
Seminggu telah berlalu tak ada yang berbeda dari kegiatan yang di lakukan Xena. ia tetap pada posisi nya seorang dokter bedah yang terbaik di RS nya.
Siang itu Xena tampak sedang menikmati makan siang nya di taman RS. Menghirup udara dari celah celah ranting pepohonan.
Rio yang sedari tadi melihat nya pun mendekati Xena .
" dokter Xena kau sedang apa sendirian disini.. " suara Rio mengejutkan lamunan Xena.
" aa.. dokter Rio.. aku sedang mencari angin segar saja.. " jawab nya
" Bisakah kau jangan panggil aku dengan sebutan dokter, mungkin lebih santai jika kau memanggilku sayang.. " ucap Rio sambil tersenyum manja
" haha dokter Rio ada ada saja.. emm bagaimana jika aku panggil kak Rio.. bukan kah usia ku lebih muda dari dokter Rio..? " kembali dengan senyum manis nya ia sambil menjawab.
.
" lumayan.. bisa ku Terima Xena.. "
" kak Rio sedekat apa dengan Tuan Ben.. " Xena tanpa basa basi bertanya kepada Rio tentang Ben.
" kenapa kau mau tau tentang dia.. " ucap Rio penasaran
" ah tidak.. aku hanya mau tahu saja, karena ... karena .. " diam tampak berfikir.. " ya karna aku lihat dimana ada dia terkadang ada kak Rio.. "
" hehe.. ya ya bisa di Terima alasan mu itu.. "
__ADS_1
Mereka pun terlihat semakin akrab setelah panggilan yang telah di gantikan tersebut. Rio menceritakan tentang persahabatan nya dengan Ben dan ryan. Sesekali mereka tertawa dengan cerita cerita Rio tentang masa sekolah dulu.
Setelah jam makan siang nya selesai Xena kembali ke ruangan nya begitu juga Rio.
" mbak fei.. apa kah satu jam kedepan ada jadwal untuk ku.. " tanya Xena kepada asisten nya
" 2 jam dari ini kosong dok, kemungkinan ada jadwal brifing di jam 8 malam untuk operasi jam 10 nanti malam dok . " jawab fei
" Baiklah jika begitu, mbak saya mau keluar sebentar, jika ada hal penting tolong mbak kabari saya ya... " ucap nya ke fei sang asisten nya.
" siap dok.. "
Xena pun menanggalkan atribut kedokteran nya dan segera menuju lobby RS untuk menunggu taksi.
Xena memang tidak memiliki mobil selayaknya dokter lain yang memiliki fasilitas lengkap.
Taksi sudah datang dan Xena pun langsung masuk dan mengarahkan ke supir ke Kantor Cakraguna copr.
" ke Cakraguna copr ya pak.. " perintah nya ke supir taksi
" baik mbak.. " ..
20 menit pun telah berlalu dan ia sudah terlihat berada di depan lobby kantor Cakraguna copr.
Ada karaguan antara maju atau mundur pergi dari kantor ini.
Ia ingat terakhir kali ia di kantor ini ia di perlakukan tidak baik.
__ADS_1
Xena menghela nafas dengan kasar sambil tangan nya memegang dada nya.
" selamat siang nona.. ada yang bisa saya bantu.. " tanya resepsionis
" saya ingin berjumpa dengan Tuan Ben.. " jawab Xena
" apakah nona sudah buat janji? "
" emm.. belum.. " jawab nya dengan lemas
dalam fikiran nya sangat susah ingin bertemu CEO di kantor ini.
Terlihat resepsionis tersebut menelpon seseorang yang adalah sekretaris dari CEO.
Tak lama kemudian..
" Nona silahkan tunggu di ruang tunggu lantai 10 " ucap resepsionis.
Xena pun berjalan menuju lift dan mengarahkan tombol ke lantai 10 .
TING....
Lift terbuka dan Xena langsung keluar.. menyusuri lorong di lantai 10 tersebut..
Ia berjalan dengan wajah menunduk tanpa ia sadari ternyata ia beradu jalan dengan orang yang ia cari..
__ADS_1
Pandangan mereka bertemu dan saling bertatapan .. Xena menghentikan langkahnya begitu juga Ben..