
Suara ayam berkokok membangunkan pemilik rumah dan orang yang berada disekitar rumah pemilik itu, Rei melangkah kan kakinya dijalan yang diguyur air semalaman menuju pasar untuk berbelanja kebutuhan hari ini. Ia tak selalu ke pasar, hanya dua sampai tiga kali dalam sehari. Dari jarak 15 meter sebelum pintu gerbang pasar, para pedagang telah menyusun dagangannya, ada yang di kios dan dipekarangan pasar. Rei memasuki pasar dan mencari ikan untuk makan siang nanti, dan ia juga mencari beberapa bahan makanan berupa sayur dan buah yang dipilih secara teliti.
Jarak antara mansion dan pasar tidak begitu jauh, Ia hanya perlu berjalan selama dua puluh menit untuk sampai ke pasar dan pulang dengan becak motor yang akan mengantar dirinya hingga pertigaan didekat mansionnya.
Dua tas belanja dibawanya dan disusunnya dengan rapi di lemari pendingin.
Rei mencuci bahan makanan yang akan dibuat untuk sarapan kali ini dengan bersih. Ia bangun lebih awal 30 menit tidak seperti biasanya. Kemarin Rei mengelilingi mansion secara teliti dan tanpa sengaja menemukan ruangan olahraga dengan treadmill yang membuatnya penasaran.
Tiga mangkuk sup disajikan sebagai sarapan pagi ini. Rei baru mendapat pesan jika Rio akan gabung untuk sarapan. Rio telah rapi dengan setelan jas kerjanya sementara Philip tetap dengan kaos rumahnya.
'Dia bukan jelmaan singa, dia jelmaan sun go kong pencari kitab suci itu' Batin Rei menatap Philip dengan penuh selidik.
"Mas Rio ga pernah makan bareng lagi sekarang" Rei memulai percakapan.
"Maafin mas ya" Rio meras bersalah lebih sering bersama kekasihnya daripada adik-adiknya, namun sebelum-sebelumnya memang tak sering, hanya saja setelah Rio mengumumkan akan menikah, Rio memang jarang terlihat dimansion.
"Mana yang katanya habis nikah bakal sering kesini, belum nikah aja udah ilang-ilangan" Kini Philip yang menyahut. Philip yang merasakan kehilangan paling dalam setelah semua waktu yang dihabiskan bersama.
Rei hanya menatap keduanya sambil tersenyum tipis. Mereka saling menyayangi. Ia cukup iri dengan keakraban keduanya.
"Inget ? Siapa yang paling sering ngeledek mas gara-gara belum nikah? lagi? siapa yang kemarin-kemarin ngerajuk ke mas buat nikah dan lihat sekarang" Balas Rio tak mau kalah dengan ucapan Philip. Philip hanya buang muka mendengar Rio yang mengungkit ucapannya. Rio menaikan alisnya merasa menang, Philip mengerucutkan bibirnya tak suka.
"baruku sadaril, ada yang terlewat" Gumam Rei membuat kedua pria itu menoleh cepat ke arah Rei yang kini dibuat bingung oleh tatapan mereka.
"Apa?" Tanya Rio cepat sementara Philip hanya mengucapkan pertanyaan yang sama dalam hatinya.
"Dia tak benar-benar menakutkan jika diamati terus-menerus" Ujar Rei sambil menunjuk kearah Philip. Sekalipun ada rambut halus yang menutupi hampir seluruh wajahnya. Namun postur wajahnya tetap terlihat, Dimana dagu runcingnya, bibir tebalnya yang curly, hidung mancungnya bak perosotan yang begitu licin.
"Makannya aku masih bisa hidup bareng dia" Jawab Rio
"Kau juga bisa jatuh cinta dengannya lama kelamaan, kaya beauty and the beast itu lho" Tambah Rio membuat Rei memutar bola matanya jengah sedangkan Philip segera memulai makannya mendengar ucapan Rio yang tidak masuk akal.
