
" Dokter Xena kenapa kau telat nak... " sambut istri dari dr. fajar .
" Maaf nyonya, tadi sedikit kerjaan di RS yang harus Xena kerjakan.. " jawab nya sambil membungkuk kan tubuh nya ke depan
Nyonya fajar tersenyum mendengar jawaban dari Xena. Karena Xena adalah anak perempuan yang kuat dan royal dalam bekerja, tak salah suami nya merekrut ia sebagai dokter di RS tersebut.
" ngomong ngomong kamu cantik sekali " ucap nyonya fajar sambil melihat dari atas sampai kebawah tubuh Xena.
Xena tampil dengan balutan pakaian berkiaskan santai elegan. Dengan atasan blues tutu hitam berlengan dan dengan rok panjang sebetis , tetap pada jalur sopan dan tertutup.
Baju yang biasa tapi menjadi tampak cantik sekali ketika ia pakai.
Rambut yang di gerai lepas , dengan sedikit poni di depan nya.. sangat cantik dan manis.
Ben tak lepas menatap gadis cantik yang sedari tadi sudah mengganggu penglihatan nya.
Ryan yang menyadari nya langsung mencari tahu arah pandangan mata Ben tersebut.
Ryan juga sempat di buat terkesima dan juga kaget pasti nya. Ya.. wanita yang selama ini dicari oleh boss juga sahabat nya ada di depan mata.
"Di diaaa kan Xena Ben..." membulatkan mata nya seolah tak percaya.." kenapa dia ada disini "
" mungkin dia salah satu dokter di RS Rio.. " jawab ben dingin.
"haa.. iya Rio..wah tapi dia berbeda kali ini Ben, cantik sekali.. " ucap Ryan berbinar.
Kenapa ia cantik tanpa memakai gaun pesta sekalipun, ahh shiittt apa yang ku fikirkan .
__ADS_1
hati Ben gusar dan bertanya tanya..
30 menit sudah berlalu..
Kini Ben, Rio, Ryan, Xena dan dr. fajar sudah berada 1 meja . Sementara istri dr. fajar menemani para tamu.
Ben yang cuek, terkadang melihat ke arah Xena sambil menjawab pertanyaan dr. fajar.
Ryan yang sibuk dengan makanan dan minuman nya. sementara Rio sedari tadi sibuk beramah tamah dengan Xena.
Ben yakin Rio menutupi nya dari nya dan Ryan, sesekali tatapan tajam menjurus ke arah Rio.
Dr. fajar pamit sebentar ingin menyapa tamu dan menemani istri nya. Jadi tampak lah tinggal mereka berempat saja di meja itu.
Xena yang sedari tadi banyak diam nya karena merasa tidak nyaman dengan keadaan saat ini.
Dia faham betul siapa ketiga laki laki yang berada di depan nya saat ini.
Ia juga sadar akan tatapan dari laki laki yang bernama tuan Ben tersebut.
Menghela nafas dan menggaruk tungkak leher belakang nya.
" Seperti nya Kita pernah bertemu bukan dokter Xena.. " tanya Ben dengan tetap menatap nya sinis.
" ah iya kah.. saya bahkan tidak lupa tuan Ben " jawab Xena yang juga menatap balik mata Ben
" hahaha bagus sekali jika anda tidak lupa " terang Ben dengan sorot mata yang tambah tajam.
Ryan dan Rio menatap kedua nya ,
" apa kabar dr. Xena.. sudah banyak perubahan dari terakhir kita bertemu .. " ucap Ryan memecahkan suasana mencekam yang sedari tadi di ciptakan oleh Ben dan Xena.
__ADS_1
" pasti, Tuan Ryan, Setiap manusia wajib melakukan perubahan dalam hidup nya bukan " tegas Xena.
" hahaha iya itu benar, bahkan saya tidak sangka jika ternyata saat ini anda seorang dokter " ujar Ben.
" cih.. anda ini terlalu menyepelekan saya tuan Ben " tegas Xena.
" haha karena yang saya tahu dulu anda seorang OB di kantor ku dan pelayan di bar "
Ben meledek sinis nya
" hahaha kau benar tuan, saya juga sampai saat ini tidak percaya jika seorang CEO seperti anda mempunyai selera rendahan bermain dengan para pelayan bar.. " jawab Xena dengan senyuman tipis nya.
" apa kau bilang... berani kau.. " Ben tersulut emosi
" apa!!!.. " Xena juga tak kalah emosi
" ah sudah sudah apa yang kalian lakukan, jangan rusak acara ini dengan sikap kalian.. " Rio pun menimpali rasa emosi mereka berdua.
Ben mengambil minuman dan meminum nya dengan rasa kesal, ia tidak sangka wanita yang selama ini ia cari selalu membuat seorang Ben kesal dan emosi.
Sementara Xena mengalihkan pandangan nya ke HP yang ia pegang.
" Maaf tuan Ryan dan dokter Rio saya harus permisi duluan, karena ada info tuk kembali ke RS ada pasien.. " Xena berdiri dari kursi nya dan berpamitan dengan kedua orang tersebut lalu segera menuju ke dr. fajar dan istri.
" asshhh bahkan ia semakin sombong , liat dia tak berpamitan dengan ku.. " gerutu nya ke Ryan.
Ryan yang hanya melihat gelagat Ben seperti itu hanya diam saja dan menggeleng geleng kan kepala nya.
" Ayo kita pulang.. " titah nya ke Ryan
Ryan berdiri dan berjalan mengikuti Ben di belakang nya.. lalu Ben berhenti sejenak melihat ke arah Rio yang sedari tadi diam tanpa expresi.
__ADS_1
" aaa... yo, lo masih ada hutang penjelasan ke gw.. " sambil langsung berjalan dan pergi.
Rio pun tersenyum stelah kedua sahabat nya pergi. Entah apa yang ia pikirkan...