The Doctor Love Story, AKU PERGI

The Doctor Love Story, AKU PERGI
DOUBLE FAMILY


__ADS_3

Dikantor Rai Internasional Company (RIC).


Siang ini kriss tak fokus untuk menjalani meeting rutin keuangan di perusahaan nya RIC.


Wajah nya termenung dan penuh dengan beban.


Aska yang belum juga ada kabar dan Istrinya yang depresi karena aska di culik..



Vino mengetahui sikap dari tuannya itu, jadi dalam rapat itu Vino yang banyak mengambil peranan.


Setelah rapat selesai, kriss kembali ke ruangan nya...


" Tuan ada kabar dari heri di negara X.. " ucap Vino sambil mengarahkan video yang ada di komputer nya ke arah Kriss.


" ini video tadi pagi, dari Mansion tuan ben.. "


Vino menjelaskan dengan nya dengan teliti dan tampak dalam video itu bahwa ada aska yang tengah berdiri di salah satu balkon Mansion itu.


" Ben... apa mau mu.. ? "


" Tuan apa segera kita kesana.. " tanya Vino


" ya..! siap kan jet pribadi kita Vino.. "


Vino langsung segera bergegas pamit untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk keberangkatan mereka menuju negara x.


Dan Kriss langsung menelpon Xena,


Call on :


" sayang aku akan ke negara x... untuk menjemput aska.. kau di sini saja "


" apa aku tak boleh ikut? "


" jangan sayang, kau tetap lah di Mansion jangan kemana mana, atau kau menginap lah di rumah om jay dulu sementara selagi aku tak ada "


" baiklah.. sayang "


Call off .


Setelah mendapat telpon dari kriss Xena langsung menyiapkan pakaian untuk kriss bawa pergi. Tak lama kriss sampai di Mansion nya untuk mengambil pakaian nya dan berpamitan langsung dengan istrinya itu .


Selanjutnya ia mengantarkan Xena ke rumah om jay dan windi istrinya. Disana ia bilang tentang ke adaan yang sebenarnya, yang saat ini di alami oleh nya.


Sempat sesaat om jay dan istrinya marah dengan kriss karena tak mengabari langsung kejadian yang menimpa aska.


Kriss beranggapan saat ini lah waktu yang pas untuk memberi tahu kan om jay nya tentang aska agar om jay nya bisa menjaga dan mengawasi xena saat ia tak ada.


Dinegara X.


Malam sudah menunjukkan pukul 10 , namun aska belum bisa memejamkan mata nya.


Ia merindukan mommy dan daddy nya. Biasa nya sebelum ia tidur mommy nya selalu memeluk nya dan bercerita tentang hal hal yang menakjubkan kelak saat orang sudah dewasa.


Aska tampak keluar dari kamar, ia berjalan menyusuri ruangan di mansion itu. Tanpa ia tahu ada sepasang mata yang memperhatikan nya.


" kenapa kau belum tidur? "



suara itu mengagetkan aska yang tengah berjalan. Dan aska menoleh ke arah sumber suara.


" aku takut sendirian paman.. dan aku rindu mommy ku .. "


" oh.. kemarilah.. ikut dengan ku "


Aska tak mau jadi anak yang pembangkang ia pun mengikuti ben ke kamar. Ia tak mau jika ia melawan perkataan ben maka ia akan di kurung dan ia takut tak bisa berjumpa dengan daddy dan mommy nya lagi. Saat ini dalam fikiran aska ia harus menjadi anak yang baik yang menuruti perkataan dari pada ben, paman asing yang telah menculik nya.


Aska langsung naik ke ranjang dan tidur di sebelah ben.


" paman... apa aku boleh bertanya..? "


Ben yang saat ini sedang tidur membelakangi aska tak menjawab pertanyaan itu ia hanya diam sambil memejamkan mata nya.


" paman.. apa kau sudah langsung tertidur? huh..kenapa orang dewasa cepat sekali tertidur... "


" ini sudah malam kau tidur lah... " jawab ben sambil tetap dalam mode tidur nya


__ADS_1


" tapi aku belum mengantuk paman .. "


Ben lalu membuka mata nya dan duduk di atas ranjang tersebut. Ia menatap wajah aska dan aska tak berani menatap nya ia tertunduk.


