
Satu bulan kemudian
"aaaarrrrrggggghhh!!!!!!!" Teriak Philip saat mematut dirinya di cermin, Ia baru saja bangun tidur.
Buggh
PYARRRR!!
Cermin yang memantulkan dirinya kini terpecah berkeping-keping. Dikamar sebelah, Rio mendengar suara teriakan amat keras. Padahal rumah ini cukup kedap suara di setiap ruangnya. Dengan hati-hati Rio berjalan kekamar Philip. Ia sangat yakin mendengar suara dari kamar Philip.
"Philip" Panggil Rio pelan, Namun pintu kamarnya terkunci. Dengan cepat Rio berlari mencari kunci serep yang ada di dekat tangga. Rio berlari cepat dan membuka pintu kamar Philip. Rio meneguk ludahnya takut saat melihat seseorang yang di kamar Philip.
"Philip" panggil Rio pelan. Dan sosok itu, sosok yang dipenuhi rambut disekujur tubuhnya menoleh membuat Rio mundur perlahan dan menutup pintu kembali. Nafas Rio tersengal terkejut, Rio mengatur nafasnya
"Ada apa mas? tadi kayanya ada suara teriakan, kaya dari kamarnya tuan Philip" Ujar seorang maid kepada Rio. Rio tentu saja Rio terkejut mengingat gedung mansion di buat dengan kedap suara.
"Kau dengar dari mana?" tanya Rio penasaran
"Aku lagi bikin sarapan dilantai satu" Jawab maid itu membungkam Rio.
"Bukan apa-apa, tadi lagi main-main sama Philip" Kekeh Rio tanpa di curigai maid tersebut. Maid tersebut kemudian turun saat tahu tak ada apa-apa. Rio menyadarkan pikirannya dan kembali membuka pintu. Sosok itu hanya menunduk.
"Mas, ini aku.. Philip" ujar sosok yang duduk di pinggiran kasur membuat Rio mengerjapkan matanya berkali-kali.
"Philip?" tanya Rio dan melangkah pelan, pintu kamarnya di biarkan sedikit terbuka untuk ancang-ancang dia berlari. Philip hanya mengangguk lesu. Rio menatap pecahan cermin dilantai dengan darah yang lebih pekat dari darah manusia.
"Mas... apa yang terjadi denganku" Ujar Philip semakin menunduk dengan isakan tangis didalamnya. Rio ingat jika kaos yang dipakainya memang kaos Philip.
"mas.." Philip menunjukan wajahnya menghentikan langkah Rio, Rio ketakutan namun ia sangat penasaran dan ingin memastikan.
"Aku Philip" Ujar Philip lagi membuat Rio mengambil satu langkah mundur begitu melihat taring panjang yang membuatnya bergidik.
"MAS INI AKU PHILIP!" teriak Philip akhirnya karena Rio begitu ragu-ragu menghampiri.
"apa yang terjadi" Ucap Rio lebih pada diri sendiri.
"Tuan saatnya sarap...aaarrggghhhhh" Teriak seorang maid terkejut melihat Philip membuat Philip meringkuk menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Kau diam disini" Ujar Rio dan keluar kamar Philip serta mengunci kamarnya dan berlari mengejar maid yang teriak saat melihat Philip. Rio harus membungkamnya. Dilihatnya maid itu berlari terengah-engah dan berjongkok di samping tangga denga nafas yang tersengal-sengal.
"Kenapa kau berlari" tanya Rio pada maid itu
__ADS_1
"Aku melihat sosok yang menakutkan di kamar tuan Philip" Ujar maid itu menjelaskan
"Mas ga lihat?" tanya maid itu.
"Itu Philip lagi coba buat cari kostum perpisahan, pake tema Halloween." Ujar Rio menjelaskan membuat maid itu terdiam.
"benarkah?" tanya maid itu lagi dan dibalas anggukan oleh Rio.
"Aku harus minta maaf kalau begitu" Ujar maid itu dan dicegah oleh Rio
"Ga perlu" Rio menarik tangan maid tersebut untuk turun ke lantai satu.
'Ada yang salah' Batin Rio dan kini menuju ruang makan, yang terletak di lantai bawah.
"Philip mana?" Tanya ibu Philip melihat Rio turun seorang diri.
"Ga enak badan" Jawab Rio mencari alasan yang tidak mencurigakan.
"Nanti ada yang mau Rio omongin sama paman dan tante" Ujar Rio membuat kedua pasangan paruh baya itu saling melirik.
"masalah pekerjaan?" tanya ayah Philip yang dibalas gelengan oleh Rio.