"eh ? ngomong-ngomong tentang beauty and the beast, aku kemaren nyari sewa pakaian buat foto pakai tema itu" Ujar Rei membuat kedua pria itu terdiam tak mengerti.
__ADS_1
"Maksudku aku mau nyewa baju buat kita foto, kita kudu bikin kenangan indah, sebelum mas Rio balik"
"Balik kemana?" sahut Philip cepat
"Ke istrinya lah, kan bentar lagi nikah" Jawab Rei tak sabar.
"Mas cari waktu kosong dulu ya" Ucap Rio
"Aku juga udah ngehias taman, Masa ga bisa nyempetin sebentar doang mas? jam tiga sampai jam lima sore doang kok, foto doang" Pinta Rei penuh harap.
"Kapan emang?" Tanya Rio lagi
"Belum tau sih waktunya, baru mau nyewa doang" Jawab Rei sambil terkekeh. Rei sudah mewanti-wanti butiknya jika ia akan menyewanya dalam waktu dekat.
"Ya udah nanti kalau ada jadwal kosong , mas kabarin" Jawab Rio yang kini tengah bersiap untuk bekerja. Rio menatap pantulan dirinya di cermin besar dekat ruang tamu, merapikan dasi dan rambutnya dengan senyum tipis mempesonanya.
💕
'Apa Philip dulu olahragawan ya?' Batin Rei tersenyum sendiri membayangkan tuan buruk rupanya berlari terengah-engah menggunakan treadmill.
Mas Rio mau makan siang dimana?
Kirim pesan Rei pada Rio yang belum ada dua jam dia berangkat kerja. Rei menutup matanya, Kantuk tak bisa di cegah dan Rei tertidur di ruang olahraga.
💞
Rei membasuh wajahnya saat sadar jika ia ketiduran di ruang olahraga, Hampir satu jak dia tertidur di lantai yang cukup dingin itu.
"Punya kerjaan berasa pengangguran, bosan kali hidupku" Rei bermonolog mengungkapkan kesepian dirinya saat ini.
Mas ga makan dirumah, mas makan dikantor, Ini mas mau ambil foto prewed
Rei terkejut tak bisa menutup mulutnya saat membaca pesan dari Philip. Rio benar-benar akan menikah dalam waktu dekat. Bahkan ia tak membicarakan sama sekali saat di rumah.
__ADS_1
Kirimin aku fotonya ya mas~
Balas Rei cepat dan Rio mengiyakan keinginan Rei.
**Iya nanti mas kirim
💛**
Kehidupan di mansion hanya berputar di siklus makan pagi, makan siang dan makan malam. selalu begitu dan kini Philip telah siap dimeja makannya.
"Mas Philip udah prewed tahu. nanti siang ini aku bakal dikirim fotonya" Ujar Rei berbicara layaknya bermonolog
"Gitu?" Respon Philip yang tak tahu harus bagaimana dalam menjawab
drrrrrttttt drttttttt
Sebuah pesan masuk dari Rio ke ponsel Rei. Rei membuka pesannya cepat, ada tiga foto dengan warna yang kontras berbeda. Biru , hijau dan Putih.
"Cantik banget" Seru Rei kegirangan dari dalam dapur dan berlari menuju ruang makan menghampiri Philip yang menunggu makan siangnya disiapkan.
"Lihat, calonnya mas Rio" Rei menunjukan ponselnya dengan antusias. Foto yang dikirimkan benar-benar terlihat menakjubkan baginya. Philip menerima ponsel itu dan membelakakan matanya saat melihat sepasang kekasih dalam balutan bertema biru.
"Wajahnya.. seperti tak asing bagiku" Lirih Philip sambil berfikir, Wajah yang pernah dilihatnya dalam waktu yang lama
"tunggu.." Philip menggeser layar ponselnya mencari foto lain yang dikirimkan kakaknya
"Gadis perumahan itu" Ucap Philip yakin setelah bolak balik menggeser layar ponsel Rei.
"Kau kenal?" Tanya Rei penasaran
"Dia... diaa mantan kekasihku dulu"
💔
__ADS_1