The Cursed Prince

The Cursed Prince
Episode 60


__ADS_3

Ruko dua


lantai yang terlihat minimalis dari luar itu justru lenggang di dalamnya,


beragam jenis pakaian menyapanya, sangat berwarna dan begitu ceria. Tak heran


jika Rachel datang dengan tampilan modisnya. Tangga penghubung lantai dasar


dengan lantai diatasnya di hiasi ukiran cantik sebagai pegangannya.


"Bagus


yah" Puji Rei saat menapaki kakinya pada anak tangga selangkah demi


selangkah. Philip bungkam, enggan menjawab. Ia masih begitu kesal dengan wanita


yang membuatnya menderita selama tujuh tahun. Bahkan kemarin


mengerjainya.


"Kalian


sudah datang?" Sapa Rachel dengan pita pengukuran yang dikalungkan dengan


lehernya, ia tengah berdiri di depan manekin, sebuah gaun terpasang begitu


cantik. "Cantik sekali, ini buatan mbak?" tanya Rei terkagum, Rachel


hanya mengangguk kecil.


"Hasil


karyaku selalu bagus namun aku tak punya model yang cocok untuk memakai


karyaku" Ujarnya dengan nada sedih, "Jadi aku minta tolong ke kalian,


jadi model untuk tokoku” Rachel meletakan pita pengukurnya dan membuka


pintu yang ada masih dalam ruangan yang sama.


“Aku juga

__ADS_1


ga punya studio foto yang bagus, jadi aku minta bantuan kalian untuk jadi


model, terlebih kau Tuan Muda Philip Anderson,”


“Kau sudah


menandatangani kontrak kerja sama denganku kemarin” Rachel menunjukan kontrak


yang kini sudah rapi berbingkai diatas kursi kebesarannya.


“Picik sekali” Ucap Philip tersenyum miring. Ia melirik


studio foto yang tidak terlalu besar.


“Duduklah,” Rachel mempersilahkan keduanya, Rachel keluar


dari ruangannya dan kembali dengan minuman dingin ditangannya.


“Kau bekerja sendiri?” Tanya Rei penasaran, Rachel membalas


dengan anggukan kecilnya. “Aku masih merintis karir setelah menjadi single


parent”


wanita sepertimu?” Ledek Philip yang sangat kesal namun Rachel mampu membuat suasana


menjadi begitu dingin.


“Dia sudah meninggal, kecelakaan waktu kerja,” Jawab Rachel


dengan tenang. Namun Rei merasa bersalah karena Philip yang tak bisa menjaga


ucapannnya, Philip sendiri menegang.


“Kalian tunggu disini ya, aku harus menjemput anakku dulu”


Ucap Rachel meraih tas selempangnya dan pergi. Rei mendelik melihat Philip yang


mengendikan bahunya.


“Jangan salahkan aku” Philip tak terima disalahkan, namun Rei

__ADS_1


menunduk sedih, menjadi single parent diusia muda. “Setiap orang punya perihnya


masing-masing, dan akan semakin bijak jika kau bisa mengambil nilai positivenya”


Bijak Rei. Ia juga memiliki kehidupan perih namun ia memilih untuk membuang


rasa perihnya.


“Aku akan lebih berhati-hati” Ujar Philip akhirnya, Rei


tersenyum tipis, pria didepannya mau menuruti nasihatnya. “Bagaimana bisa dia


bekerja seorang diri dengan tempat sebesar ini” Rei kembali berkeliling.


Mengamati jahitan rapih dalam setiap gaun yang disentuhnya.


Rachel kembali setelah dua puluh menit dengan anaknya yang


terlihat masih kecil. “Wah, menggemaskan sekali, umur berapa tahun?” Tanya Rei


menatap gadis mungil dalam seragam dan tas dipunggungnya, rambutnya dikuncir


dua dengan pipi chubby membuatnya semakin menggemaskan.


“Empat tahun” Jawab Rachel, “Kenalin ini paman Philip dan


tante Rei” Rachel mengenalkan dua orang tamunya pada anaknya. “Nama adek siapa?”


Tanya Rei membungkuk menyejajarkan tubuhnya.


“Lia” jawabnya, Marchelia Sasikirana. Putri dari Marxel dan


Rachel. Lia mundur bersembunyi dibalik punggung ibuya, malu. Tingkah menggemaskan


dari seorang anak ketika bertemu dengan orang baru.


“Kau menikah sangat muda,” Ucap Rei mengacungkan jempolnya,


takjub. Ia selalu kagum dengan perempuan yang bisa merelakan masa mudanya dengan


menikah.

__ADS_1


“Jadi apa yang harus aku lakukan disini” Philip menyudahi basa basinya.


__ADS_2