" Tanya seseorang dari sebrang


"Saya Rei, berniat mencari pekerjaan, kebetulan saya melihat pengumuman itu" Ujar Rei


"Apakah masih ada lowongan untuk saya?" Tambah Rei. Suara disebrang sana terdenfar terkekeh


"Ah, kau mencari pekerjaan, masuk saja, untuk langsung di seleksi" Ujar Pria tersebut dan mematikan telponnya. Rei hanya terdiam saat telponnya dimatikan sepihak.


"Ayo kuliah!" Seru Rei dan menekan bel yang ada di pintu gerbang. Tak lama pintu gerbang terbuka secara otomatis membuat Rei mundur selangkah karena terkejut.


Rei melangkah dengan ragu saat memasuki pekarangan rumah yang sangat besar. Jarak gerbang dengan pintu utama bahkan sangat jauh, Air mancur terletak tepat 20 langkah dari pintu utama.


"Luas sekali" Ujar Rei tak menyadari sepasang mata menatapnya tajam dari lantai 3. Rei memasuki mansion dengan perlahan, masih ragu untuk memasukinya.


"Sebesar ini tempatnya" Rei bergumam ragu


Ting Nong


Ting Nong

__ADS_1


Ting Nong


Rei menatap ragu pintu yang masih tertutup.


ceklek


Pintu itu terbuka, menampilkan sosok pria dengan kaos polosnya.


"Kau yang nelpon tadi?" Tanya Rio saat Rei sampai. Rei hanya mengangguk ragu takut-takut salah alamat.


"Kau bawa Curiculum Vitaenya?" tanya Rio yang dibalas anggukan oleh Rei


"Kau tak perlu cemas, Kenalin aku Rio" Ujar Rio mengulurkan tangannya dan Rei menjabat tangan Rio masih sedikit ragu.


"Namaku Rei, Freissy Magdalena" Ujar Rei memperkenalkan dirinya.


"Duduk dulu, ah.. diluar saja" Ujar Rio yang takut jika tamunya akan canggung untuk masuk ke dalam mansion yanh cukup besar.


Rio masuk ke dalam rumahnya dan kembali dengan membawa nampan berisi minuman dan camilan.


"Santai saja, Pekerjaan disini tak sulit" Ujar Rio saat melihat Rei yang masih kaku


"Aku baca curiculum vitaenya dulu" Rio membuka CV yang dibawa Rei, membaca dengan seksama.


"Kau mahasiswa?" Tanya Rio yang dibalas anggukan oleh Rei


"Mahasiswa Gizi semester 3" Jawab Rei melengkapi


"Kenapa kau butuh pekerjaan?" tanya Rio lagi membuat Rei menunduk pelan


"Tapi pekerjaan apa ya kak?" tanya Rei ingin mengetahui jobdesknya.


"Ah, itu" Rio berfikir sejenak, berfikir


"Aku bukan pemilik tempat ini, aku juga hanya pekerja, tugasmu hanya melayani tuanmu" jawab Rio mmbuat Rei mendelik kaget


"Me..melayani?" Rei menggeser tubuhnya sedikit menjauh tanpa sadar.


"Bukan itu, kasarnya jadi pembantu" tambah Rio lagi


"Buat sarapan, nyuci dan beres-beres gitu aja sih" Rio menjabarkan jobdesknya


"Tapi tuanmu berbeda, Kau bisa berubah pikiran jika tak kuat" Ujar Rio menakuti Rei


"Tapi bayarannya cukup besar, mengingat mansion ini begitu luas" Rio memberikan penawaran membuat Rei berfikir panjang.


"tiga sampai empat kali lipat UMR" Jawab Rio membuat Rei semakin ragu


"Kenapa sebesar itu?" tanya Rei lagi


"Kau boleh berubah pikiran setelah melakukan tugas pertama" Ujar Rio yang kini mengajak Rei kedapur.


"Dan jika kau tak sanggup, kau tak boleh membicarakan apa yang kau lihat disini" Ujar Rii lagi memberi peringatan

__ADS_1


"aku bukan pengkhianat" balas Rei percaya diri


"Antarkan makanan ini pada tuanmu dilantai 3" ujar Rio menunjuk troli berisi makanan.


"Kau bisa bekerja mulai hari ini jika kau sanggup" Ujar Rio lagi membuat Rei semakin berfikir jika ada yang tidak beres.


Rei menatap kagum interior yang ada, Rumah dengan 3 lantai namun memiliki Lift.


"Siapa tuanku nanti" Ujar Rei bermonolog, sepanjang menuju lantai 3 banyak foto yang di pajang di tembok. Rei mengetuk pintu dengan hati-hati. Ia harus menjaga citranya dihari pertama.


tok


tok


tok


Rei mengetuk pintunya pelan dan membukanya dengan hati-hati.


"Wah, Bahkan ruangannya sangat besar" Rei menatap takjub.


"Kau yang mau bekerja disini?" Tanya seorang pria dengan suaranya beratnya membuat Rei sontak terkejut.


"Ah , iya tuan"


"Aaaa" Teriak Rei dan berlari ketakutan saat melihat sosok Pria tersebut dipenuhi dengan rambut di hampir seluruh tubuhnya. Pria itu hanya memandang sendu. Ini bukan kali pertamanya di pandang menakutkan.


Rei berlari menuju Rio yang tengah menunggu di ruang tamu, ekspresi Rio sama sekali tak terkejut. Itu sudah hal biasa.


"Kak, ada.. huftt" Rei tak bisa melanjutkan kata-katanya setelah menuruni 3 lantai dengan terburu-buru.


"Itu tuanmu" Jawab Rio membuat Rei terdiam, Ia menatap Rio intens.


"Kau boleh keluar jika tak sanggup, namun jangan mengatakan apa yang kau lihat disini" tambah Rio hendak mengantar Rei ke pintu keluar.


Rei tak beranjak.


"Tuanku?" tanya Rei membuat Rio menghentikan langkahnya.


"Iya" jawab Rio tanpa ragu


"Boleh aku bertanya?" tanya Rei membuat Rio memicingkan matanya, orang-orang sebelumnya memmilih berlari tanpa menoleh lagi kebelakang.


"Kau akan bekerja disini?" tanya Rio meminta kepastian


"Setelah mendengar jawabanmu" Ucap Rei


"Apa dia manusia?" Tanya Rei ragu, Ia mengucapkan dengan sangat pelan. Ia tak tahu apa yang dilihatnya. Rio hanya mengangguk pelan.


"Aku akan bekerja disini kalau begitu" Ujar Rei tegas


'aku harus mendapatkan banyak uang' gumam Rei


"Kau yakin?" tanya Rio sekali lagi memastikan

__ADS_1


"Aku akan minta maaf dulu sebelumnya" Ujar Rei dan bergegas berlari ke tempat lantai 3 dimana tuannya berada. Ia akan memberanikan diri dan akan bertanya tentang lainnya pada Rio nanti.


fakta jika tuannya manusia cukup bagi Rei bertahan untuk bekerja.


__ADS_2