The Doctor Love Story, AKU PERGI

The Doctor Love Story, AKU PERGI
PENDARAHAN


__ADS_3

Kriss dengan sigap masuk ke dalam kamar, ia dapati xena saat itu dalam ke adaan sudah tak sadarkan diri.


Tubuh xena tergeletak di dalam kamar mandi dengan shower yang masih menyala. Pakaian yang ia kenakan basah, dan Kening nya terluka akibat benturan dari ujung bath up.


Kriss lalu mengangkat tubuh lemah xena keluar dari kamar mandi dan merebahkan dengan pelan ke ranjang milik nya.


Ia tampak bingung dan wajah nya kalut.


" Vino .. kita bawa di ke rs, siap kan mobil.. " titah kriss


" Maaf tuan, saya rasa kita jangan membawa nya ke RS, itu tidak baik. saya ada kenalan dokter di kota ini.. "


"Cepat hubungi dia..!!! " teriak kriss


Vino langsung menelpon dokter kenalan nya melalui ponsel milik nya.


Sementara kriss, masih duduk di tepi ranjang sambil memegang tangan xena.


Xena.. bangun lah.. aku baru saja menemukan mu tapi kau malah seperti ini. Ben! kau sudah membuat xena hancur seperti ini.. aku akan balas semua yang sudah kau perbuat untuk nya.


batin kriss.


"Tuan sebaiknya kita harus menggantikan pakaian nona, beliau bisa sakit.. " ucap Vino


" a... ba bagaimana kita mengganti nya Vino.. "


Tuan kenapa anda seperti ini, kenapa anda terlihat bodoh. Biasa nya ada langsung punya ide brilian tapi sekarang anda ... uhh.. sudah lama sejak kematian nyonya sari aku tidak melihat wajah ketakutan mu tuan.. gumam Vino


" Saya akan panggil kan pegawai perempuan apartemen ini tuan untuk mengganti pakaian nona. " Vino pamit turun ke bawah


Tak lama Vino kembali datang bersama dengan pegawai apartemen. Wanita paruh baya itu langsung mengganti pakaian xena yang sudah basah kuyup.


" maaf tuan, saya sudah selesai. Tapi tuan.. " pegawai itu menghentikan ucapan nya


" ada apa! "


" Nona.. eh nyonya berdarah tuan. "


" Berdarah...??? apa yang kau lakukan pada nya hah..kau mau mati hah...!!!! " kriss mengulang kalimat itu dengan nada tinggi


Vino langsung memegang tubuh kriss saat kriss ingin menampar wanita itu..


Wanita itu langsung berlutut di kaki kriss


" Maaf tuan, sa saya ti dak berbuat apa pun kepada nyonya itu.. sewaktu saya mengganti pakaian nya memang sudah ada darah di... "


" dimana....!!! "


" Di area sensitif nyonya tuan.. "


Kriss mengusap wajah nya dengan kasar, ia tau persis itu apa... seolah kenangan 1 tahun itu kembali lagi.


Vino menggerakkan tangan nya memberi tanda pekerja apartemen itu untuk pergi.


Dan setelah itu Dokter kenalan nya juga terlihat sudah sampai.

__ADS_1


Dokter itu memeriksa keadaan xena yang masih tak sadar kan diri.


" bagaimana.. kenapa lama sekali... " tanya kriss cemas


" Tuan, nyonya mengalami pendarahan, dan harus secepatnya mendapatkan perawatan intensif dari RS. .. jika tidak nyawa nyonya juga bisa jadi taruhan nya.. " ucap dokter itu.


" saya hanya memeriksa fisik dari nyonya, tapi kita harus melakukan pemeriksaan lebih akurat semisal USG tuan.. karena ini masih diagnosis awal saya saja... "



Kriss terlihat kacau, seolah xena adalah istri yang ia sayangi, saat mendengar kabar seperti ini jiwa nya tampak rapuh, rasa trauma dalam hati nya mulai muncul lagi. Ia menatap wajah xena, tapi pandangan nya melihat sari.


