The Cursed Prince

The Cursed Prince
Chapter 38


__ADS_3

Suasana kampus tak ada yang berbeda, namun suasana hati Rei lebih ringan. Kepercayaan diri Rei naik berkali lipat. Ia tak akan berfikir panjang jika seseorang mengajaknya makan bersama dikantin dengan beralasan pergi keperpustakaan untuk menahan godaan makanan yang menguras kantongnya. Kampusnya masih sama hanya murid yang awalnya berisi 40 orang dalam satu ruangan kini berkurang 5 orang. Beberapa orang memilih keluar dari kampusnya karena berhasil bergabung dengan kampus elite idamannya. Rei memasuki kelas yang sudah cukup ramai. Ia tidak terlambat kali ini. Taxy mengantarnya walau rencana awal ia akan mengendarai bus.


“Hei, makin glowing aja” Ucap Rei menyapa gerombolan teman kampus yang berkumpul. Hanya sekedar menyapa dan Rei duduk dibangku kesukaannya. Bangku pojok dideret ketiga sebelah kanan. Selalu menjadi andalan. Dimana ia bisa bersandar dan tertidur dengan aman, sesekali ia memang mengantuk saat pelajaran.


Rei membuka ponselnya dan tiba-tiba ingatannya beralih pada mansion dimana ia meninggalkan Philip-tuannya- dengan satu cup mie instan alih-alih menu sarapan. Rei sedikit menyesali namun ia juga tak bisa melawan rasa lelah dan kantuk setelah begadang.


“Masak apa ya nanti pas balik” Gumam Rei memikirkan menu makan siang. Ia pun melihat jadwal kuliahnya.


“Tapi aku balik jam dua, dia pasti kelaparan” Rei menggigit bibirnya berfikir lama.


Sebuah pesan masuk dari Rio mengagetkannya. Semenjak pernikahannya Rei sering sekali mendapatkan pesan darinya.


Aku pindah jam 10


Dan lagi-lagi Rei tak membalas. Ia sedikit merasa kesal dengan sikap Rio yang terlihat mulai sedikit tidak peduli dengan adiknya. Bagaimana Philip dipindahkanpun Rio tak memberitahunya dan Philip memilih bungkam. Kisah menyedihkan memang sebaiknya disimpan rapat. Siapapun tidak suka dikasihani hanya karena kehidupan peliknya.


“Aku ga bisa masak, harus beli” Gumam Rei yang kini sibuk membuka layanan makanan online. Ia mencari tempat makan enak yang berada dekat kampusnya. Tak lama dosen masuk dengan segala pengantar materi yang dibawanya. Hari pertama perkuliahan memang kontrak kuliah. Beberapa dosen menskip materi dengan alasan bonus ataupun pemanasan dan beberapa dosen langsung mengejar materi. Rei mencatat semua dengan rapi. Ia akan menyukai kehidupan kampusnya.


***


Sepasang kekasih kini memandang pintu mansion saling terdiam dengan pikiran masing-masing.


“Aku tak berfikir ini benar” Ucap Reyna membawa koper 20 inchnya dengan beberapa tas travel yang berada dibawah kaki keduanya.


“Ayah yang minta” Jawab Rio meyakinkan istrinya.


“Aku seperti cinderela, aku tau aku bukan gadis yang menyedihkan namun tinggal di tempat sebesar istana, aku akan merasa sedikit aneh”Ucapnya lagi. Suaminya hanya tersenyum tipis dan mengajak istrinya masuk. Ayahnya memang yang meminta untuk mengisi mansion.


“Rei kuliah ya?” Tanya Reyna yang dibalas anggukan oleh Rio


“Kamar kita dilantai tiga” Ucap Rio menyeret koper dan travel bagnya. Begitupula dengan istrinya.


“Bahkan sebuah rumah ada liftnya” Ucap Reyna lagi.


“Kau akan segera terbiasa” Ucap Rio lagi mengacak lembut rambut istrinya.

__ADS_1


***


Philip memandang bosan laptop yang di nyalakannya. Ia merasa mudah bosan secara tiba-tiba. Camilan yang dibwakan Rei bahkan hanya tersisa satu potong roti dengan air mineral yang tinggal setengah.


“Membosankan sekali, padahal aku juga pernah mengurung diriku berbulan-bulan tanpa bosan” Gumam Philip


***


Perkuliahan telah selesai beberapa menit yang lalu, beberapa kini tengah berkumpul dengan kelompok tugas yang dibentuknya. Dosen member tugas kelompok presentasi diawal dan Rei menjadi kelompok dua yang harus mempersiapkan presentasi untuk minggu depan. Mahasiswa tak pernah tahu berapa kelompok yang akan maju presentasi sehingga mengharuskannya untuk mempersiapkan diri.


