
"Eung" Lengguhan serak khas bangun tidur. Philip mengerjapkan matanya menatap jam dinding. Sudah jam 06.00 Ia bersiap untuk mandi seperti biasa.
"AKU KEMBALI" Pekik Philip menatap tubuh di wastafel kamar mandinya. Ia bergegas keluar kamar mandi setelah memakai kembali kaosnya yang sempat ditanggalkan.
"Rei.. Rei.." panggil Philip tak sabaran mengetuk pintu kamarnya dengan kasar.
Ceklek
Suara pintu terbuka dan Philip langsung meraih tangan wanita yang masih setengah sadar itu. "Rei.. Lihat aku, aku kembali" Ujar Philip membuat dirinya sadar seketika. Matanya mengerjap memastikan yang dilihatnya bukan hanya ke fanaan.
"Kau benar benar kembali" Ucap Rei tak sadar melompat kesenangan. Kini keduanya berputar sembari meloncat dengan kekanakan saking gembiranya.
"Wajah tampanku kembali" Philip menghela nafas lega. Kegelisahannya hilang. Rei menatap pria didepannya penuh arti. Namun pikirannya kembali pada ucapan Rachel kemarin, memandang kosong daun pintu.
'Ku sarankan setelah ini kau mencari pekerjaan lain, karena pria disampingmu bukan pria yang bisa kau andalkan, dia akan segera mencampakanmu, percaya itu'
'Apa maksudnya?' Gumam Rei menggelengkan kepalanya. "Kau melamun?" tanya Philip mendongakan dagu Rei sehingga matanya saling berpandangan.
"Apa yang akan kau lakukan hari ini?" tanya Rei dengan lembut. Philip tersenyum tipis "Aku akan mengantarmu kekampus pagi ini" Ucapnya yang dibalas anggukan oleh Rei. Gugup. Itu yang kini dirasakan oleh Rei. Namun ia berusaha sekuat tenaga menahan diri untuk tetap tenang.
"Kalau gitu ku buat sarapan dulu" Ucap Rei melepas tangan yang masih menggenggamnya pelan. "Kalau gitu ayo buat bersama" Tarik Philip bersemangat namun Rei tak melangkah. Masih diam diposisinya.
"Kenapa?" tanya Philip memiringkan sedikit kepalanya. "Aku belum cuci muka" Keluh Rei yang membuat Philip melepaskan tangannya. "Aku terlalu semangat memulai hariku, kalau begitu kau cuci muka dulu" Ujar Philip dan bergegas ke dapur. Ia membasuh wajahnya di wastafel dapurnya. Membasahi wajah dan rambut depannya. Segar. Itu yang kini dirasakannya.
Philip duduk di kursi dapur menunggu Rei yang kini kembali dengan rambut yang diikat dengan bandana di kepalanya.
"Kita makan apa pagi ini?" tanya Philip dengan begitu antusias. Rei terkekeh kecil melihat perubahan sikap Philip. Ia menjadi banyak tanya dan begitu antusias.
__ADS_1
"Kau mau makan apa?" tanya Rei yang dibalas Philip tanpa pikir "Daging panggang dengan bumbu barbeque, pasta, aku juga ingin seafood" Rei menggelengkan kepalannya membuka dua bungkus mie instan di lemari dapurnya membuat Philip speechless dibuatnya. "Kita akan makan itu nanti malam" Ucap Rei merebus dua bungkus mie. Philip hanya tersenyum lesu. Tentu saja mereka belum belanja apapun.
Pagi itu mereka hanya sarapan mie instan yang memang selalu dimiliki Rei untuk pesediaan. "Setelah kau mengantarku apa yang kau lakukan?" tanya Rei membuat Philip sedikit berfikir.
"Entahlah, haruskah aku menemui ayahku?" tanya Philip dengan mata berbinar. Namun Rei menggelengkan kepala tidak setuju. "Kita baru diusir, jangan dulu temui, kau nikmati saja dulu harimu, jalan jalan" Usul Rei
"Aku ga punya temen, jalan jalan sendiri mana enak" Ucap Philip tak setuju dengan idenya. "Lalu kau akan dirumah terus?" Tanya Rei membuat Philip diam. "Aku akan berkeliling hari ini" putus Philip akhirnya. Mereka bergegas melanjutkan aktivitasnya. Kuliah Rei akan dimulai pukul 08.40.
