The Doctor Love Story, AKU PERGI

The Doctor Love Story, AKU PERGI
JANGAN CINTAI AKU


__ADS_3

Di ruang kerja pagi itu selepas Jennie berangkat untuk pergi ke pemotretan Ben dan Ryan langsung menuju ke ruang kerja dan mereka langsung melakukan rapat online dengan para direktur cabang perusahaan CGC.


3 jam lebih mereka melakukan rapat online tersebut, membahas tentang laporan keuangan setiap cabang dan juga membahas proyek pembuatan RS di kota ini.


Ya Ben memang berencana untuk memberikan RS kepada Xena sebagai kompensasi dari perceraian nya kelak dan juga untuk apa yang telah ia ambil dari Xena .


Setelah selesai dengan rapat nya Ben keluar dari ruang kerja nya menuju kamar mama nya, Ia merasakan rindu kepada mama nya. Tapi belum ia sampai ke kamar mama nya ia melihat kamar Risa dengan pintu sedikit terbuka. Niat hati nya ia ingin menutup pintu itu karena ia tahu Xena saat ini memakai kamar itu.


Tapi Ben malah tanpa sengaja mendengar pembicaraan Xena dan Nadia siang itu.


Ia terdiam di balik pintu yang sedikit terbuka itu, ia mendengar kan dengan seksama.


Sebegitu sedih dan sayang nya dia terhadap mamaku dan adikku. apakah aku salah jika nanti aku meninggalkan nya dan menikahi jen?


Tuhaan... kenapa aku ragu, ah tidak tidak.. ini rasa kasihan ku dan empati ku bukan karena perasaan lain. bagaimana pun juga aku harus menikah dengan jen hanya dia yang aku cintai...


Ben kembali ke ruang kerja nya, bergabung dengan Ryan.


.....


" sayaang...... kau dimana " suara jen menggema memanggil nama ben.


Ia baru selesai dari pemotretan dan ia segera pulang ke Mansion ben.


Ia tak mendapati ben di ruang tamu, ia berjalan ke ruang makan. Disana ia melihat Xena dan Nadia duduk sambil makan siang.


" wah wah... kau nikmati lah menjadi nyonya di rumah ini untuk saat ini karena aku pasti kan sebentar lagi aku yang akan jadi nyonya di rumah ini... " ucap jen sinis ke Xena.


Xena tak bergeming dan menjawab nya ia tak peduli dengan setiap omongan dari jenni.


Namun berbeda dengan Nadia ia merasa tak senang jika Xena di perlakukan seperti itu . Nadia berdiri dari duduk nya ingin menangkis omongan dari Jennie tapi tangan nya di pegang Xena.


" nad.. udah lah, tak usah di lawan , "


" Xena.. tapi dia itu... "

__ADS_1


" ada apa ini.. " suara bariton dari atas tangga itu mengagetkan 3 wanita yang sedang bersitegang itu.


Ben turun bersama Ryan dan menuju ke ruang makan.


" sayang... aku hanya bilang dengan nya jika aku sebentar lagi akan menikah dengan mu " ucap Jennie manja sambil menggandeng tangan ben.


" jen.. sebaiknya itu tak perlu kau ucap kan, aku belum mau membahas itu jen.. "


" sayang kenapa kau begini.. kau yang berjanji bukan? jika kita akan menikah.. "


" iya aku tau, tapi bukan saat ini kita membahas nya jen, aku harap kau mengerti.. "


" kau berubah, hiks hiks... " Jennie menangis..


Ben lalu memeluk tubuh jennie dan mengusap air mata nya.


" sayang jangan menangis, aku janji ini tak akan lama... "


Xena menunduk merasa diri nya tak berarti, ia sangat sakit.. setelah apa yang sudah ben lakukan kepada nya di setiap malam sebelum kejadian rita dan Risa.


Tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa.


" Ben.. apa boleh aku bicara saat ini.. " Xena mulai bersuara


" ada apa.. " ucap ben sambil tetap berdiri dan memegang pinggang jen


" aku menyukai mu.. aku.. men cin *** mu.. aku mau kita tetap bisa bersama.. aku janji kita bisa mulai perlahan dan aku akan buat mu mencintai ku... tolong tinggalkan jennie ben aku mohon.. kita harus buat Risa dan mama bahagia ben.. " Xena memberanikan diri untuk bicara seperti itu.


Ben terkejut ia tak menyangka Xena berbicara seperti itu, ia juga tak menyangka jika Xena mencintai nya selama ini..


Pegangan nya mulai mengendur dan tanpa ia sadari ia melepas tangan nya dari pinggang jen.


Jen yang menyadari hal tersebut menjadi geram.


Ia mulai bergerak maju mendatangi Xena, ia ayun kan tangan nya bersiap untuk menampar wajah Xena, tapi tanpa di sangka ben menghentikan nya sebelum tangan itu mengenai wajah putih Xena.

__ADS_1


" sayang.. kenapa kau menghentikan ku, kau membela nya.? liat dia sudah berani ungkapkan perasaan nya kepada mu.. " teriak jen


" Ben.. apa sedikitpun tidak ada cinta di hati mu untuk ku? setelah apa yang sudah kita lakukan dan jalani ben...? " Xena mulai memegang tangan ben menatap manik mata ben dengan dalam. Tetes air mata pun mulai berjatuhan tak sanggup ia bendung lagi.


Ya Tuhan.. kenapa seperti ini.. aku tak sanggup melihat mata nya. ..


Hati dan pikiran ben saat itu sedang bergejolak, ben menatap wajah jen dan ia yakin jika jen adalah cinta nya..


" Xena.. aku tidak bisa, tolong jangan cintai aku.. "


Seketika senyum jennie melebar seolah ia menang dalam suatu permainan.


Tapi tiba tiba seseorang datang dan langsung memukul ben tepat di wajah nya.....


BUUUGGGG....


....


.


.


.


.


.


.


.


.


.......

__ADS_1


__ADS_2