The Cursed Prince

The Cursed Prince
Chapter 33


__ADS_3

Udara pantai malam memang sangat menusuk.Namun Rei hanya terdiam tak mengeluh melihat Philip yang hanya memandang air laut yang bahkan tersamarkan oleh gelapnya malam, hanya terdengar desiran ombak. Melihat Philip hanya diam saja Rei menyadari jika ada yang salah dengan pertemuan orang tuanya. Bahkan mata merahnya tak bisa menipu dirinya.


“Kau tak dingin?” Tanya Rei berhati-hati, ia pernah merasakan dinginnya malam di purnama sebelumnya. Tapi suasana purnama yang lalu cukup menyenangkan.


“Philip” Panggil Rei pelan dengan menepuk bahunya, membuat Philip menoleh dengan pandangan hampanya. Namun Rei memilih untuk pura-pura tak memahami.


“Ke pasar malem yuk, disana banyak jajanan enak, aku traktir” Ucap Rei hati-hati. Ia benar-benar tak pandai menghibur. Yang ia tahu, ia tak boleh menampilkan wajah simpati pada tuannya yang tidak suka dikasihani.


“Ayo, tadi aku ga makan banyak disana” Kini Rei berusaha lebih keras dengan sedikit memaksa. Rei bahkan terpaksa menggandeng tangannya agar ia mau mengikutinya.


“Kau pernah kepasar malam? Nanti disana kita beli kembang api sambil makan jajan, aku lagi kedinginan jadi pengen yang pedes-pedes, kau suka pedes ga?” Tanya Rei memberondongi berbagai pertanyaan yang membuat Rei sendiri malu dengan sikap berlebihannya. Namun semua itu semata-mata agar tuannya bisa sedikit tersenyum.


“Ga usah bioskop-bioskopan , Cuma buang-buang waktu nontonin drama orang” Kini Philip hanya mengangguk sebagai responnnya. Philip mengendarai mobil yang dibantu arahan jalan oleh Rei. Dan suasana malam begitu indah di pasar malam. Kelipan lampu dengan berbagai wahana didalamnya. Rei dan Philip berjalan di jembatan setelah membeli kembang api yang ada di sepanjang jalan.


“Kau tau, aku pernah menenggelamkan disana” Ucap Philip sambil menunjuk air yang tenang dibawah jembatan. Rei tak menjawab hanya mendengarkan ceritanya.


“Tapi naluriku justru berenang ketepian, Semua bekerja jauh dari sugestiku” Ucap Philip lagi


“Karena itu hal buruk, kau orang baik tak pantas mengakhiri hidup seperti itu, mungkin tuhan akan memberimu kesempatan dan selama ini kau belu benar-benar berusaha” Ucap Rei yang hanya dibalas anggukan oleh Philip.


“Kau juga belum benar-benar membantuku” Balas Philip dengan jujur, Philip memang tak pandai berbohong. Ia bahkan tak tahu jika ucapannya menyinggung lawan bicaranya. Ia tidak memahami hal seperti itu. Hidupnya tak membuatnya dewasa.


“Aku akui itu, apa yang harus kulakukan?” Tanya Rei yang membuat Philip mengendikan bahunya tak mengerti. Selama tujuh tahun ia belum menemukan solusi untuk hidupnya.


“Tapi mala mini kita harus senang-senang” Ucap Rei mengeluarkan korek api disaku jaketnya.


“Nyalain ya” Ucap Rei menyalakan kembang api. Philip hanya mengikuti arahannya. Selama ia tak dirugikan.


“Besok kucarikan solusi” Ucap Rei bertekad. Ia akan benar-benar mencari tahu penyebab dan alasan mengapa Philip harus memiliki kehidupan yang tak menyenangkan ini.


Percikan kembang api begitu indah membuat siapapun yang melihatnya akan tersenyum. Rei tersenyum lebar sambil memutar-mutarkan kembang apinya.


“Kau pegang” Pinta Reid an Philip mengikuti gerakan yang dilakukan Rei. Memutar pelan menulis inisial dan lainnya. Senyumya terukir perlahan. Rei tak mau kehilangan moment itu segera memotret Philip.