Rei sudah rapi dalam balutan setelan kuliahnya. Ia menggendong tas kecilnya yang berisi notebook , powerbank dan ponselnya. Philip sudah siap dengan celana jeansnya, baju putih yang dimasukan dan topi hitam dengan ring diujung topinya.
"Aku kuliah naik bis, serius mau ikut?" tanya Rei yang kemudian membuat Philip ragu. "Naik taxi aja gimana?" Pinta Philip enggan berdesakan. Rei membuka ponselnya dan bergegas memesan taxi. Sepuluh menit menunggu taxi mereka datang. Philip bergegas menutup pintu gerbang rumahnya.
"Nanti siang makan dimana?" tanya Philip
"Aku makan dikampus"
Perjalanan menuju kampus memakan waktu hampir 20 menit dengan kecepatan sedang. Jalanan juga tampak padat karena sebagian memulai pekerjaan kantornya, terlihat beberapa pengendara motor mengenakan jas hitamnya.
Kini mereka menapakan kakinya di kampus, takkan ada yang mengenali Philip sebagai orang luar karena mereka memakai pakaian yang tak jauh berbeda. Style kuliah cenderung lebih bebas.
"Kau akan menunggu dimana?" tanya Rei saat sudah sampai didepan pintu kelasnya. "Kau jangan khawatirkan aku, kau fokus saja dengan kuliahmu" Ujar Philip meninggalkan Rei setelah mengacak rambutnya pelan membuat hati Rei berdebar.
"Itu siapa?" tanya Sherly yang memergoki keduanya dari ujung bangkunya. Rei tentu saja terkejut dan langsung membungkam mulut temannya. "Akukan hanya tanya"
"Pacarmu?" tebaknya membuat Rei bungkam merona. "Kenalkan aku" Pinta Sherly mengerlingkan matanya. "Aku takkan menikungmu, aku hanya sedikit penasaran" tambahnya lagi yang dibalas anggukan.
"Nanti dia makan siang denganku" jawab Rei yang membuat Sherly bersorak kegirangan.
__ADS_1
Philip berkeliling dikampus Rei. Dilihatnya beberapa mata meliriknya, mungkin karena topinya yang dipakai. Philip akhirnya menggantungkan topinya di celana jeansnya dan duduk di salah satu kursi kantin. Memainkan ponselnya memandangi orang-orang yang memesan makan. "Mereka menggunakan kartu untuk makan, harusnya Rei meninggalkan kartunya untukku" Ucap Philip membuatnya murung sampai beberapa orang wanita datang kemejanya.
"Boleh kami duduk disini? Tak ada kursi kosong lagi" Ucapnya yang membuat Philip menggeser tubuhnya. Beberapa mahasiswi itu terus menatap Philip dari atas kebawah. "Kau tak memesan apapun?" tanya salah satu wanita bergelombang.
"Kartuku ketinggalan" Jawab Philip cuek sampai salah satu menyodorkan kartunya. Ah tidak salah dua dari empat orang yang mengelilinginya.
"Kenapa kau bisa meninggalkan kartumu?" tanyanya lagi membuat Philip mengendikan bahunya. Philip enggan menerimanya. "Aku akan makan nanti" Ucap Philip dan bergegas pergi. "Wanita disini berbahaya" Ujar Philip dan kini memilih duduk di gazebo. Menatap bosan langit siang yang menyilaukan hingga tertidur tanpa sadar.
Angin berhembus menyejukan dari pohon pohon disekitar kampus. Wajar saja jika ia tertidur sampai sebuah dering ponselnya membangunkan. Rei. Philip tersenyum dan langsung mengangjatnya.
Philip : Hi ! Kau sudah selesai? Aku lapar
Rei : Kau belum makan?
Philip : Aku tak punya kartu
Rei : Dimana kau?
Philip : Gazebo
Rei : Aku tunggu di pintu kantin
Telponnya langsung terputus. Rei lebih berani sekarang. Alasan ia mematikan telepon sepihak karena ia pasti akan diminta menyusulnya. Rei berdiri lama disamping kantin dengan Sherly yang penasaran dengan orang dilihatnya.
"Ayo makan" Ucap Rei dan Sherly muncul dari belakang tubuh Rei. "Aku bawa teman" Ucap Rei melanjutkan yang dibalas anggukan oleh Philip.
"Namaku Sherly" Ujarnya memperkenalkan namanya sedangkan Philip haya menjabat tangan tanpa memperkenalkan namanya. Ada keraguan jika ia harus menyebut namanya yang sedang banyak diberitakan saat ini.
__ADS_1