The Doctor Love Story, AKU PERGI

The Doctor Love Story, AKU PERGI
TUNGGU SAH


__ADS_3

Ben Menyerngitkan dahi nya dalam duduk diam nya di singgasana kantor nya.


Ia masih membaca kertas yang tadi di beri Ryan pada nya.


" Aku fikir wanita yang akan ia nikahi adalah kau Xena, ternyata bukan... " gumam nya pelan sambil tersenyum lega.


Ben lalu mengambil ponsel nya dan lalu ia menelpon seseorang.


Call on


" Besok pagi kau bawa anak buah mu lalu segera pergi ke negara L.. selidiki dan ikuti presdir RAI Company.. "


" baik tuan..! "


Tuuttttt......


Call off


................


Seminggu di Negara X membuat Xena mengingat masa masa suka dan duka yang ia alami dulu,


Saat ia menginjakkan kaki di kota ini, bertemu nadia, lalu berkuliah dan menikah.


Tatapan nya lurus ke depan melihat tanaman tanaman yang tumbuh indah di taman,ia berdiri di balkon apartemen dengan wajah teduh nya sambil memegang satu buah cup coffee di tangan kirinya.


Rasa rindu akan kampung halamannya, panti asuhan tempat ia di besarkan dan kota tentang perjalanan karir nya sudah terobati. Kriss mengabulkan semua permintaan Xena untuk pergi ke mana saja selama di negara X.


Hanya saja ia belum juga bertemu dengan sahabat terbaik nya Nadia.


Lelah ia mencari tapi tak kunjung di temukan..



Huuuffff.. hembusan udara dari mulut nya lolos begitu saja... ia menatap lurus kedepan melihat kendaraan lalu lalang dan lampu lampu yang indah dari bangunan bangunan di kota ini.


" sayang.. apa yang kau fikirkan? " suara serak kriss mengagetkan Xena yang tengah terbuai oleh ingatan masa lalu nya..


" tidak ada, hanya ingat nadia saja... sejak kapan kau datang? .. " jawab nya sembari memegang tangan kriss yang melingkar di bahu nya.


" barusan saja.. " kriss lalu membalikkan tubuh Xena menghadap ke arah nya...


" untuk nadia jangan khawatir, aku akan bantu.. waktu kita juga masih ada sampai lusa... besok kita cari dia lagi ya... " tambah nya sambil mengelus pipi Xena yang sudah dingin.

__ADS_1


Kriss mulai mendekatkan wajah nya ke wajah Xena, jarak yang sangat tipis. membuat tubuh nya tak mampu menahan gelora yang ada dalam dirinya.


" kriss kau kenapa sayang... " tanya Xena saat melihat kriss menatap nya dengan lekat dan membisu di depan mata nya..


Kriss menahan hasrat nya terhadap Xena. Bagaimana tidak ia adalah laki laki dewasa yang normal, saat ia sedang bersama wanita yang ia cintai sedekat ini naluri kelaki lakian nya pun keluar. ia mulai mendekat kan bibir nya ke samping wajah Xena,


" boleh aku mencium mu sayang.. " bisiknya memelas..


" aku janji hanya ciuman sayang, "


Xena masih diam, yang ia ingat terakhir kali kriss mencium nya kriss tak bisa mengontrol nafsu nya, kriss menuntut lebih. Untung kriss segera sadar akan perbuatan nya karena suara tangisan Xena.


Xena masih merasa trauma jika urusan ****, yang ia ingat terakhir kali ben melakukan nya dengan cara paksa dan sangat kasar sampai Xena terguncang dan akhirnya keguguran.


Tapi Xena akan jadi wanita yang jahat jika tak memberi izin kriss untuk mencium nya...


Xena tak menjawab pertanyaan dari kriss, tapi Xena langsung menoleh ke samping telinga kriss dan berbisik..


" Tunggu lah aku sah menjadi istri mu jika ingin lebih sayang.. " lalu Xena menempel kan bibirnya ke bibir kriss..


Kriss yang awal nya diam karena keterkejutan nya kini malah melahap bibir indah Xena yang sudah berapa detik lalu menempel.


Segera kriss memegang tungkak leher Xena dengan lembut dan memperdalam ciuman nya.


Ia menempel kan kening nya ke kening Xena..


" Terimakasih sayang, aku akan menunggu mu walaupun harus seumur hidup ku.. "


Xena memeluk kriss dengan erat, ia bersyukur mendapatkan kriss yang bagi nya sangat luar biasa......Kriss yang terkenal dingin pada semua orang tapi hangat untuk nya.


Kriss yang kasar tapi lembut pada nya. .


Xena terus memeluk tubuh tinggi calon suami nya itu sambil memejam kan mata nya..


" sayang aku tak tau jadi apa dan bagaimana jika tak bertemu dengan mu.. " lirih Xena tak terasa kemeja kriss basah karena air mata nya.


" kau tau ? ini semua karena kebaikan mu yang membuat kita bertemu... " jawab kriss sambil mencium puncak kepala Xena.


Mereka larut dalam pelukan hangat mereka, lalu tak lama Vino pun datang .


" Tuan, Nona el ini saya sudah dapatkan info tentang nona nadia.. " Vino memberikan lembaran kertas kepada Xena.


" kau jelaskan saja vin.. " pinta kriss

__ADS_1


" tak usah sayang, biar aku baca saja... Kasian Vino dia lelah.. " ucap Xena


" aisshh.. sayaaang...? dia memang di bayar untuk lelah nya jika tidak ya dia tak di bayar.. biarkan saja dia yang jelas kan.. ini pekerjaan nya el, dia sangat senang melakukan nya..." kata ben sambil melirik dan mengkode Vino untuk menyetujui pendapat nya.


" iya nona.. dengan senang hati saya akan menjelaskan nya.. Tuan kriss memang sangat faham tentang saya.. " jawab Vino dengan lirikan ke kriss juga.


Kriss tersenyum puas karena asisten nya itu tau apa maksud nya.


" emmm... begitu, ya sudah ini... " ucap Xena sambil memberikan kembali kertas yang ada di tangan nya.


Vino meraih kertas itu sambil membungkukkan tubuh nya...


Vino pun membuka lembaran kertas.


" Nona nadia setelah menikah memilih untuk memindahkan ibu dan adik nya ke kota dan tinggal bersama nya. Kini ia tinggal di perumahan Mente Residens bersama keluarga, suami dan anak nya.... ia sudah memiliki toko baju di daerah jaln.matahari 11 dan satu lagi nona el, sahabat non El menikah dengan asisten tuan ben,Ryan... ... " terang vino yang di dengar kan oleh Xena dan kriss.


" apa??!!! .." Xena mulai ada rasa kecewa


" kau kenapa? apa kau takut jika berurusan dengan ben... "


" tidak kriss, hanya saja aneh saja nadia nikah dengan tuan Ryan.. "


" yasudah jangan di pikirin, jodoh siapa yang tau sayang ku.. "


Xena pun paham yang kriss kata kan itu.. ia mengangguk tanda setuju dan faham yang di sampai kan pada nya.


" baiklah sekarang ini kau harus tidur, karena besok kita jumpai nadia ya.. " ucap nya lembut pada Xena.


Xena pun menuruti perintah dari kriss, dan kriss juga Vino pergi menuju kamar mereka Masing-masing. dan membiarkan Xena beristirahat bersama as anak nya.


.


.


.


.


..


.


.........

__ADS_1


__ADS_2