The Doctor Love Story, AKU PERGI

The Doctor Love Story, AKU PERGI
YOU TEASE ME


__ADS_3

Xena mendatangi Ben yang sedari tadi sibuk menghapus coretan ni wajah nya sambil mengomel. Ia menghapus wajah nya dengan kasar sampai kulit wajah nya memerah.


" Sini aku bantu.. " ucap nya yang sudah ada di samping tubuh Ben.


Ben menoleh nya lalu mendongak kan tubuh nya melihat wajah xena yang tengah berdiri sambil memegang sesuatu.


" Tidak usah.. berikan saja padaku biar aku kerjakan sendiri.. " Jawab Ben


" Jangan sombong bisa tidak sih?" tanpa memperdulikan apa kata Ben ia pun langsung membungkuk kan tubuh nya dan mulai mengusap wajah Ben dengan lembut.


Ben terpaku dan terperanjat ketika ia merasakan sentuhan dari jari xena.


" kita ini manusia membutuhkan bantuan dari orang lain, jadi jangan bersikap seperti ini lagi." sambil xena terus mengusap kening Ben dengan kapas yang sudah di olesi minyak zaitun.


" Ya ampun kau bisa membuat kulit mu luka , lipstik itu cara pembersihan nya bukan dengan air atau dengan alkohol wajah, tapi harus dengan minyak , "


Xena terus berbicara sambil tangan nya tetap mengusap usap wajah Ben.


" mana ku tau " ucap nya pelan


" maka nya bertanya tuan Ben Adam.. "


Di olesan terakhir Xena mengambil pelembab kulit dan mengoles pelan di area wajah ben, untuk membuat cairan minyak nya hilang dan menghilangkan warna merah yang ada di kulit wajah nya Ben akibat ia usap tadi.


" oke.. selesai .. " xena tersenyum dan mulai meraih kapas kapas yang kotor akibat wajah Ben.


Tapi tangan nya langsung di pegang oleh Ben.

__ADS_1


Ben menatap wajah xena dengan lekat, jantung Xena berdebar kuat, ia tak sanggup menatap wajah Ben. ia mengalihkan pandangan nya ke samping.


" Xena.. terimakasih, ini biar aku yang bersihkan " ucap nya pelan ke Xena dan memungut kapas kapas tersebut


Xena tak bersuara ia masih syok dengan kejadian tadi, baru kali ini Ben memegang tangan nya dengan lembut dan suara yang manis. Xena memegang dada nya dengan tangan kanan nya. Senyum pun terukir di bibir nya.


Xena berjalan ke arah sofa nya dan langsung membenamkan tubuh nya di bawah selimut.


Sementara Ben, ia juga merasakan hal yang sama jantung nya berdebar saat iya bersentuhan dengan Xena.


Lelah ia memikirkan jantung nya ia pun terhanyut dalam tidur nya.


...


Pagi ini Xena bangun seperti biasa nya. Ia lebih duluan mandi di saat Ben sedang tertidur lelap.


Ia keluar dari kamar mandinya dengan menggunakan bathrobe .



Ia melirik ke arah Ben yang masih tertidur, dan ia memungut botol lotion tersebut dan meletakkan nya di atas meja rias kembali.


" Kau sedang apa " ucap ben pelan tepat di belakang nya dengan suara serak nya.


Tanpa xena sadari Ben ternyata terbangun akibat suara benda terjatuh.


" eh..? aa..kau sudah bangun kapan kau bangun? ini masih jam 5 pagi " tanya xena gugup, pacu jantung nya mulai bermain.

__ADS_1


" emmm... kau terlalu berisik sampai aku terbangun... " kata ben


" oh.. maaf kan aku , tidurlah kembali " ucap xena sambil berjalan ke arah kamar mandi kembali dengan pakaian ganti nya yang ada di tangan nya.


Tapi Ben malah meraih tangan nya dan itu membuat xena terhenti.


" Jika mau berjalan hidup kan lampu nya, agar kau tidak menyenggol barang barang kembali, bahkan kau bisa terjatuh nanti " ucap Ben sambil menghidupkan lampu dengan tetap memegang tangan xena


Kamar itu pun menjadi terang, Dan Ben bisa melihat xena dengan jelas,.


Desiran di dada Ben membuat nya terpaku karena tampilan xena seperti itu, Rambut yang masih sedikit basah, wajah nya yang putih tanpa make up, dan tubuh nya yang hanya di tutupi oleh bathrobe membuat xena pagi itu sangat xena seksi di mata siapapun yang melihat nya...


" kau kau.. kau mau apa.. " ucap xena terbata bata ketika melihat Ben yang maju mendekati nya.


Ben tetap maju dan jarak mereka saat ini sangat dekat sekali, Ben menutup mata nya pelan dan ia mencium aroma vanilla di tubuh xena.


" You tease me..hah? " ucap ben sambil tangan kirinya memegang rambut xena yang setengah basah itu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2