" baiklah aku ladeni kau malam ini... tapi ada syaratnya, "


" apa syarat nya paman.. " tanya aska polos


" kau harus memanggilku daddy.. " jawab ben yang masih menatap nya


Aska tak langsung menjawab nya ia terlihat berfikir dalam diam nya itu.


Maafkan aska daddy, aku menghianati mu.. aku janji ini hanya sebentar dan ini sandiwara.


" kau tak mau? baiklah mari tidur... " ben pun tampak ingin merebahkan tubuh nya kembali ke ranjang.


" paman.. aku mau.. tapi aku juga ada beberapa persyaratan untuk mu.. "


" katakan.. "


" emm.. yang pertama, aku tak akan memanggilmu daddy tapi papi, yang kedua kau harus menjawab setiap pertanyaanku.. dan yang ketiga aku mau kau berikan aku ponsel, " terang aska..


Ben tampak tersenyum mendengar nya...


" kenapa kau tak mau memanggil ku daddy? "


" karena aku sudah ada daddy, tapi aku tak ada Papi... " jawab nya cepat


" lalu kenapa aku harus menjawab semua pertanyaan mu.. "


" karena kau bilang aku anak mu... "


" hahahaha... kau anak yang pintar aska.. " ben pun tertawa lepas mendengar penjelasan aska


" lalu untuk apa ponsel "


" aku bosan, aku ingin bermain game sambil aku menunggu papi pulang kerja... "


Ben tampak tersenyum puas dan senang karena akhirnya aska mengakui kalau dia adalah anak nya.


" Oke.. deal .. mulai sekarang panggil lah aku dengan papi , jika kau melanggar nya maka kau akan ku hukum... "


" ha? hukum pam... papi? "


" ya... dan hukuman akan aku beritahu jika kau melanggar nya... "


Aska terdiam sejenak, lalu setelah itu ia tersenyum dan ia merasa tak apa jika ia pura pura, yang penting ia bisa lancar kan niat nya nanti.


" baiklah papi... sekarang bisakah aku bertanya..? "


"emmmhhh.... " ucap nya singkat


" yang pertama kenapa papi menculik ku sekarang , kenapa tidak dari dulu.. bukan nya kau papi ku... "


" karena aku baru mengetahui nya saat ini, jika aku tau dari dulu, kau sudah aku culik aska.. " jawab ben


" ohhh.. baiklah aku faham pi.. lalu apa aku boleh menelpon mommy malam ini.. aku rindu, " pinta nya dengan wajah imut nya.


" tidak..!!! "


" kenapa ? bukan nya papi bilang aku ini anak mu dan mommy itu akan kemari... kenapa aku tak boleh menelpon mommy... ayolah papi.. aku mohon " pinta nya lagi.


Ben tampak melirik sebuah tangan kecil yang saat ini memegang lengan nya... ia lihat anak laki laki tampan yang merengek rindu kepada mommy nya.


Dulu pun ia begitu, saat mama nya pergi ke luar negeri ikut dengan papa nya, ia selalu merengek meminta mama nya pulang.


dengan segala pertimbangan, akhirnya ben menyetujui permintaan aska untuk menelpon xena.


Ben kini menjauh dari tubuh aska, ia berada di sudut kamar nya menghadap jendela. Ia juga saat ini tengah berbicara dengan xena melalui sambungan telepon.


Walaupun sempat beberapa kali xena tak mengangkat telpon itu, akhirnya ben mengirimkan pesan yang berhubungan dengan aska dan xena menelpon balik langsung.


Call on.


