
Siang Ini Xena sudah gelisah menunggu jemputan dari suami nya.. Kriss telah berpesan pada nya untuk jangan pergi sebelum ia yang menjemput nya. Kriss tak ingin Xena masuk dalam jebakan ben.....
Beberapa kali Xena melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya, kini sudah jam 12 siang. Aska yang melihat Xena gelisah menjadi bertanya pada nya.
" mom.. mommy sedang apa..? menunggu daddy ya... " tanya aska
" iya sayang mommy menunggu daddy mu belum juga ada kabar... " jawab nya sambil tersenyum tulus ke AS
" memang mommy mau kemana? apa aska boleh ikut... "
" jangan sayang ini pertemuan orang dewasa, kau hari ini kan ada les.. nanti pulang les mommy yang jemput ya... " Xena membujuk as agar tak ikut...
Trrriiiiing Tring....
Call on
" sayang apa kau sudah siap? aku sebentar lagi menjemput mu ya .. "
" iya sayang... aku tunggu ya.. "
" yasudah jika begitu aku langsung jalan ya.. "
" iya sayang.. "
tuutttt...
Call off
Kriss mematikan ponsel nya, lalu meraih jas yang tergantung di kursi belakang singgasana kantor nya itu dan memakai nya.
Ia lalu keluar dan di ikuti oleh vino...
tapi kepergian kriss menjadi perhatian deni staff yang baru sebulan bekerja atas perintah ben.
Segera deni mendekati Sekretaris kriss dan mempertanyakan nya...
" presdir kemana? kenapa buru buru.. " tanya deni ke gina Sekretaris kriss
" presdir ada meeting ke luar kota dengan perusahaan F3 Corporation... "
" oh ya ya.. kenapa kau tak ikut serta.. "
" Pak kriss jarang membawa karyawan perempuan dari dulu jika ada meeting di luar, karena presdir itu orang yang sangat menjaga hubungan nya.. "
"baiklah kalau begitu... aku lanjutkan kerja ku dulu... "
Deni lalu pamit dan langsung menuju ke ruangan kerja nya... Sementara gina langsung mengirim pesan kepada Vino tentang deni yang sudah bertanya tentang kepergian presdir nya.
Begitu juga deni yang mengabari Ryan tentang Kriss yang pergi ke luar kota...
" Ben.. kriss barusan pergi ke luar kota urusan kerjaan.. " ucap nya ke ben yang sedang duduk manis di mobil sambil melihat foto Xena dan kriss yang ada di pemberitaan.
" apa lo yakin? atau ini cuma trik dia saja.. "
" gw dapat kabar dari deni dan deni langsung bertanya dengan Sekretaris nya kriss, bahkan tadi pagi mereka sempat meeting di kantor membahas kepergian kriss... "
" baguss.... ayo kita segera ke restoran Damiens " ucap nya pada Ryan
__ADS_1
Kini ben dan Ryan sudah sampai di restoran Damiens yang di inginkan oleh Xena. Ben memesan room vvip agar mendapatkan privasi untuk berbicara tanpa di ganggu oleh siapa pun.
****
Dan di tempat lain, Xena kini sudah duduk bersebelahan dengan kriss di dalam mobil.. wajah nya gugup dan ada rasa kecemasan.
Kriss dengan lembut memegang tangan Xena, dan mencium tangan itu..
" jangan takut, kau sekarang istri ku dan kau tak sendiri.. aku tak akan biarkan ben berbuat macam macam dengan mu... " kata kriss pada Xena dengan lembut..
" iya sayang terimakasih ya.. "
" ini tugas ku.. tanggung jawab ku.. dan kau harus ingat 2 hal yang selalu aku minta dengan mu itu dari dulu bukan? "
" iya aku ingat .. "
" yasudah... kita sudah sampai, dan jangan pernah lepaskan tangan mu dari ku.. kau faham sayang? " pinta nya pada istrinya itu..
Mereka pun turun dari mobil lalu masuk ke restoran Damiens , begitu sampai para karyawan dan manager restoran sudah menyambut mereka dengan hormat.
"Selamat siang tuan dan nyonya Raido.... silahkan kami antar ke meja.. " ucap manager restoran tersebut
" Tidak usah pak manager, saya sudah ada janji dengan orang lain, meja atas pesanan nona nadia " ujar kriss
" ah iya tuan.. mari saya antar.. disana.. "
manager itu membungkuk kan tubuh nya dan membawa kriss, Xena dan vino menuju ruangan itu.
Begitu sampai di depan ruangan itu Xena menghentikan langkah nya.. meremas tangan nya yang di genggam oleh kriss.
" percaya pada ku... " bisik kriss di telinga Xena
Xena menarik nafas nya dan membuang dengan lembut. ia lalu mantap akan langkah nya...
" baik tuan.. "
Lalu kriss dan Xena mulai membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan itu.
Xena masih di liputi perasaan cemas dan takut.
ia masih ingat jelas bagaimana dulu ben memperlakukan nya... dan setiap perkataan ben pada nya masih ia bisa dengar di telinga nya walau sudah 5tahun berlalu.
