The Doctor Love Story, AKU PERGI

The Doctor Love Story, AKU PERGI
RISA SIUMAN


__ADS_3

.........


Xena tidak bisa berkata kata, kenyataan nya lelaki yang ia cintai itu memang sangat membenci nya. Bahkan ia ingin membawa risa untuk pindah RS.


Antara rasa cinta dan kesal, itulah yang Xena rasakan saat ini.


Ia cinta dengan ben, tapi disatu sisi ia juga kesal dengan sikap ben...


" Silahkan.. " jawab Xena tanpa ragu


Xena menjawab ucapan ben tanpa melihat ke arah nya, Xena terlihat sibuk memeriksa cairan infus yang menggantung di sisi kiri risa.


" Baguslah kalau begitu "


" hei apa yang kalian bicarakan " sela Rio


" Bukannya elo dah dengar, gw mau bawa pindah adik gw.. gw gak suka kalau dia yang rawat adik gw " tegas ben sambil menunjuk Xena dengan tatapan nya.


Xena yang dalam situasi seperti ini pun diam. Disamping nya ada Fei yang sedari tadi terus memegang tangan nya Xena.


" sayang jangan begitu nak, , dokter Xena ini sahabat risa. risa pasti tidak setuju jika kakak nya memperlakukan sahabat nya yang sudah banyak membantu kita selama ini.. mama mohon biarkan risa di sini.. dari awal sakit memang disini lah risa... " ucap rita dengan suara lirih.


Ryan tak berkomentar karena ia merasa suara nya juga tidak akan di Terima disini. Jadi ia memilih diam.


" ben, gw mohon dengar kata nyokap lo.. gak baik memindahkan pasien yang masih dalam keadaan koma ke RS lain resiko nya pasti ada ben.. " terang Rio.


ben terlihat masih kekeh ingin memindahkan risa, dari wajah nya dan setiap kata katanya.


"baiklah jika itu memang mau mu, tapi biarkan risa tetap disini setidak nya sampai ia sadar, jika anda tetap ingin memindahkan nya juga .. dan mulai detik ini juga saya tidak akan merawat risa lagi dan menjenguknya ,silahkan cari dokter yang lain Tuan. .. " ucap xena sambil menahan tangis nya.


"Setuju " ucap ben singkat


Xena melawan rasa cinta nya dengan rasa kekecewaan dan kekesalan. Xena tidak boleh membawa perasaan dalam urusan pekerjaan nya.


Setelah Xena berucap seperti itu ia pamit ke rita Ryan dan Rio dan ia pun melangkah keluar dari kamar tersebut.

__ADS_1


Fei juga mulai mumutar tubuh nya untuk keluar dari kamar tersebut.. tetapi ia putuskan untuk menghentikan langkah nya dan memutar ulang tubuh nya kembali.


" maaf sebelumnya, jika saya ikut campur. . tolong hargai kerja dokter, tuan boleh tidak menyukai dokter Xena tapi tolong hargai kerja nya., dan satu lagi tuan,jangan buat keributan di sini.. " Fei pun berlalu pergi dari dalam kamar tersebut..


Kemudian disusul oleh Rio yang memang hendak mengejar Xena.


Ia tau pasti sangat sakit hati nya jika pekerjaan nya tidak di hargai orang lain.


Rita pun menunjukkan wajah kekecewaan nya kepada ben..


Xena tengah duduk di kursi kerja nya, sambil memejamkan mata nya..


Fei yang melihat Xena pun mendekati meja kerja nya dan duduk di kursi tepat di depan Xena.


Fei memberikan semangat untuk Xena.


TOK


TOK


TOK


" Mbak, aku gak mau ketemu sama siapa siapa , aku juga minta mbak kosong kan jadwal ku 1jam kedepan ,xena pingin istirahat mbak. " ujar nya lirih ke Fei


Fei membalas dengan sekali anggukan.


Fei sangat faham bagaimana watak dari atasan nya tersebut. Jika ia punya masalah atau sedang dalam keadaan sedih, ia pasti menyendiri.


Fei menemui orang yang sudah mengetok pintu kerja Xena.


Fei meminta maaf jika Xena tidak bisa di jumpai oleh siapapun karena Xena sedang tak ingin di ganggu oleh siapapun. Termasuk Rio, ya orang tersebut adalah Rio.


Rio pun sangat memaklumi nya, ia berjalan melewati lorong dan menjauh pergi dari ruang kerja Xena.


Di ruang risa...

__ADS_1



Ben sedang tertidur lelap, rasa kantuk yang teramat dalam ia rasakan karena ia sangat lelah hari ini. Setiap malam ia harus bergantian dengan rita untuk menjaga adik nya .


Jadi saat ini rita lah yang duduk di samping tempat tidur risa membelai, rambut nya dan berbicara dengan risa


Tak disangka, jari kecil risa terlihat bergerak gerak, dan mata nya bergoyang-goyang di dalam kelopak nya dan tak lama membuka mata nya..


Rita langsung membangun kan ben, dan Ryan segera berlari memanggil dokter haris.


" ma ma...... " suara nya masih lemah hampir tak terdengar.


" iya sayang.. kau sudah sadar hiks.. hiks.. " tangis rita saat itu.


Ben memeluk adik kesayangannya itu...


" kakak... "


ben tak menjawab tapi ia hanya mengeratkan pelukan di tubuh lemah adiknya...


Rita pun menyuruh ben melepaskan pelukan itu karena takut jika Risa merasa sesak.


Dr. haris yang sudah tiba bersama Ryan pun langsung mengambil alih peranan, ia memeriksa kesehatan risa,. Setelah ia rasa cukup baik dr.haris izin keluar untuk memanggil suster agar segera melepas alat alat yang ada di tubuh risa kecuali infus.


" maa.. Xena mana " tanya risa tiba tiba


mereka semua hanya terdiam dan saling pandang.


sementara Ben memijat alis mata nya, seolah berfikir apa yang akan ia jawab .


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2