The Cursed Prince

The Cursed Prince
PRINCE 7


__ADS_3

Philip menguninstal aplikasi yang membuatnya tak bisa berhenti untuk mencari wanita. Philip kini tengah mengatur jadwal kencan agar tak terbentur dengan yang lainnya


Senin : Reyna


Selasa : Dewi


Rabu : Agatha


Kamis : Michelle


Jumat : Rachel


Sabtu : Dinda


Minggu : Reyna


jadwal dibuat berputar dan kini ia akan menemui Rachel yang belum sempat ia temui.


Rachel menyetujui untuk bertemu di cafe O'clock. Rachel dengan rambut panjang yang di kuncir dengan penjepit rambut membuatnya begitu cantik. Rache bahkan berdandan cukup lama. Rachel sangat tahu siapa Philip.


Philip tiba dengan kaos hitamnya dan langsung duduk nyaman didepan Rachel.


"Udah pesen?" tanya Philip seperti bukan pertama kali bertemu.


"udah" jawab Rachel dengan senyum tipisnya.


"Waffle ice sama Lemon Ice" tambah Rachel


"Kukira kau takkan datang" ucap Philip mengingat banyak sekali yang tak datang dan membuat Philip harus mendatangi rumahnya secara langsung


"Tak ada alasan untuk tidak datang" Ujar Rachel tersenyum


"Kau benar-benar tampan" Puji Rachel yang kini berpindah duduk disamping Philip. Philip sendiri terkejut dengan Rachel yang ternyata lebih agresif


"Tentu saja, kaupun begitu cantik" Puji Philip tulus, Ia menyukai bentuk wajah Rachel yang blasteran asia-eropa. Leher jenjang dengan lekuk tubuh yang begitu proporsional, seperti model dalam pemotretan.


"Kau seorang model?" tanya Philip penasaran


"aku? aku selebgram dan YouTubers" ujar Rachel


"Apa kontenmu" tanya Philip penasaran


"Kecantikan dan game" balas Rachel


"Aku juga sesekali membuat vlog" tambah Rachel masih menatap Philip dalam.


Menu makanan di hidangkan, dan tanpa waktu lama mereka menikmati makanannya dengan tenang.

__ADS_1


"Kau mau mengajak ku ke mana?" tanya Rachel disela-sela mengunyahnya.


"Kau suka kemana?" tanya Philip


"salon?" tawar Rachel menggoda Philip


"yang benar saja, selain itu" Pinta Philip


"Stand foto, bioskop apapun itulah" ujar Rachel.


"Aku juga suka menikmati musik jalanan" tambah Rachel secara langsung meminta Philip untuk ke Music Park tempat dimana musisi jalanan berpencar dan mengalunkan musik nya.


Selepas makan Philip dan Rachel menuju tempat yang dituju Music Park. Philip memasangkan helm pada Rachel dan Rachel memeluk Philip erat, ia bahkan menumpukan kepalanya pada punggung Philip.


'Aku tak menyangka kau mengejar ku kini' Ujar Rachel tersenyum senang. Ia memejamkan mata menikmati punggung lebar Philip.


-


Sesampai di tujuan Philip membukakan helm Rachel dan Rachel hanya tersenyum menatap Philip.


"Kita harus berfoto disini" ujar Rachel dan tak butuh waktu lama Rachel langsung mengupload foto dirinya dengan Philip.


"sekali lagi" pinta Rachel


"satu"


"tiga"


'CUP'


sebuah kecupan mendarat di pipi Philip, membuat Philip terkejut namun senang di waktu yang sama. Kini Philip menatap Rachel masih sedikit terkejut dan perlahan mendekatkan wajahnya, Rachel menutup matanya. Kali ini tak hanya sebuah kecupan. Rachel yang memulai memberi kode dan Philip memperdalam ciumannya, mengabaikan dimana ia berada. Dan Philip menyadari ini pertama kali ia berciuman tak sekedar mengecupnya.


Rachel membuka matanya saat Philip berhenti, dan menatap sekitar dengan malu, beberapa orang melihatnya, Rachel hanya minta maaf karena terbawa suasana. sedangkan Philip menyukai itu. Rachel berperan sebagai gadis lugu tapi nakal. Mereka berkeliling dan berfoto di beberapa spot sesekali Philip mencuri kesempatan.


"Kirimkan fotonya ya" Pinta Rachel karena jepretan fotonya lebih banyak menggunakan ponsel Philip.


