
Rei bimbang dalam pikirannya. Memang tidak salah yang dipikirkan istri dari tuannya karena sejak awal bertemu memang Rei dikenalkan sebagai pacar dari tuan yang terkurung.
“Tapikan Philip jarang pulang, rasanya aku takut mba Rey berfikir aku akan menyelingkuhi mas Rio” Canda Rei yang tak sepenuhnya bercanda, ia memiliki ketakutan tersendiri. Terlebih omongan asisten yang mungkin saja akan didengar.
“Wah.. lancang sekali pikiran adik pungutku ini” Jawab Rio membuat istrinya mendelik dan mencubit suaminya
“mas jangan kasar” Pinta istrinya. Rio hanya tertawa geli.
“becanda sayang” Rio mengelus rambut istrinya membuat Rei berdehem melihat keromantisan sejenak
“Yaudah , kalau gitu aku boleh bawa bekal ga? Buat makan siang” Pinta Rei mengerjapkan matanya pada tuannya yang dibalas anggukan.
“bawa aja,ntar kalau kurang biar kuminta bantuan maid lain untuk menambah lauk” Reyna menjawab membuat Rei menggelengkan kepalanya cepat, menolak pendapat Reyna.
“aku bisa masak kok” Jawab Rei tanpa ragu.
“jangan canggung ya, bagaimanapun juga kita bakal jadi saudara” Ucapnya membuat Rei terkekeh geli.
'Saudara? aku dengan Philip?' Rei menertawakan pikirannya.
“iya mba” Jawab Rei akhirnya dan bergegas ke dapur untuk membuat beberapa camilan tambahan. Tanpa Rei sadari dia bersiul senang. Suasana hatinya sangat baik sekarang
'Sarapan aman' Batin Rei menggoreng beberapa makanan cepat saji. Ia tak bisa membuat masakan yang memakan waktu lebih lama atau akan terlambat ke kelas.
***
Rei kembali kekamarnya dan mengunci pintu kamarnya, sedikit berlari menuju ruangan Philip karena begitu senang.
“Tadaaaa, aku bawakan makanan” Rei setengah berlari memghampiri Philip yang kembali tidur membuat Philip bergegas bangun karena terkejut.
"Bangunlah, jangan terlalu sering tidur" Pinta Rei
“Ah terimakasih” Philip menerima menu sarapan paginya.
__ADS_1
“bagaimana bisa?” Tanya Philip
“Aku bilang untuk bekal, tapi Philip begini… meskipun kau tak keluar rumah bukankah kau harus mandi?” Rei menyilangkan tangannya di perut ratanya.
“Aku juga ingin mandi tapi bagaimana aku mencuci pakaianku ? maksudku untuk kujemur” Rei merosot mendengar jawaban tuannya matanya sedikit berkaca.
“Aish!” Dengan cepat Rei mengelap matanya yang berair.
“aku minta maaf, aku benar-benar tak kepikiran, apa aku menyakiti perasaanmu? Aku sungguh minta maaf, aku tak berfikir jauh” Rei menatap tuannya iba membuat Philip mendengus kesal. Tentu saja tak ada orang yang ingin ditatap kasihan seperti dirinya serendah apapun keadannya.
"Aku baik-baik saja, tak perlu mengasihaniku" Jawab Philip membuat Rei sadar jika ia melakukan kesalahan lagi. Rei menjadi serba salah.
“jadi bagaimana?” tanya Philip membuat Rei berfikir sejenak. Ia memutar otaknya agar bekerja lebih keras.
“Kau tunggu sebentar” Rei bergegas kekamar lagi dan membawa tas totebag yang cukup besar.
“Pakai ini” Ucap Rei membuka tasnya lebar-lebar.
"Nanti pakaian kotormu taroh sini, nanti kubawa ke tempat laundry" Jelas Rei lagi membuat Philip mengangguk paham.
“ga papa, santai aja, aku bisa jujur tentang pekerjaanku" Ucap Rei lagi.
"Tapi tidak sekarang, jam kuliahku sebentar lagi" Rei menunjuk jam alarm yang ada di atas ranjang membuat Philip mengangguk paham.
***
Ctak Ctak
Bunyi pulpen Rei yang dimainkan, matanya fokus pada layar yang menampilkan materi sedangkan pikirannya melayang ke pekerjaannya. Ucapan dosennya bahkan tak terdengar. Pelajaran minggu ini masih seputar tentang kontrak kuliah. Rei masih bisa bersantai, Selagi ia taat aturan tidak sulit untuk mendapatkan nilai minimal B.
“Rei pulang ini,main yuk” Ajak tasya teman sejurusannya.
“Kemana?” Tanya Rei antusias, sudah lama ia ingin jalan-jalan
__ADS_1
“Karaoke” Jawabnya lagi
“Lagi galau ya?" tebak Rei yang dibalas anggukan kecil
Karaoke? Tempat terbaik karaoke ada di mall, itu yang dia dengar, ia akan sekalian membeli pakaian dan makan malam untuk tuannya.
Rei mengitari beberapa pakaian kaos lengan panjang, lengan pendek, hoodie semua terlihat menarik dimatanya. Ia mengambil beberapa tanpa berfikir. Toh jika kurang ia masih bisa meniggunakan kartu kreditnya.
3 kaos pendek, 1 kaos panjang dengan hoodie, 3 celana panjang dan 2 kotak dlaman dibelinya. membuatnya membawa 2 kantong paper bag.
***
Rei kini merasa tak memiliki batas. Sepulang kuliah ia tak langsung membaringkan tubuhnya dikasurnya, melainkan dengan santai masuk keruangan Philip. Selalu seperti itu.
"Aku pulang" Seru Rei masih menggendong tasnya.
“Kenapa kau lebih sering kesini sekarang” Tanya Philip kesal, karena privasinya sedikit terganggu.
“Kau kesepian bukan?” tanya Rei polos, matanya mengerjap lucu
“Memang, tapi kau juga tahu aku laki-laki, setidaknya ketuk pintu dulu" Pinta Philip yang dibalas anggukan oleh Rei.
"Tadaaa, aku beli pakaian" Rei membongkar belanjaannya yang dijejalkan dalam tasnya.
"Aku tak tahu pasti ukuranmu, jadi ku ambil sembarang" Ucap Rei menelentangkan kaos panjang yang di belinya.
"baguskan?" Rei meminta pendapat. Philip hanya mengangguk.
"Kau sudah mandi, mana pakaianmu?" tanya Rei saat menyadari Philip sudah mengganti pakaiannya.
"Ada diatas" Jawab Philip sekenanya dan melipat pakaian yang telah di bongkar.
"Aku juga beli makan" Rei menyodorkan makan malam untuk Philip. Philip menerimanya dengan sedikit segan. Hidupnya terasa sangat menyedihkan. Ia kehilangan sifat angkuh yang biasa ditunjukan untuk menguatkannya.
__ADS_1
"Kau istirahatlah" Pinta Philip mengusir halus, Rei menurut tanpa curiga.
'Ini terlalu kejam' Batin Philip menangis dengan menahan isaknya.