Mereka hanya mengangguk, Rio tak pernah bicara sesuatu yang membuang waktu. Rio telah menjadi kepercayaan keluarga Philip.
"ga bisa disini?" tanya ayah Philip membuat Rio menoleh sekitar, dan menggelengkan kepalanya. Ayah dan bunda Philip hanya mengangguk mengerti mendengar ucapan Rio. Nadanya pelan putus asa.
-
-
-
Kini mereka bertiga berkumpul dikamar Philip, setelah sebelumnya Rio mencegah bunda Philip yang hendak melihat anaknya yang sakit.
"Mengenai Philip" Rio memulai pembicaraan
"Philip kenapa?" Tanya Bunda Philip khawatir
"Kalian jangan terkejut nanti" Ujar Rio lagi ragu, Ia tak tahu harus memberi tahu keduanya seperti apa, Rio-pun pergi kekamar Philip diikuti kedua orang tua Philip, Rio membuka kuncinya dan memutar secara perlahan. Membuka pintunya pelan. Philip tengah berbaring membelakangi pintu dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya. Melihat itu ibu Philip langsung menghampiri berlari ke arah philip.
" Ya , kau baik-baik saja?" Tepuk bunda Philip pada anaknya dan
__ADS_1
"Aaaaaa!!!!" Teriak bunda Philip mundur beberapa langkah, menginjak serpihan pecahan kaca cermin yang menjadi sasaran tinju Philip pagi tadi. Mendengar teriakan itu Rio segera menutup pintu dan mengunci kamar khawatir akan ada maid yang mendengar.
Bunda Philip memeluk suaminya erat sedangkan ayah Philip hanya terperangah dan mundur selangkah, matanya mengerjap berkali-kali memastikan sosok yang dilihatnya.
"Philip tak baik-baik saja" ujar Rio
"Apa yang terjadi" tanya ayah Philip pada Rio masih pada tempat yang sama. Philip hanya terduduk menunduk menyelimuti sebagian tubuhnya. Ia bahkan tak berani menoleh kepada ke orang tuanya. Rio mengajak kedua orang tua Philip menuju balkon kamar Philip.
"Seperti yang kalian lihat" ujar Rio yang tak tahu apa yang terjadi.
"Apa dia salah makan? bukankah dia baik-baik saja semalam?" ujar Ibu Philip masih tak menyangka, kepalanya pusing tiba-tiba namun ia bisa menjaga tubuhnya untuk tidak ambruk.
"Menyeramkan sekali" ujar Ibu Philip
"tante" Rajuk Rio mengingatkan jika sosok yang disebut menyeramkan itu anaknya.
"Nanti malam kita bahas, kau tak perlu berangkat, jaga dia" Ujar ayah Philip dan pergi ketempat kerjanya.
"Ayah" panggil Philip sendu saat ayahnya hendak membuka knop pintu. Ayahnya hanya tersenyum tipis.
"Jam kerja" ujar ayahnya membuat Philip mengangguk paham.
Sementara di balkon Ibu Philip masih menyeka air matanya sedih mengingat philip anak satu-satunya yang di miliki.
"Ada maid yang melihat" ujar Rio ragu membuat Ibu Philip menatap Rio. Tentu saja tak boleh ada kabar miring. Keluarga Philip pemilik agensi besar yang menjaga citra perusahaan.
"Pastikan tidak ada berita buruk yang keluar dan tidak boleh ada yang menginjak lantai tiga" ujar Ibu Philip khawatir.
"antar aku kedalam" Ujar Ibu Philip takut, Rio membantu ibu Philip berdiri, kakinya bergetar masih terkejut.
"Philip" Panggil bundanya dan Philip semakin merapatkan tubuhnya takut. Ibu Philip dibantu Rio melangkah ke kasur Philip yang kini tengah meringkuk.
Ibu Philip menatap Philip menelisik jauh pandangannya.
"Benar, dia Philip" ujar Ibu Philip dan menghambur memeluk Philip sedangkan Philip termenung terkejut atas perlakuan ibunya.
Rio menatap Ibu Philip dengan seulas senyum. Ibu Philip menangis di pelukan anaknya.
"apa yang terjadi padamu hiks" tangis ibu Philip pecah, Philip tak balas memeluk saat menatap kuku tangannya panjang dan bisa melukai siapapun.
"Bunda" Philip ikut terisak melihat tangis ibunya.
__ADS_1
"Kau baik-baik disini, Rio jaga Philip, bunda ada pertemuan penting hari ini" Ucap bunda Philip mengusap rambut anaknya.