"Nanti kukirim" balas Philip tersenyum senang. Ia tak bisa mengalihkan pandangannya dari bibur plum Rachel.


"Kau seperti akan memakanku" Ujar Rachel menyadarkan Philip.


"Aku tak pernah seperti ini sebelumnya" ujar Philip.


'aku akan menyukainya dalam waktu yang lama' batin Philip.


-


Ujian Nasional akan diselenggarakan 3 hari lagi. Philip tak diberi waktu untuk berkencan. Rio yang mengaturnya. Ia bahkan kini mengurangi jadwal kencannya karena Rio selalu menjemput nya dan mengantarkannya ke bimbingan belajar.

__ADS_1


"Semangat sayang" - Agatha


"Kita pasti bisa" - Elsa


"Temui aku setelah ujian" - Dinda


"Aku mencintaimu" -Reyna


"Aku tidur dulu, Nice dream" -Rachel


"Mas, aku kangen" - Michelle


"Aku akan mentraktirmu"- Dewi


Philip merasa menjadi orang yang paling dicintai. Ia bahkan tak punya waktu untuk memutuskan salah satunya. Ia terlalu asik berkencan dan belajar.


"Aku akan menemui Reyna dan memutuskannya, Lalu Agatha dan Michelle" Ujar Philip yang telah bosan dengan ketiganya. Tak banyak percakapan diantara ketiga wanita tersebut. Philip mempertahankan Dewi, Dinda dan Rachel karena mereka yang lebih sering banyak berinteraksi dengannya. Dengan Dinda Philip bisa bermanjaan, Dinda saling bertukar pikiran dan Rachel saling beradu mulut dan beradu pendapat dan itu menyenangkan bagi Philip.


-


Minggu ini Philip menjadwalkan dirinya untuk bertemu Reyna. Namun mengingat ia harus mengakhiri, Philip hanya mengajak bertemu. Reyna berdandan tak seperti biasanya, dengan dress tanpa lengan diatas lutut berwarna coklat susu, sangat pas untuk dirinya yang berkulit terang.


"Kenapa kau berdandan serapi ini" Tanya Philip


"ah, kukira kau mengajakku berkencan" ujar Reyna malu. Philip menggenggam tangan Reyna mengajak ke taman bermain yang ada di perumahan Reyna. Philip menatap Reyna.


"Aku ingin mengakhiri hubungan kita" ujar Philip menatap Reyna tegas


"hah? ya.. kau bercanda" ujar Reyna memegang erat ujung dress-nya menolak mendengar ucapan Philip.


"Aku menyukaimu karena parasmu yang menarik tapi siapa sangka kau sangat kaku dan membosankan" caci Philip yang memang selalu dia yang mencari topik pembahasan. hubungan mereka baru 10 hari.


"Bahkan aku tak pernah menyentuh bekal buatanmu, aku hanya tertarik dengan parasmu" ujar Philip lagi


"Kau tak ingat bagaimana kau mengejarku?" tanya Reyna mencegah air matanya untuk lolos


"tentu saja aku ingat, aku selalu melakukan hal yang sama untuk yang lain juga" Jawab Philip


"aku harus mendapatkan yang aku inginkan dan kau hanya menarik diawal" Philip tak menyaring ucapannya. Selagi tak ada air mata bagi Philip itu tak menyakitkan.


"Sadari saja, bukankah aku terlalu baik untukmu" ujar Philip lagi yang selalu memberi perhatian kecil baginya


"Dan kau hanya menerimanya, aku tak suka hubungan seperti itu, sangat membosankan" ucap Philip lagi


"KENAPA KAU MENGATAKAN SAAT AKU MULAI MENYUKAIMU" teriak Reyna membuat Philip sedikit terkejut.


"Karena kau terlalu mudah" ujar Philip menarik senyum miring membuat air mata Reyna lolos

__ADS_1


"Maaf jika aku menyakitimu, tapi hatiku memang telah berubah" ujar Philip lagi dan pergi meninggalkan Reyna begitu. mengabaikan sesak tangis Reyna yang kini menangis tersedu-sedu. Reyna baru saja jatuh hati, ia bahkan mempersiapkan untuk bertemu Philip. Ia memilah beragam pakaian, menyetrika hingga licin, memakai riasan yang sebelumnya tak pernah ia miliki, ia sengaja membeli untuk hari ini. Riasan itu, Gaun indah itu hanya untuk air mata darinya.


__ADS_2