Dokter Sinta pamit setelah ia memberikan suntikan dan beberapa obat. Vino mengantarkan dokter Sinta ke bawah.


" terimakasih kasih sin... aku harap kau bisa jaga rahasia, " ucap Vino sambil menyalami Sinta


" oke .. kau bisa andal kan aku.. aku tau wanita itu " ucap Sinta. Sinta adalah teman nya saat SMA dulu...


" aku akan mentransfer nya nanti.. " ujar Vino sambil tersenyum.


" oke.. thanks.. "


Setelah mengantarkan Sinta , ia kembali ke atas.


Ia melihat tuan nya depresi.


" Vino siap kan jet pribadi ku.. kita terbang pagi ini sebelum jam 7 .. aku tidak mau xena mengalami hal seperti sari.. "


" baik tuan .. "


.......


Ben terbangun dari tidur malam nya yang sangat lelap.. Ia merenggang kan otot otot tubuh nya.


Membuka tirai kamar nya dan menatap pepohonan yang tumbuh di halaman Mansion nya..


Senyum tipis tersungging dari bibir nya saat ia mengingat kejadian semalam.


2 jam bergelut bersama wanita yang ia nikahi itu membuat nya kelelahan dan tertidur seperti bayi.


Ben selalu bisa tertidur nyenyak setelah ia melakukan nya kepada xena. Bagi ben xena adalah obat tidur nya.


Saat ia mengingat nya, membuat kejantanan nya bangkit dari tidur...


" Sabar junior, malam ini kita akan melakukan nya lagi.. bahkan setiap malam.. " gumamnya pelan.


Ben tersenyum.. dan ia masuk ke kamar mandi untuk berendam dan membersihkan tubuh nya.


...


Ben menatap jam di pergelangan tangan nya.. sudah jam 7 pagi.. Ben mengedarkan pandangan nya ke segala ruangan , ia tak melihat Xena.


Hanya Ryan yang sudah tampak duduk di meja makan menantinya dengan segelas teh.


" Dimana Xena... " tanya nya kepada maid

__ADS_1


" maaf tuan, nyonya belum ada keluar dari kamar... " ucap maid dengan menunduk


Ben menyeruput teh yang di hidangkan di meja makan nya.


" apa jadwal hari ini yan.. "


" jam 9 nanti ada meeting dengan direksi untuk pembicaraan proyek RS yang lo buat.. terus ada pertemuan pemegang saham di perusahaan FAFI COMPANY... "


" apa kita perlu menaikan saham kita di FAFI? "


" jika kita menambah saham kita , sudah di pastikan FAFI akan jatuh ke tangan lo ben "


Tampak senyum Ben terpancar dari bibir nya.Karena memang itu tujuan nya.. menguasai setiap perusahaan perusahaan besar.


Ben memang terkenal sebagai macan asia dalam dunia bisnis. Dan di akui ia selalu mempunyai strategi yang cemerlang.


Tiba tiba perasaan ben tak enak.. setelah ia berada di depan teras Mansion nya ia kembali masuk ke dalam dan memanggil maid dan duduk di sofa ruang tamu nya bersama Ryan.


" Panggil kan Xena.. "


" baik tuan.. "


Maid segera pergi menuju kamar Xena. Tapi tak berselang lama maid itu pun kembali lagi dengan tergopoh gopoh..


" Tuan.. nyonya tidak ada di kamar nya... dan kami menemukan ini.. " ucap maid sambil memberikan selembar kertas ke ben.


" Kurang ajar kau Xena...!!!!!!! ... " teriak ben " kau berani kabur lagi dari ku... "


Ben mengepal tangan nya yang sedang memegang kertas tersebut.....


Rahang nya mengeras dan sorot mata nya tajam...


" Perintah kan pada semua pengawal temui aku di halaman belakang... " ucap nya pada maid tadi..



.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.........


__ADS_2