Hari ini dia akan bertemu kembali dengan laki laki yang dulu sempat ia cintai, dan yang sangat ia benci... laki laki yang sudah membuat hidup nya berantakan.
Ben kini menatap sinis manik mata kriss, dan ia berpindah melihat Xena yang berada di belakang kriss dengan kedua tangan mereka yang saling menggenggam...
Ada perasaan kesal, marah, kecewa dan cemburu melihat wanita yang ia cari itu bersama dengan laki laki...
Rahang nya mengeras, dan ia langsung meredam emosi nya dengan tersenyum sinis.
" Hehe... selamat siang Tuan kriss Raido Putra.. tak disangka kita berjumpa seperti ini.. bahkan aku hanya ingin berjumpa dengan xena tapi ternyata aku mendapatkan jackpot untuk bertemu dengan anda... " ucap ben sambil mengarahkan kriss untuk duduk.
Kriss mulai duduk dan Xena tetap berada di samping nya tanpa melihat ke arah ben.. Mata ben saat ini masih tetap melihat tajam ke arah Xena.
" hahaha.. bagaimana pun juga tak kan mungkin seorang suami membiarkan istrinya menemui mantan suami nya sendirian bukan begitu tuan ben adam cakraguna.? " ujar nya penuh penekanan
" hemmm... bagaimana kabar mu Xena.. " tanya nya pada Xena tanpa mengalihkan pandangan mata nya.
__ADS_1
Sementara kriss terus mengeratkan genggaman tangan nya seolah memberi kekuatan pada istri nya agar jangan takut.
" saya baik seperti yang Anda lihat bukan tuan ben.... " jawab nya tegas
"hahaha kau masih seperti dulu..itu yang membuat ku menyukai mu.. " ujar ben dengan santai
" Tuan ben, saya rasa anda tak pantas menyukai wanita yang berstatus istri orang apalagi saat ini ada suami nya bersama nya.. " kriss bersuara sedikit meninggi, rasa amarah dan cemburu juga mulai memuncak .
" hahaha... apa aku salah mencintai mantan istri ku ah... aku lupa dia masih istri ku, bahkan ia belum menandatangani surat perceraian kami.. tapi kau merampas nya dan membawa ia kabur.. lalu seenak mu kau ubah identitas nya.. bagaimana jika publik tau? bisa bisa kau terjerat hukum tuan kriss... membawa istri orang kabur dan memalsukan Identitas nya... " tegas ben dengan suara lantang.
" silahkan tuan ben.. sebelum aku bertindak, aku sudah pikir kan semua itu... identitas nya sah di mata hukum dengan surat pengadilan resmi.. dan masalah surat perceraian kalian istriku sudah menandatangani nya.. dan asal kau tau kami menikah setelah beberapa tahun kalian bercerai... " senyum sinis pun tercipta di wajah kriss yang mulai mengeras...
Ben kini bagaikan seorang pecundang dan bodoh, yang tak bisa berkutik... emosi nya hampir tak bisa ia redam.. tapi Ryan mencegah nya untuk tak bertindak sesuatu yang bisa merugikan ben nanti..
" ingat rencana kita ben.. jangan sampai terpancing... " bisik Ryan pada ben.
Ben mulai meredam amarah nya, ia mengambil minuman yang ada di depan nya dan segera meminum nya.. mata nya terus melihat Xena yang saat itu hanya diam di samping suami nya.
" emmm.. lalu bagaimana dengan jennie yang sudah kau biayai slama ini... bisa kau jelas kan tuan kriss.. atau jennie tidak cukup puas sehingga kau harus merampas wanita ku... atau kau hanya ingin membalas kan dendam mu dengan ku karena mendiang istri mu hah.. "
kriss tak berkomentar ia hanya diam dengan raut wajah yang penuh amarah... ia tak mau Xena sampai mengetahui tentang apa yang ia lakukan dulu.. setidak nya ia yang harus memberi tahu kan masa lalu dan masalah nya dengan ben,.
Xena menatap wajah kriss ia yang tak paham dengan perkataan ben seolah mencari tau dari wajah kriss siang itu.
" apa kau tak memberi tahu kan nya pada Xena tuan kriss... " tanya ben dengan penuh nada penekanan.
" tuan ben aku rasa pertemuan kita sampai disini saja... setidaknya yang harus kau tau, kau dan Xena tak ada urusan lagi.. dia istri ku dan milikku selamanya.. " tegas kriss
" apa kau yakin selamanya "
Kriss berdiri dari kursi nya dan di ikuti oleh Xena.
" Xena kalau kau mau tau tentang siapa lelaki yang sudah menikahimu maka bertanya lah pada ku.. dan setelah kau tau...datang lah pada ku,aku dengan rela akan menerima mu kembali.. dan apa kau tak rindu dengan permainan ku di ranjang? apa menurut mu siapa yang paling bisa membuat mu puas.. aku atau dia.. "
Kriss tak sanggup lagi menahan emosi nya saat mendengar istrinya di lecehkan seperti itu oleh ben..
Dengan cepat ia ingin memukul wajah kriss yang memuakkan itu, tapi lengan nya di tahan oleh Xena..
" cukup... hentikan kriss....!! " teriak Xena...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
........