" Dimana aska...? apa mau mu "


" aku hanya mau kau dan aska kembali pada ku xena.. tidak lebih.. "


" kau gila ben... "


" Ya aku memang gila, aku gila karena kau... hari ini aku sedang berbaik hati , kau akan ku izin kan untuk berbicara dengan aska.. tapi ingat jika kau berani mengatakan nya pada kriss, maka aku bisa lebih gila dari ini xena.. "

__ADS_1



( Xena terdiam dan menelan saliva nya, tangis nya tertahan.. dada nya sesak.. ia sangat takut akan keadaan aska, tapi ia tak punya pilihan...


Ben lalu berjalan mendekati aska yang ada di atas ranjang nya lalu memberikan telpon kepada aska.


" ini aska.. mommy mu "


" terimakasih papi " ucap nya sopan...


Xena yang mendengar aska memanggil ben dengan sebutan papi menjadi kaget...


Kenapa aska memanggilnya papi.. ya Tuhan aska apa dia sudah terpengaruh? kriss bagaimana dengan kriss nanti.. Gumam xena dalam hati nya )


" halo mommy... "


" aska... sayang kau apa baik baik saja.. "


" aska baik mom.. papi disini sangat baik dengan aska... "


" aska kenapa kau memanggil nya papi.. "


" karena paman ini memang papi ku mom.. papi sayang dengan ku mom.. "


" aska dengar kan mommy.. dia bukan papi mu nak .. dia... "


( telpon langsung di rampas oleh ben...


" papi aska belum selesai bicara dengan mommy " rengek aska.


" sudah cukup malam ini aska.. "


aska hanya diam, tak apalah baginya walau sebentar setidak nya ia sudah mendengar suara mommy nya dan memberi tahu mommy nya jika ia dalam keadaan baik baik saja. aska langsung merebahkan dirinya lagi di ranjang .)


" halo.. halo.. ben... "


( terdengar suara Xena dari balik sambungan tadi, dan ben langsung meletakkan ponsel itu di telinga nya dan berdiri jauh dari aska)


" jangan pernah mengatakan apapun terhadap anak ku tentang lelaki mu itu Xena... "


" ben aska itu bukan anak mu, itu anak kriss.. bahkan usia nya 7tahun .. sadar ben dia bukan anak mu... dia putra kriss dan aku hanya ibu sambung nya... "


" Xena cukup...!!!! "


Tuuttt......


Call off


Ben mematikan ponsel nya dan meletakkan ponsel itu di meja nakas.. ia lalu menatap lekat wajah aska yang memang tak memiliki kemiripan dengan nya kecuali rengekan tadi..


Bahkan memang semua anak memiliki hal yang sama jika rindu dengan orang tua nya.


" aska aku mau bertanya dengan mu.. "


ben mulai duduk di pinggir ranjang sebelah aska


" siapa ibu mu "


aska terlihat ragu ragu ingin menjawabnya, tapi ia melihat signal yang baik dari mata ben, dan aska pun mulai berbicara.


" aska punya 2 ibu.. yang pertama mama sari, dia yang melahirkan aska, tapi dia meninggal dengan adik nya aska pi..karena kecelakaan .. yang kedua mommy dia yang merawat aska dari kecil.


apa papi tau ? aska sekarang punya 2 ibu, 2 ayah, dan 2 adik.. "


Ben mendengar kan semua yang di katakan aska dengan wajah serius nya .. Ben ingin mengorek cerita lagi dari aska ia ingin tau kebenarannya...


" apa maksud mu dengan 2 adik.. " tanya nya selidik


" sebulan sekali aska dan mommy juga daddy selalu berziarah ke makan mama sari dan kedua adik aska.. yang pertama adik aska itu meninggal dari perut mama sari waktu aska masih usia 1 tahun pi, mama sari juga ikut menemani adik aska di syurga.. dan adik aska yang kedua meninggal di perut mommy waktu mommy dan daddy belum menikah... dan aska usia nya 2tahun lebih mau ulang tahun ke 3 , aska ingat mommy menangis terus setiap malam...bagaimana pi aska sekarang bahagia punya double family... walaupun aska tak bisa bersama mommy daddy lagi... "


" Tidak... ini tak mungkin... apa memang benar yang Xena bilang.. aska bukan anak ku... tidak tidak... aku harus cari tau ini... " batin nya


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2