
Makanan sudah tertata di meja makan kediaman cakraguna. Tampak risa duduk bersama Xena yang sudah datang dari 10 menit yang lalu.
Sementara rita masih terlihat sibuk di dapur mempersiapkan buah potong nya.
Tak lama ben pun tampak sudah datang dan duduk di meja makan nya.
Ben duduk tepat di depan Xena. Xena hanya diam tak menatap ben sedari ben muncul.
Ia hanya sibuk dengan risa dan rita, juga makanannya.
Setelah berkutat dengan makanan mereka satu persatu pergi untuk beristirahat.
Ben masuk ke kamar nya yang telah duluan di masuki oleh Xena.
Xena yang sedang duduk di sofa dengan ponsel di tangan nya tak menyadari jika ben sudah di depan nya.
" apa ini juga bagian rencanamu? " tanya ben yang membuat Xena terkejut. Ia langsung mengangkat wajah nya dan melihat ke arah ben.
" maaf, aku gak faham.. "
" hah... berapa kali aku bilang ke kamu, hubungan kita hanya sekedar di mulut, hanya sekedar di altar tidak lebih, jadi kau jangan berharap lebih pada ku.. " tegas nya
" aku mengerti... "
" bagus,... dan jangan kau harapkan aku akan mendaftarkan pernikahan kita , itu tidak akan terjadi. Kau tau? karena aku mau ketika kita bercerai tidak ada urusan dengan persidangan..! "
__ADS_1
Xena hanya diam tak menjawab bahkan merespon ucapan dari ben.
" Dan aku mau kau yang meminta nya, " ucapnya lagi
" kenapa harus aku? kenapa tidak kau saja " ucap nya ke ben dan menatap wajah ben
" harus kau! ..karena aku yang menyetujui pernikahan gila ini demi adik ku dan kau yang menolak nya , jadi untuk perceraiannya harus kau yang meminta nya. agar adikku tidak salah faham dengan perceraian kita nanti .. " kata ben
" kau licik sekali Tuan... bahkan kau tak ingin terlihat buruk di depan keluarga mu..tapi baiklah, bagaimana jika hari ini kita bercerai" jawab Xena
Ben menyerngitkan alis nya.. dan tertawa pelan
" kau ternyata lebih licik dari ku dokter Xena , kau sengaja ingin membuat keluarga ku membenci ku? kau sengaja ingin membuat adikku kolep? sabar.. kita tunggu sampai risa selesai terapi nya.. dan selagi masa menunggu mari kita buat kesepakatan.. " jelas ben
" kesepakatan apa.. "
Ben memandangi wajah Xena yang masih terlihat kesal.
" oke.. " ujar Xena singkat dan datar
"oya.. dalam perceraian nanti, kau akan ku berikan kompensasi uang 1milyar.."
" aku tidak butuh itu tuan ben " pungkas Xena
Ben pun berdiri lalu tertawa pelan
" bukan kah itu tujuan mu menikah dengan ku, uang bukan? aku tau kau memiliki hutang 300juta untuk kuliah mu dulu maka kau buat rencana seperti ini kan? atau mama sudah memberi mu uang? " tanya ben " jika tidak,maka aku rasa uang dariku itu cukup untuk melunasi hutang dan membuat hidupmu lebih baik di kemudian hari nanti .. "
__ADS_1
Xena mulai jengah dengan perkataan ben, tapi ia tak akan mengomentari setiap perkataan dari ben ia merasa tidak perlu tuk menjelaskan kepada orang yang memang membenci kita bahwa kita itu baik dan tak salah. Karna apapun yang kita ucapkan akan salah dan tak benar di mata orang yang membenci kita.
Xena berjalan menuju ranjang yang berukuran king size itu.
" jangan tidur disini, aku tidak mau kita satu ranjang, kita hanya boleh satu kamar, tapi kau..terserah tidur dimana aku tidak peduli, kau faham? " terang nya
Xena tak menyauti perkataan ben lagi ia mengambil bantal dan langsung menuju sofa lalu merebahkan diri di sofa tersebut..
sabar Xena, dia bukan jodoh mu...
belum tentu orang yang kita cintai akan menjadi jodoh kita.. Xena bertahan lah hanya demi risa dan mama.. gumam nya menyemangati dirinya sendiri.
Xena menghela nafas panjang dan mulai menutup matanya.
Ben yang melihat Xena dari ranjang pun tersenyum penuh kemenangan.
Kau akan nikmati hari hari mu di mulai dari sekarang, kau sudah menganggu ku dari awal kita bertemu maka ku pasti kan sebelum kau memohon cerai dari ku maka kau harus merasakan penderitaan sedikit dari ku..
ucap nya dalam hati..
.
.
.
.
__ADS_1
.