“Nanti materinya kumpulin ke aku maksimal jumat ya” Ucap perempuan mungil dengan jepit rambut disisi kanannya. Kelompok yang terdiridari empat orang itupun mengangguk.


“Karena kita jau-jauh rumahnya nanti kita bahasnya div call aja” Ujarnya lagi yang memang ditunjuk sebagai ketua kelompok


“Kalau ga disela-sela istirahat, aku bawa laptop terus kok” Rei tersenyum melihat kelompoknya. Ia sangat ingat dirinya selalu menjadi orang pertama yang menolak dengan alasan kuota mahal. Namun kini dirinya penasaran dengan diskusi online yang sering dilakukan teman-temannya.


“Ga ada masalah kan Rei?”Tanya temannya yang membuat Rei mengangguk


“Okey, santai” Jawab Rei dengan senyum ringannya. Rapat kecil itupun selesai dalam waktu sepuluh menit. Rei bergegas untuk mencari tempat makan yang telah dicarinya saat masuk kelas.


“Sekitar sini kan?” Gumam Rei bermonolog sambil mengamati sisi kanan kiri tempatnya. Rei tersenyum cerah melihat nama toko itu terpajang. Rei bergegas masuk dan memesan makanan.


***


“Kalian sudah datang” Sapa Rei dengan cengiran kudanya dibalas dengan senyum manis dari Reyna dan Rio. Rei merasa terasingkan dengan keberadaannya.


“Aku kekamar dulu” Ucap Rei menggerakan bahunya member kode tas beratnya.Rei melirik kanan kiri dan segera berlari menuju ruang bawah tanah dengan setengah berlari. Dilihatnya Philip sedang bermain game kartu yang ada dilaptop.


“Kenapa kau lari?” Tanya Philip sedikit terkejut dengan Rei yang menuruni tangga dengan cepat


“Mereka dah dating” Jawab Rei dan menyodorkan bungkusan makan berisi 3 porsi makanan. Satu porsi miliknya dan dua porsi milik tuannya.


“Semua menjadi semakin sulit bukan?” Tanya Philip yang dibalas anggukan oleh Rei


“Aku benar-benar makan gaji buta” Rei merasa tak enak hati

__ADS_1


“Makanlah, kau lapar bukan?” Ucap Rei membuka kotak nasi bento.


“Kuliahmu?” Tanya Philip


“Lancar, sangat lancar dan menyenangkan” Ucap Rei. Ia menceritakan jika dia pergi kekantin dan mentraktir teman-temannya untuk kali pertamanya. Ia jarang kekantin sebelumnya.


“Makanannya ternyata enak-enak, kirain kaya kantin SD yang isinya jajan ternyata engga” Jelas Rei panjang lebar yang dibalas Philip dengan seulas senyum.


“Aku ketempat service tadi, ternyata ponselmu tak tertolong” Ucap Rei dan mengembalikan ponselnya.


“Sudah kubilang tak perlu kau memaksa” Ucap Philip


“Kau main sosmed apa sekarang?” Tanya Rei penasaran, sedangkan Philip terdiam cukup lama


“Rahasia ya? Ya udah ga maksa ko” Ucap Rei dan bergegas mengambil tasnya.


“Mau pergi?”Tanya Philip merasa kesepian


“nanti mba Reyna curiga aku ilang, hehe” Ucap Rei dengan cengiran kudanya. Philip hanya mengangguk.


Rei dengan berhati-hati keluar dari ruang teramat rahasianya.


“Kau pindah saja keruang lemari itu berada” Ucap Philip sebelum Rei menghilang.


“Kubilang mas Rio dulu” Jawab Rei melambaikan tangannya.


***


Rei menghampiri sepasang kekasih yang kini sedang bersantai disofa.


“Rei sini” Panggil Reyna yang membuat Rei datang. Ia memang berniat hadir menampakan wajahnya walau sebentar.


“Gimana kuliahmu?” Tanya Reyna yang dibalas anggukan Rei


“Sangaaat lancar” Jawab Rei.

__ADS_1


“Mulai besok, bakal ada pekerja tambahan” Ucap Rio membuat Rei terkejut, membelalakan matanya tanpa sadar mendengar pernyataan Rio. Pekerja tambahan? Philip?


‘Apa lagi ini…???’


__ADS_2