__ADS_1


“Yaa, jangan difoto” Ujar Philip menghampiri Rei


“Lihat ini bagus” Rei menunjukan ponselnya. Jiwa fotorgrafi Rei patut diacungi jempol karena focus foto yang begitu pas.


“Tunggu sebentar lagi, kau akan menemukan hidupmu lagi, sebagai Philip Anderson” Ucap Rei yang hanya dibalas anggukan Philip. Ia tak berani berharap pada gadis yang bahkan jauh dibawahnya.


“Mau naik komedi putar?” Tanya Rei menawarkan wahana yang didominasi oleh remaja dan anak-anak


“Sepertinya bukan tempatku” jawab Philip


“Mana ada yang seperti itu, aku yang traktir jadi kau tak berhak menolak” Jawab Rei dan menggandeng tangan Philip tanpa ragu. Ia mulai terbiasa hidup dengannya dan tak akan canggung lagi.


***


Rio dan Reyna mampir ke mansion pagi itu dengan buah tangan yang dibawanya. Rio sudah mengabari Rei yang membuat Philip kini mengunci rapat istana pribadinya dilantai tiga. Ia bahkan mematikan liftnya.


“Philip mana?” Tanya Reyna saat sampai di mansion yang dibalas sopan oleh Rei


“Lagi pergi” jawab Rei


“Hei”


“Kan kukunci, ko bisa masuk”


“Kaya lupa aja aku siapa”


“Mas nanti istri mas tau”


“Ya ga papa, daripada kudu sembunyi terus, barangkali dia bisa bantu”


“Mas”


“Iya udah mas kunci lagi” Rio menatap adiknya penuh arti.

__ADS_1


“Jadi kemaren gimana?”


“Ga ada yang gimana-gimana”


“Mas minta maaf, mas juga kena semprot ayah” Ucap Rio yang memanggil ayah pada ayah Philip.


“adil kalau gitu”


***


“Mba tentang Philip, mba tau siapa aja yang dulu didekatnya?” Tanya Rei diruang tamu setelah menyediakan jamuan sederhana untuk istri dari tuannya.


“Ak kehilangan kontak sejak putus, terakhir kali Cuma denger dia meninggal” Jawab Reyna yang benar-benar kehilangan kontak, bahkan Rio bungkam setiapkali ditanya tentang kebenaran berita tersebut. Rio tak mengiyakan ataupun menyangkal membuat Reyna tak tahu jika Philip benar-benar masih hidup.


“Dia deket sama siapa aja mba? Mba inget?” Desak Rei lagi, setidaknya ia butuh beberapa nama untuk ditanya


“Ada masalah?”Tanya Reyna yang dibalas anggukan oleh Rei


“Nanti kuceritain kalau dapet nama-namanya” Jawab Rei dengan penuh harap. Ia sudah memikirkan semalaman langkah yang mungkin bisa dilakukannya.


“Mba, anti kita ngobrol panjang ya, tapi rahasiain dari mas Rio” Pinta Rei yang dibalas anggukan oleh Reyna.


***


Breaking News


Konspirasi kematian anak tunggal Pewaris PA Entertaiment, benarkah berita kematian 7 tahun yang lalu ?


Sebuah foto menunjukan wajah yang mirip dengan pewaris tunggal PA Entertaiment pada pelaksanaan pernikahan salah satu staff manager di PA Entertaiment, Tampak pemilik PA Entertaiment Philip Albertson menggandeng seorang pria yang di duga anak tunggal PA Entertaiment kedalam ruangan pribadinya.


Misteri Mansion PA Entertaiment, Tampak Mati diluar namun Subur Didalam


Setelah lama tak dihuni, Seorang yang bermain drone tampak melihat kehidupan di mansion yang terletak didalam desa. Dilantai tiga beberapa kali potret manusia setengah binatang di temukan dalam rekaman drone. Dalam 5 rekaman yang ada, tiga rekaman itu terlihat begitu jelas.

__ADS_1


***


__ADS_2